7 Hal Menarik Tentang Hatta

7 Hal Menarik Tentang Hatta
Ilustrasi Bung Hatta

7 Hal Menarik Tentang Hatta – Wakil Presiden Pertama Indonesia ini memang berbeda dari orang pada masanya, perilakunya aneh sedari kecil, tergolong orang yang teliti dan rapi.

Pernah suatu hari Hatta membeli blocknote, namun belum sempat digunakan olehnya, ternyata blocknote yang dia beli sudah digunakan oleh pamannya.

Seketika itu juga Hatta marah terhadap pamannya, pamannya pun meminta maaf dan Hatta menangis tak kunjung henti karena melihat Hatta seperti itu pamannya berjanji akan membelikan blocknote yang jauh lebih bagus.

7 Hal Menarik Tentang Hatta
Ilustrasi Bung Hatta

Namun apa yang terjadi? Hatta tetap menolak malahan tangisannya semakin keras, Hatta merasa kecewa dengan pamannya karena memakai blocknotenya tanpa bilang terlebih dahulu.

Itulah sekilas gambaran mengenai menariknya Hatta, sekarang mari kita ulas hal-hal menarik lainya:

1. Tak Membalas Meski Dikasari

Hatta kecil terkenal pribadi yang sangat disiplin, bahkan ia pun kerap menuntut orang lain untuk bersikap demikian.

Setiap kali orang yang meminjam bukunya harus dikembalikan tepat waktu, jika terlambat Hatta marah dan biasanya orang tersebut akan mendapatkan hukuman berupa tak boleh lagi meminjam bukunya.

Meski Hatta berperilaku demikian ia sebenarnya baik hati, contoh sewaktu kecil ia bermain sepak bola, ada teman yang bermain kasar. Namun dia tidak marah, malahan ia mengingatkan kepada lawanya untuk bermainlah secara sportif.

2. Tak Pernah Absen ke Surau

Lahir dali keluarga ulama membuat Hatta tumbuh dengan sikap yang religious, ia merupakan orang yang taat beribadah.

Pelajaran Agama ia peroleh dari Syekh Djamil Djambek, ia belajar mengaja hingga khatam membaca Alquran.

Hatta tergolong anak yang pandai dan rajin dalam mengaji ia tidak pernah absen ke Surau selama proses pendidikan Agama dilakukan.

3. Gemar Bermain Sepak Bola

Masa kecil Hatta tidak hanya diisi oleh ilmu dan Agama saja, namun seperti laki-laki pada umunya ia pun senang bermain.

Sepak bola merupakan permainan kesukaanya, Hatta juga tergabung dalam klub sepak bola bernama Young Fellow, yang pemainya terdiri dari anak-anak Belanda dan pribumi.

Klub ini pernah menjuarai liga Sumatra selama tiga tahun berturut-turut, dan Hatta menjadi salah-satu pemain penting dalam klub tersebut sebagai gelandang tengah dan sesekali menjadi bek.

4. Hanya Dua Tahun di Sekolah Rakyat

Hatta menghabiskan sebagian besar waktu kecilnya untuk belajar, ia sudah menguasai beberapa kosakata asing, siang hari belajar di Sekolah Melayu Paripat, sorenya ia les Bahasa Belanda.

Kegilaanya terhadap ilmu ditopang oleh keluarganya, hanya dua tahun ia di sekolah rakyat lalu kemudian pindah ke sekolah ELS, sekolah dasar untuk anak-anak Belanda di Bukittinggi.

5. Suka Kerapian dan Keteraturan

Hatta kecil hidup sangat rapi dan teratur. Salah-satunya soal uang saku yang diberikan oleh neneknya. Uang itu akan disusunnya sedemikian rupa di atas meja tulisnya. Bila dirasa sudah cukup maka akan dimasukan ke Tabungan.

Uniknya kalau ada orang yang menukar susunan uang itu, ia akan mengetahui, pun dengan barang-barang lain. apalagi buku-bukunya.

6. Aktif di Organisasi

Kecintaan Hatta dengan organisasi sudah tumbuh sejak usia 15 tahun dengan mulai aktif di Jong Sumatranen Bond (JSB) atau Perkumpulan Pemuda Sumatra.

Aktif di organisasi membuat Hatta mempunyai kesadaran bermasyarakat tinggi, hal tersebut ia peroleh dari pergaulannya dengan para aktivis Serikat Usaha, Semacam kamar dagang lokal.

Nalar kritisnya mulai terbentuk ketika itu, ia mulai menyadari tentang ketidakadilan yang banyak dialami oleh masyarakat pribumi.

7. Akrab dengan Ayah Tiri

Ketika Hatta berusia delapan bulan ia sudah harus ditinggal oleh ayahnya, Haji Muhammad Djamil meninggal dalam usia 30 tahun.

Kemudian ibunya menikah lagi dengan Haji Ning, seorang pedagang yang berasal dari Sumatra Selatan.

Hubungnya Hatta dengan ayah tirinya sangat dekat, layaknya hubungan ayah dan anak kandung, sampai-sampai Hatta mengira bahwa Haji Ning merupakan ayah kandungnya.

Pada usia 10 tahun Hatta mengetahui bahwa Haji Ning ternyata bukan ayah kandungnya, namun itu tidak membuat keduanya menjadi bejarak. Melainkan malah semakin dekat karena memang Haji Ning juga begitu menyanyangi Hatta.

Demikian beberapa hal menarik tentang Hatta, semoga bermanfaat !

About Agus Prasetio 135 Articles

Seorang manusia biasa terlahir dari orang tua yang sangat luar biasa, Bapak Jaya Sumitro dan Ibu Jawen

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*