Sastra

14 Penulis Populer Indonesia dan Karya Sastranya Tahun 1950 – 1960

penulis populer indonesia

14 Penulis Populer Indonesia dan Karya Sastranya Tahun 1950 – 1960 – Banyak karya sastra dihasilkan melalui tangan-tangan sastrawan yang berbakat, yaitu puisi, novel, cerpen, drama, dan lain sebagainya. Karya sastra banyak sekali mengandung makna-makna kehidupan tergantung tema apa yang diangkat. Bahkan tidak jarang karya sastra dianggap berperan dalam penanaman semangat juang pada masa sebelum kemerdekaan maupun gejolak setelah kemerdekaan.

Saat ini karya sastra merupakan konsumsi yang sudah tidak asing lagi bagi penikmatnya  apalagi terhadap pencipta karyanya. Namun, sebagai penikmat tidak lengkap rasanya jika kita hanya sekedar membaca tanpa mengetahui hal dibalik  karya tersebut misalnya, tahun lahirnya karya, nama pengarang ataupun periodisasinya.

Di Indonesia, karya-karya sastra yang banyak terlahir telah dikelompokkan berdasarkan angkatan maupun tahun terbit dari karya tersebut. Pada makalah ini penulis akan menuliskan materi yang berkenaan tentang karya sastra yang pupuler di Indonesia pada tahun 1960-an.

Para penerus generasi penulis sepertinya hanya menikmati karya sastra modern saat ini tanpa menoleh karya sastra sebelumnya. Terkadang hanya mempelajarinya jika mendapat  tugas dari guru atau dosennya untuk dikaji.

Permasalahan saat ini adalah bagaimana cara menumbuhkan rasa suka terhadap generasi penerus agar generasi setelah mereka mengetahui sejarah sastra dan peristiwa  sosial yang menyebabkan lahirnya karya tersebut atau peristiwa dibalik lahirnya suatu karya sastra yang populer di tahun 1950 – 1960.

Penulis Populer Indonesia dan Karya Sastranya 1950-AN

Perempuan banyak dijadikan bahan inspirasi bagi penyusunan karya sastra. Di bidang sastra Indonesia perempuan banyak muncul dalam bentuk karya novel, cerpen dan puisi. Karya sastra Indonesia yang mengangkat citra perempuan Indonesia dalam karya prosa fiksi Indonesia mulai zaman sebelum perang hingga tahun 60-an yang ditinjau dari berbagai sudut pandang terutama dari segi sosiologi.

Tema  yang diangkat banyak mengenai ;

1) masalah kegelisahan batin dan rumah tangga. Kegelisahan tersebut bersumber pada situasi budaya yang belum mapan.

2) Angkatan ’60 sebagai curahan hati khas anak-anak muda yang mengalami kelegaan perasaan setelah masa penindasan.

3) Menegakkan keadilan dan kebenaran berdasarkan Pancasila dan UUD 45, menentang komunisme dan kediktatoran,  bersama Orde Baru yang dikomandani Jendral Suharto ikut menumbangkan Orde Lama, mengikis habis LEKRA dan PKI.

Penulis dan Karyanya

# Penulis Pria

  1. Pramudya Ananta toer ( Gadis Pantai) tahun 1950-1960
  2. Abas Kartadinata (Kemenangan Ibuku)
  3. Subagio Sastrowardojo (Perawan Tua dan Pantai Menghilang)
  4. Sembiring (Keputusan di Pagi HariTerbit)
  5. Umar Kayam(Bawuk dan Marti)
  6. Danarto (Kecubung Pengasihan, Rintrik, Salome, Armagedon, Berhala, Dinding Ibu, dan Pelajaran Pertama Seorang Wartawan)
  7. Nh. Dini (Kumpulan Cerpen Dua Dunia)
  8. Taufik Ismail (Benteng dan Tirani)

# Penulis Wanita

  1. Isma Sawitri (Terima Kasih, Tiga Serangkai, dan Pantai Utara)
  2. Titi Said (Perjuangan dan hati perempuan)
  3. Titis Basimo (Rumah Dara dan Laki-laki dan Cinta)
  4. Enny Sumargo (Sekeping Hati Perempuan)
  5. 13 S. Tjahyaning (Dua Kerinduan)
  6. Susy Aminah (Seraut Wajahku)

Itulah 14 karya sastra dan sastrawanya yang populer di tahun 1960 – 1969.

Karya sastra lahir bukan hanya untuk dinikmati namun juga untuk dipelajari.Dalam rentang waktu tahun 1960 hingga tahun 1969 merupakan masa kesuburan penulis pasca kemerdekaan Indonesia, hal inidapat dilihat dari banyaknya penulis maupun karya sastra yang lahir pada rentang tahun tersebut. Selain itu muncul pula sastrawan wanita dalam berbagai tulisannya.

Melejitnya  jumlah sastrawan maupun jumlah karya sastra ini dapat dipandang sebagai dampak telah terbebasnya dari masa pergolakan di Indonesia. Para sastrawn pada tahun itu merasa sudah tidak ada yang dapat menghalanginya untuk berkarya suara dari hatinya.

Meskipun topi pada karya sastra tahun tersebut masih kental dengan aroma pada saatgencatan senjata seperti contohnya Benteng dan Tirani Karya Taufik Ismail namun,tidak sedikit pula yang mengangkat topik kebebasan atas terusirnya penjajah.

Selain ditemukan topik seperti di atas, ditemukan juga topik mengenai wanita dan kegelisahan rumah tangga yang dikarenakan situasi budaya yang belum mapan. Seperti karya Titi Said yang berjudul “Perjuangan dan Hati Perempuan”.

Baca juga : Sastrawan dunia asli Banyumas Ahmad Tohari

Refrensi dari berbagai sumber

Alisjahbana, ST. Takdir. 1997. Perjuangan TanggungJjawab dalam Kasusastraan. Jakarta: Pustaka Jaya.

Eneste, Panusuk. 1986. Pengadilan Puisi. Jakarta: Gunung Agung.

Jasin, HB. Kesusastraa Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai. Jakarta: Gramedia.

Teeuw,A. 1984. Sastradan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !