5 Alasan Orang Malas Tinggal di Desa

5 Alasan Orang Malas Tinggal di Desa – Meski sejuk, damai dan asri. Jauh dari hingar-bingar lampu kota dan berisiknya kedaraan bermotor, namun ternyata banyak orang malas tinggal di desa, ini desebabkan karena beberapa faktor seperti kurang meratanya akses pendidikan.

Memang pemerintah dalam hal ini sudah mengalokasikan dana dengan mengeluarakan program dana desa yang nominalnya tidak sedikit, namun kenyataannya tidak banyak perubahan yang ada di desa kondisi desa masih sama seperti dahulu.

Dana desa kebanyakan digunakan hanya untuk membangun fisik, seperti perbaikan jalan atau irigasi, itu pun dilakukan dengan cara bertahap dan tak jarang kegiatan tersebut mangkrak di tengah jalan.

5 Alasan Orang Malas Tinggal di Desa

Suasana di pedesaan

Desa menjadi sumber kesejahteraan masih jauh dari asa, geliat ekonomi seakan tak kasap mata, kebanyakan masyarakatnya hanya bekerja sebagai petani.

Sawah-sawah yang mereka miliki pun tidak terawat dengan baik, tidak banyak ilmu yang mereka bisa untuk menggenjot hasil pertanian yang tersedia.

Banyak alasan-alasan yang menyebabkan orang malas tinggal di desa, berikut ini adalah beberapa ulasannya:

1. Sedikit Lapangan Pekerjaan

Lapangan pekerjaan yang tersedia di desa relatif sedikit, kebanyakan berada di sektor pertanian, atau bekerja sebagai buruh kasar.

Generasi sekarang cenderung tidak berminat bekerja di sektor tersebut, karena bekerja di sektor tersebut harus mengeluarkan banyak tenaga.

Anak jaman sekarang tidak suka bekerja dengan menggunakan fisik, mereka lebih suka bekerja dengan menyalurkan ketrampilan yang ada.

Selain itu tabiat manusia adalah ingin memperbaiki taraf hidupnya, dengan realita yang ada di desa, banyak orang desa yang akhirnya merantau ke kota, untuk dapat memperbaiki nasib mereka.

Mencari lapangan pekerjaan yang didambakan dengan jalan mengadu nasib di kota besar guna meraih cita-cita yang diinginkan.

2. Akses Yang Belum Merata

Salah-satu hal yang menyebabkan orang malas tinggal di desa adalah masih timpangnya akses yang ada di kota dengan yang ada di desa.

Orang kota begitu mudah untuk bisa mengakses pengetahuan dengan berbagai fasilitas yang sudah disediakan.

Salah-satunya adalah akses internet, orang desa mau buka email saja harus pergi ke warnet yang jaraknya tidaklah dekat.

Sementara orang kota akses internet sudah begitu gampang di dapat, mulai dari kantor, sampai cafe-cafe kini banyak menyediakan layanan tersebut.

Kalaupun malas untuk keluar rumah, di kota kini memasang jaringan internet leratif murah, hanya mengeluarkan beberapa ribu per bulan sudah bisa menikmati internet, TV Kabel dan Telephon rumah.

Sedangkan di desa, sudah akses tidak ada, ketika ingin memasang jaringan internet pun relatif susah karena belum tersedianya jaringan telephon.

3. Akses Kesehatan

Di desa akses kesehatan begitu sangat memperhatikan, bayangkan. Satu kecamatan hanya ada satu puskesmas, bandingkan dengan jumlah masyarakatnya?

Puskesmasnya pun relatif kecil paling hanya bisa menampung beberapa puluh orang, tidak hanya itu tenaga medis terbatas dan fasilitasnya hanya ala kadarnya.

Dengan hanya satu puskesmas tak jarang orang yang sakit di desa langsung dirujuk ke kota kabupaten untuk mendapat pertolongan.

Prosesnya begitu ribed orang desa kadang bingung, harus mengurus inilah, harus mengurus itu lah. Belum lagi kalau sudah sampai di rumah sakit, bakalan dianak tirikan.

Walau bagaimana kesehatan merupakan faktor utama manusia, bila kesehatannya tidak terjamin maka yang akan terjadi orang akan malas untuk tinggal disuatu tempat.

4. Minim Hiburan

Manusia manapun memerlukan hiburan untuk sejenak melepaskan beban yang ada, tidak ada manusia kuat di dunia ini yang hidupnya hanya digunakan untuk bekerja saja.

Sebagai manusia biasa jelas kita perlu hiburan, nah masalahnya tidak ada hiburan yang bisa kita akses di desa, belum ada tempat terbuka untuk umum semacam alun-alun.

Hiburan di desa hanya silaturahmi, ketika orang desa jenuh maka dia akan bemain ke rumah temannya untuk hanya sekedar bercerita dan menikmati suguhan yang ada.

Atau ketika ada moment-moment tertentu seperti ada pertunjukan wayang kulit, kontes dangdut atau moment hari kemerdekaan yang kerap kali banyak hal yang dilombakan.

Selain moment-moment tesebut relatif orang desa tidak medapatkan hiburan yang mereka inginkan.

5. Omongan Tetangga

Kelebihan masyarakat desa adalah soal tenggang rasa, masyarakat yang satu dengan yang lain masih begitu peduli.

Kompetensi sosial masih kerap kita saksikan di desa, kepedulian kerap kali hadir antar sesama seperti ketika menengok orang sakit.

Mereka berbondong-bondong untuk hadir, bahkan tak jarang harus menyewa mobil untuk mengangkut masyarakat (rombongan). Karena saking banyaknya orang yang ingin menengok.

Dibalik hal-hal postif di atas, namun terkadang orang desa terlalu ikut campur ke dalam permasalahan orang lain.

Pergunjingan bernada negatif sering kali hadir ditengah-tengah masyarakat desa, mereka meributkan permasalahan orang lain yang kerap kali bukan ranah mereka.

Saling singgung antar warga kerap kali hadir menunjukan eksistensi. Persaingan secara tidak langsung sering terlihat di desa. Semisal tetangga membeli sepeda motor baru.

Tetangga yang lain ada yang ngomong “Halah itu motor, pasti motor kreditan, tunggu saja beberapa bulan pasti dicabut karena tidak kuat mencicil setoran”.

Dan beberapa omongan-omongan negatif yang menjadikan sebagian manusia malas untuk tinggal di desa.

Demikian artikel berjudul 5 alasan orang malas tinggal di desa. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Hal di desa yang jarang ada di kota

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !