2 Poin Utama dalam HIPMI School of Business Purwokerto

2 Poin Utama dalam HIPMI School of Business Purwokerto – HIKMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)

Oke,

..pertama saya sudah kecolongan dengan tulisan dari Bu Angel di Sukarni.web.id. beliau mengulas tentang 4 Hal Penting dalam HIPMI  School of Business, biar ga mainstream, chyrun.com akan mengulas tentang 2 Poin Utama dalam HIPMI School of Business.

Pertanyaan pertama coba apa yang terpenting dalam merintis bisnis?

“Action”,

…perkara bisnis akan berhasil atau tidak itu urusan belakang..

Bapa Arsyad 25 Oktober 2016 kira-kira pukul 21.00 berkata,

Pengusaha itu gimana nanti, bukan nanti gimana?

Itu yang saya tangkap dari acara di D’ Saung Resto bertema HIPMI  School of Business. Bahwa modal menjadi pengusaha salah satunya adalah NEKAD.

Dalam HIPMI School of Business Purwokerto, kami peserta pelatihan yang jumlahnya sekitar 54 orang akan mendapatkan mentor bisnis yang sudah berpengalaman. Kami akan dipandu dan mungkin dijejali dengan “everything about the business”, Rencananya kami akan mendapat porsi belajar yang berbeda tergantung dari mentor masing-masing.

Angkatan HIPMI School of business angkatan 1

Peserta

….pokoknya serba fleksibel….

Goalnya adalah selepas 90 hari school of business yang diadakan HIKMI Purwokerto, kami minimal mendapatkan bekal ilmu tentang bisnis untuk mengarungi dunia perbisnisan.

2 Poin Utama dalam HIPMI School of Business Purwokerto

#1. How to create…(Poin pertama)

Saya menganalisa, ternyata orang Genius biasanya dianggap berantakan oleh orang awam, mereka gagal dalam hal-hal yang berbau rutinitas. Nakal diwaktu kecil, dan berantakan diwaktu sekolah..

Kenakalan dan semua keanehan ini karena saking kreatifnya…maybe,

..atau karena malasnya..maybe..

Ini hanya pendapat, silahkan bebas mendebat, analisis sederhana ini diambil dari 2 orang paling kaya di dunia sekaligus idola saya, yaitu pendiri Facebook dan pendiri Google,

Mau baca, silahkan baca di ; Gelar sarjana tak menjamin kesuksesan

Tapi jangan jadikan mereka inspirasi dan teladan juga..syukur-syukur bisa berprestasi di akademik sekaligus sukses dalam bisnis, itu saya rasa lebih sempurna dan ideal…karena saya jamin otak kita tidak segenius Mark dan Lary Page.

Kembali ke How to Create,

Semua ini adalah tentang kreatifitas, dunia tidak mungkin seasik sekarang tanpa kreatifitas, kita bisa bermain gadget, berselancar di internet mengendarai mobil, bahkan kita bisa berbicara atau menulis…itu semua adalah buah hasil kreatifitas manusia.

Bahkan kita semua lahir dan ada karena kreatifitas Tuhan dan buah kratifitas kedua orang tua kita.. 😆

Bagaimana jika tidak ada kreatifitas,,,?..

Ini adalah tentang bagaimana ide kita ciptakan lalu kita eksekusi..

How to create adalah tentang bagaimana mencipta…..bukan sebatas kreatif dalam ide, tapi bagaimana action  dikreasikan..

How to create mendapat porsi 95% dalam pelatihan HIPMI School of Business Purwokerto selama 90 hari nantinya.

Pelatihan ini  How to manage…mendapat porsi 5% dalam pelatihan.

#2. How to Manage… (Poin kedua)

Kira-kira mau sampai dimana level kita menjadi Pengusaha / Entrepreneur,?

Tingkatanya adalah ;

Self employment

Business Man : Manajer dan pemilik perusahaan (Bisnis men)

Investor

Mari satu per satu kita ulas singkat,

Pertama, Self employment

Level pertama sebagai seorang pengusaha ditandai dengan mempekerjakan diri sendiri. Semua pekerjaan kerjakan sendiri.

Tingkatan ini masih berprinsip : Jika bisa diselesaikan sendiri buat apa dibantu orang lain

Kedua, Level Business Man ( Manajer dan pemilik perusahaan) (Bisnis men)

# Manajer

Sudah memiliki beberapa karyawan, pekerjaan mulai didelegasikan dan sistem mulai dirintis. Sebagian besar pebisnis di Indonesia berada pada level 2 ini. Alasannya karena ingin terus terlibat dengan bisnisnya, ada ikatan emosional, belum bisa mempercayai bawahan dan masih banyak lagi.

# Pemilik Perusahaan

Berbeda dari manajer, di level ini setiap pekerjaan sudah ada yang mengerjakan. Bisnis sudah memiliki sistem yang berjalan baik. Ditandai dengan ;

Memiliki General Manager (GM) dan tim.

Sudah tidak “menghasilkan uang”, tetapi “menerima LABA”

Tugas menghasilkan uang menjadi tanggung jawab GM dan seluruh bawahannya.

Ketiga, Investor

Pada level sebelumnya kita fokus untuk menjual barang atau jasa, pada level sudah melakukan jual beli bisnis.

Apa maksud jual beli bisnis?

Prinsipnya adalah :

Beli Bisnis,

Kembangkan,

Jual kembali bisnis.

Kita akan menghasilkan uang dengan uang. Fokus menggalang dana dari investor-investor lain, setelah terkumpul maka akan dieksekusi dengan membelikan sebuah perusahaan.

Jika sudah berkembang, Jual Kembali.

Level ini akan mendapat keuntungan sangat besar hingga ratusan kali dari modal awal yang kita keluarkan.

Cukup dulu Bray tentang how to manage,,,hehe..Semua penjelasan di atas adalah tentang how to Manage.

Bagaimana teknik memanajemen usaha kita atau bisnis kita, …dari memilih sistem, memperbaiki sistem, memilih ahli di bidangnya untuk di rekrut dan bekerja pada kita, sampai bagaimana manajemen promosi dan regulasinya.

Dalam HIPMI School of business Purwokerto pelajaran How to manage mendapatkan porsi 5%….

Mari belajar dari 2 Entrepreneur sejati Dunia,

Mereka membangun bisnis yang dijual ke publik. Pengusaha kelas dunia  Bill Gates dengan Microsoftnya lalu  Mack Zuckerberg dengan Facebooknya.

Mereka memperoleh kekayaan super besar bukan karena menjual produk namun mereka menjual perusahaan (saham) kepada masyarakat.

Mindset : “Menciptakan sesuatu dari ketiadaan” …How to create….and How to manage….

Catat;

Pendapatan terbesar adalah dari nilai perusahaan yang terus tumbuh, dan bukan hanya dilihat dari penjualan dan laba yang didapat.

Salam HIKMI PWT

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !