10 Dosa Seorang Guru

10 Dosa Seorang Guru

10 Dosa Seorang Guru
Sekedar mengklarifikasi awal, artikel saya ini saya buat bukan semata untuk merendahkan profesi seorang guru. Bahkan saya angkat topi dan menaruh hormat yang begitu mendalam terhadap para “pahlawan tanpa tanda jasa” ini. Bahkan saya pun Alhamdulillah sekarang kuliah dengan jurusan tarbiyah pendidikan.
Tiada gading yang tak retak, begitu pula seorang guru. Dibalik jasanya yang begitu besar, berhasil mendidik para generasi hingga menjadi orang-orang yang sukses. 10 Dosa Seorang Guru yang saya tulis adalah sebagai refleksi kita sebagai guru, hingga menyadari dan diharapkan menjadi guru yang benar-benar guru (digugu lan ditiru : dipercaya dan ditiru) . Berikut 10 Dosa Seorang Guru versi EDUWIWI :

Baca juga : Pentingnya menulis bagi guru

1. Menyuruh siswa belajar, tapi malas mengupdate ilmu

Ini yang paling sering dilakukan seorang guru. Para guru sering sekali atau bahkan malah setiap hari menyuruh siswanya untuk belajar, namun sering sekali para guru malas memperbaharui keilmuan yang dimiliki.

 

2. Menyuruh siswa sederhana, tapi bergaya glamor

Banyak guru yang awalnya menjadi tenaga honorer lalu mendapatkan nasib baik dengan diangkat menjadi pegawai negeri berubah soal sisi gaya hidup. Dengan gaji yang besar dan tunjangan ini itu, bukannnya untuk membeli kebutuhan pembelajaran malah digunakan untuk melengkapi gaya hidup berupa baju yang mewah ataupun tas yang bermerk.

 

3. Menyuruh siswa disiplin, tapi berangkat terlambat

Ini hal yang paling klasik mengenai dosa seorang guru. Datang terlambat, entah karena alasan apapun. Tapi sebenarnya bukan hanya terlambat berangkat saja, tapi terlambat disini juga termasuk saat pergantian jam pelajaran ataupun masuk setelah istirahat.

 

4. Menyuruh siswa menyelesaikan PR, tapi jarang membuat RPP

Sekedar diketahui, PR bukan hanya menjadi tugas siswa. Gurun juga mempunyai pekerjaan rumah, namanya RPP. RPP adalah singkatan dari rencana pelaksanaan pembelajaran, yang digunakan sebagai panduan seorang guru untuk melaksanakan pelajaran.
Membuat RPP adalah tugas wajib seorang guru, namun apakah setiap guru rutin membuat RPP? Saya yakin jawabannya tidak.

 

5. Menyuruh siswa jangan menggunjing, tapi dirinya hobby ngegosip

Ini yang sering dilakukan oelh ibu guru, ketika waktu luang dan tidak ada pembelajaran. Bukannya diskusi tentang pembelajaran malah ngegosip dengan topik-topik yang tak bermutu, paling parah adalah yang membicarakan rekan sesama profesi ataupun rekan guru dalam satuan pendidikan tersebut.

 

6. Menyuruh siswa sekolah setinggi mungkin, tapi dirinya?

Sekarang standar minimal untuk menjadi seorang guru adalah berpendidikan S1. Beberapa guru hanya menempuh S1 hanya untuk memenuhi syarat minimal saja, jadi lebih cenderung untuk mencari ijazahnya saja bukan dengan niatan mencari ilmu.

 

7. Menuntut siswa menguasai semua pelajaran, tapi dirinya?

Ini juga yang sering guru lakukan. Mereka marah marah apabila ada siswanya yang tak menguasai pelajaran. Namun mereka lupa bahwa para siswa yang kapasitas otaknya tidak sematang otak guru dipaksa oleh sistem pendidikan kita untuk menguasai semua pelajaran, nahkan yang tidak menjadi minatnya sekalipun.
Guru fisika mungkin mahir dengan imu fisikanya, tapi bagaimana dengan seni rupanya? Guru matematik pandai berhitung dan menguasai ilmu matematiknya, tapi apakah dia mahir dengan pengetahuan dan ilmu agama?
Berusaha agar siswa pintar dalam segala bidang ilmu dan mata pelajaran itu bagus, namun jangan memaksa apabila mereka tidak sanggup, karena sebagai gurupun belum tentu bisa menguasai semua mata pelajaran.

 

8. Mengajar demi ekonomi

Haha, hal yang klasik untuk soal ini. Ekonomi ya penting, tapi niat utama bagi seorang guru harusnya adalah untuk mendidik siswanya menjadi lebih baik. Bukan hanya mencari uang. Bukti bahwa para guru mengajar demi ekonomi adalah mereka mengajar dengan asal-asalan dan hanya memnuhi kuota waktu saja.
Semoga guru jenis ini akan segera punah di dunia pendidikan Indonesia.

 

9. Memarahi siswanya dengan berlebihan, tanpa introspeksi diri

Siapa yang salah ketika siswa tidak bisa menguasai pelajaran? Siapa yang salah ketika siswa malas dan nakal? Kebanyakan guru akan menyalahkan siswanya. Tidak pernah mengintrospeksi diri, apakah pembelajarannya selama ini bisa diterima siswa. Tak pernah mengoreksi diri apakah selama ini telah melakukan keteladanan dll.

 

10. Merasa suci dan sempurna

Bahaya orang merasa suci adalah sangat fatal. Dan ini yang sering terjadi dengan para guru, dengan menjadi guru mereka berfikiran mereka sudah pintar, baik, berjasa, tanpa dosa. Ciri orang yang merasa suci adalah selalu menyalahkan pihak lain. Dalam hal ini menyalahkan murid karena tidak menguasai pelajaran, menyalahkan pemerintah dengan kebijakan-kebijakannya yang dianggap menyusahkan.
Loading...
About Tohir 849 Articles
Kalo satu lidi bisa patah dengan mudah, tapi seratus lidi yang bersatu akan sangat susah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*