15 Makanan Khas Banyumas, Dijamin Ngapak

Oke, pada kesempatan ini kami ingin mengulas tentang kekayaan lokal khas Indonesia, ada yang tau daerah Banyumas ? Pasti tau, atau anggap saja tahu..hehe, berikut 15 Makanan Khas Banyumas, di jamin ngapak !!

Mendoan

Mendoan berasal dari kata “mendo” yang artinya setengah matang atau lembek. Ini karena bahan tempe yang sudah dilumpuri adonan tepung terigu beserta bumbu-bumbunya lalu digoreng tapi tidak sampai matang sekali/kering, namun ada juga masyarakat yang menggorengnya sampai kering, ini tergantung selera.

Mendoan cocok sekali disantap ketika masih panas, apalagi dinikmati saat udara dingin/dinikmati di daerah pegunungan seperti Baturraden.

Baca : Mendoan Purwokerto dan ngapak Banyumasan

mendoan

mendoan

Kripik
Ada bermacam-macam kripik yang ada di Banyumas, sehingga Purwokerto yang merupakan ibukota Kabupaten Banyumas disebut dengan Kota Kripik. Kripik yang menonjol didaerah Banyumas adalah kripik tempe. Sesuai dengan namanya kripik tempe berasal dari bahan utama tempe yang diiris tipis lalu digoreng. Kripik tempe yang memiliki banyak kandungan protein dan rasanya yang gurih dan renyah ini cocok sekali untuk camilan. Berbeda dengan mendoan yang hanya bertahan satu hari, kripik tempe bisa bertahan lama sampai sampai satu bulan.

Gethuk Goreng

Gethuk goreng ini berasal dari singkong yang dibumbui gula kelapa kemudian digoreng. Awalnya gethuk bukanlah digoreng, ceritanya gethuk goreng dibuat secara tidak sengaja oleh salah satu penjual keliling di daerah Sokaraja, Sanpirngad.

Pada saat itu “gethuk biasa” yang dijual tidak laku, kemudian daripada dibuang dan tidak dapat dimakan lagi karena basi, lalu gethuk tersebut digoreng, tanpa disangka justru gethuk goreng tersebut malah disukai banyak orang, semenjak saat itu dipasarkanlah gethuk goreng yang sengaja dibuat tanpa menunggu tidak laku lagi.

Gethuk goreng di Banyumas dikenal dengan nama Gethuk Goreng Sokaraja karena mungkin bersal dari daerah tersebut, didaerah Sokaraja pula banyak sekali toko-toko yang menjual gethuk goreng tersebut.

Cimplung

Cimpung ini bersal dari kata cemplung : masuk ke dalam air. Air disini air nira dalam pembuatan gula merah yang merupakan mayoritas pekerjaan masyarakat Banyumas. Air nira yang berasal dari bunga pohon kelapa (dalam bahasa Banyumas disebut mancung/manggar) memiliki rasa yang manis, sehingga bahan yang dimasukan ketika air nira mendidih ini juga akan mempunyai rasa yang sangat manis.

cimplung

cimplung

Umumnya cimplung berbahan singkong, namun hasil pertanian lain juga bisa menjadi cimplung misalnya kelapa, ketela pohon, ubi dan lain-lain.

Cimplung ini akan banyak kamu temukan di Kecamatan Cilongok, karena memang mayoritas penduduk Cilongok adalah penderes gula merah.

Sroto Sokaraja

Sroto Sokaraja sama saja dengan soto pada umumnya, namun terdapat perbedaan yang menjadi ciri khas sroto sokaraja yaitu penggunaan ketupan dan sambal kacang. Selain itu juga kerupuk yang digunakan adalah kerupuk canthir dari bahan ketela pohon yang mempunyai rasa khas.

Nopia

Bahan utam nopia adalah tepung terigu dengan isi yang beraagam, bisa coklat, gula, ataupun kacang.
Selain bentuk dan rasanya yang unik, cara membuatnya juga tak kalah unik, bukan digoreng, direbus, apalagi ditimang-timang, hehe

Cara membuatnya dengan cara ditempelkan di tungku khusus dengan suhu yang panas. Makannya ada bagian nopia yang hangus, itu berarti bagian yang ditempel.

Klanting

Sesuai dengan namanya, klanting bentuknya miring dengan anting, cuma anting diameter besar cuma kurus, aduh gimana jelasinnya yah. Pokoknya persis kaya gelang itulah.
Terbuat dari bahan singkong dengan rasa yang gurih. Dijamin kamu akan ketagihan.

Cenil

Makanan ini bertekstur kenyal terbuat dari singkong dan tepung kanji dengan ditaburi parutan kelapa. Dengan warna yang menarik pasti kamu akan ketagihan dengan camilan yang biasanya dijula dipasar-pasar tradisional ini.

Kluban

Kalau dalam bahasa Indonesia biasa disebut dengan urab. Hanya kluban ini berbeda karena pengolahan parutan kelapa langsung dicampur sayur. Rasanya yang pedas manis asin cocok sekali buat lauk nasi ataupun dimakan langsung. Juga pasti menyehatkan karena terbuat dari sayuran hijau.

Intil

Intil terbuat dari singkong. Singkong diparut lalu diperas, dicampur gula dan bumbu lainnya. Lalu digiling-giling dengan tangan hingga hancur membentuk bundaran-bundaran kaya kelereng kecil. Lalu dikukus hingga matang. Intil memiliki rasa yang manis dan mengenyangkan.

Jalabia

Kalau orang Barat sana punya donat. Banyumas juga tak kalah, makanan ini adalah jalabia. Bentuknya sama persis dengan donat. Cuma kalau jalabia itu terbuat dari singkong.
Makanan ini sangat gurih apalagi disantap ketika masih panas. Cocok sekali dimanakan sebagai cemilan ketika hujan gerimis suasana dingin. Jalabia juga bisa dijadikan lauk nasi.

Kraca

Makanan ini adalah keong kecil yang biasanya didapat dari sawah yang diberi kuah yang rasanya gurih dan nendang dengan bumbu bawang, palamrica, garam, sereh dll.

Cara memakannya dengan cara menyedot keong yang sudah dibuang penutupnya. Srrrupuuuttt, daging keong ayang maknyus akan langsung masuk ke perut.

Namun jika disedot tak keluar juga, bisa dicukil menggunakan lidi atapun gigi garpu.

Ondol/Combro

Makanan ini terbuat dari singkong yang diparut kemudian diperas kandungan airnya, lalu dicampuri bumbu yang khas kemudian dibentuk bulat bulat lalu digoreng. Setelah digoreng lalu ditusuk yang biasa disebut dengan istilah sindik yang terbuat dari serutan bambu, satu sindik ondol biasanya berjumlah 5.

Untuk membedakan ondol dan combro, lihatlah isi didalamnya. Kalau ondol ada yang isi paret dan adapula yang tidak berisi, sedangkan combro biasanya berisi bumbu pedas didalamnya. Ondol dan combro juga dibedakan dari ukuran, combro akan lebih besar dan lonjong daripada ondol.

Kampel/kampelan

Kampel adalah kata local Banyumas yang artinya “peluk”, kampelan berarti pelukan. Lho makanan kok jadi pelukan, cara makannya sambil pelukan atau bagaimana? Hih bukan..

Pelukan disini maksudnya adalah pelukan antara ketupan dengan makanan lain, bisa tempe, tahu, ataupun dage. Setelah dikampelkan(disatukan), kedua bahan tersebut dicelupkan ke adonan terigu yang sudah dibumbui, lalu digoreng.

Karena ada ketupatnya, kampelan ini mengenyangkan, cocok apabila sedang tidak berselera makan nasi biasa.

Templek

Seperti namanya, makanan ini dibuat dengan sangat sederhana dengan bahan yang sangat sederhana pula, bahkan bahan sisa. Lho sisa? Iya sisa pembuatan tahu berupa ampasnya (biasanya disebut ranjem).

Ranjem yang sudah dicampur bumbu kemudian dibentuk bundar dan tipis (kaya koin tapi besar), lalu dicelupkan ke adonan terigu. Makanan ini hanya enak ketika masih panas saja dan kandungan gizinya kurang karena terbuat dari ampas tahu. Tapi setidaknya kita bisa mengambil filosofinya bahwa kita harus memanfaatkan sesuatu walaupun itu barang bekas.

Baca juga : Branding Banyumas, Better atau Satria

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !