2 Jenis Bambu Yang Sering Digunakan Untuk Anyaman

2 Jenis Bambu Yang Paling Banyak Digunakan Untuk Kerajinan – Bambu tali (Gigantochloa apus) dikenal juga dengan nama bambu apus, awi tali atau pring tali. Bambu ini umumnya membentuk rumpun rapat. Tinggi bambu tali dapat mencapai 20 m dengan warna batang hijau cerah sampai kekuning-kuningan.

Batangnya tidak bercabang di bagian bawah. Diameter batang 2,5 – 15 cm, tebal dinding 3 – 15 mm dan panjang ruas 45 – 65 cm. Panjang batang yang dapat dimanfaatkan antara 3 – 15 m. Bentuk batang bambu tali sangat teratur. Pada buku-bukunya tampak adanya penonjolan dan berwarna agak kuning dengan bulu-bulu halus yang menempel di sekitar buku-buku berwarna coklat kehitaman. Pelepah batangnya tidak mudah lepas meskipun umur batang sudah tua. Jenis bambu ini diduga berasal dari Burma dan sekarang tersebar luas di seluruh kepulauan Indonesia. Bambu tali umumnya tumbuh di dataran rendah, tetapi dapat juga tumbuh di pegunungan sampai ketinggian 1.000 m dpl.

Bambu ini diperbanyak dengan rimpang atau potongan buluhnya. Bambu tali berbatang kuat, liat dan lurus. Jenis ini terkenal paling bagus untuk dijadikan bahan baku kerajinan anyaman karena seratnya yang panjang, kuat, dan lentur. Ada juga yang menggunakannya sebagai alat musik. Bambu tali dalam keadaan masih basah berwarna hijau dan tidak keras, apabila sudah kering warnanya menjadi kekuning-kuningan, liat, dan tidak mudah putus.

Jenis Bambu Yang Paling Banyak Digunakan Untuk Kerajinan

Jenis Bambu Yang Paling Banyak Digunakan Untuk Kerajinan

Gambar Bambu Tali atau Bambu Apus (Gigantochloa apus)

Klasifikasi dari bambu tali atau bambu apus (Gigantochloa apus) adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Sub Divisio : Angiospermae

Classis : Monocotyledoneae

Ordo : Poales

Familia : Gramineae

Genus : Gigantochloa

Spesies : Gigantochloa apus

Bambu wulung (Gigantochloa atroviolacea) dikenal juga dengan sebutan bambu hitam, pring wulung, pring ireng atau awi hideung. Jenis ini disebut bambu hitam karena warna batangnya hijau kehitam-hitaman atau ungu tua. Rumpun bambu wulung agak jarang. Pertumbuhannyapun agak lambat. Buluhnya tegak dengan tinggi 20 m. Panjang ruasnya 40 – 50 cm, tebal dinding buluhnya 8 mm dan garis tengah buluhnya 6 – 8 cm.

Bambu wulung tersebar di pulau Jawa dan hidup di dataran rendah hingga ketinggian 650 m dpl. Di Jawa Barat, jenis bambu ini sangat baik untuk dibuat alat musik seperti angklung, gambang atau calung. Bambu wulung dapat juga digunakan untuk furniture dan bahan kerajinan tangan. Sifat bambu ini dalam keadaan basah kulitnya tidak begitu keras, tetapi setelah kering sangat keras dan warnanya menjadi hitam kecoklatan, daya lenturnya kurang sehingga mudah pecah dan mudah putus.

Jenis Bambu Yang Paling Banyak Digunakan Untuk Kerajinan

Gambar Bambu Wulung atau Bambu Hitam (Gigantochloa atroviolacea)

Klasifikasi dari Bambu wulung atau bambu hitam (Gigantochloa atroviolacea) adalah sebagai berikut:

Kingdom : Plantae

Divisio : Spermatophyta

Sub Divisio : Angiospermae

Classis : Monocotyledoneae

Ordo : Poales

Familia : Gramineae

Genus : Gigantochloa

Spesies : Gigantochloa atroviolacea

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !