7 Kekuatan untuk Meraih Impian

7 Kekuatan untuk Meraih Impian – Manusia adalah makhluk yang paling sempurna, manusia dianugerahi oleh Tuhan kekuatan yang luar biasa yang kebayakan tidak diketahui oleh manusia itu sendiri. Berikut adalah kekuatan-kekuatan manusia untuk memperoleh impian / keinginannya :

7 Kekuatan untuk Meraih Impian

1. Power of Dreams (Kekuatan Impian)

Jika ingin sukses maka kita diwajibkan untuk mempunyai mimpi/keinginan. Dengan menentukan mimpi berarti kita telah menentukan tujuan kita. Setelah kita menentukan tujuan barulah kita akan mencari jalan yang akan membawa kita ke tujuan tersebut. Tanpa mimpi sebagai tujuan yang jelas kitapun akan berjalan pula secara tidak jelas. Tetapkanlah mimpi seindah-indahnya dan setinggi-tingginya. Tak usah memikirkan apakah mimpi itu akan terwujud atau tidak. Pokoknya bermimpilah!.

2. Power of Focus (Kekuatan Fokus)

Pernah anda menembak/memanah? Ya seperti itulah kira-kira yang anda lakukan terhadap impian yang telah ditentukan. Saat kita menembak/memanah mata dan pikiran kita akan tefokus pada sasaran, tak peduli apa yang terjadi disekeliling. Kamu juga akan fokus dan setia terhadap keinginanmu dan tidak peduli lagi pada selain itu. Untuk meraih mimpi, pastikan hasrat bermimpimu tetap terjaga sampai mimpi itu benar-benar terjaga. Sekali lagi, pastikan semangatmu tetap membara!.

Baca juga : Berfikir positif untuk kehidupan yang lebih baik

3. Power of Discipline (Kekuatan Disiplin)

Untuk meraih mimpi pastilah harus kita usahakan. Usaha itu juga tidak boleh asal-asalan dan semaunya. Ibaratnya kita memotong kayu besar dengan sebuah kampak, semakin banyak intensitas ayunan kampak itu ke kayu maka semakin cepat pula kayu itu akan terpotong. Sebaliknya kalau semakin malas dan menunda-nunda maka kayu itu akan semakin lama  terpotong. Itulah kekuatan disiplin, kita harus berani mengalahkan sifat malas, kita harus menang melawan diri sendiri. Dan ingat, menunda-nunda pekerjaan berarti menunda-nunda keberhasilan!.

4. Power of Learning (Kekuatan Pembelajaran)

Saat kita telah menentukan mimpi, segeralah mencari referensi sebanyak-banyaknya yang berkaitan dengan mimpimu tersebut. Lalu mulailah berhubungan dengan orang yang berkaitan. Manfaat referensi adalah untuk membangun pengetahuan, sedangkan orang adalah sebagai guru yang dapat kita ambil pelajaran mengenai teknis-teknis yang akan kita lakukan. Dengan banyak belajar, kamu akan tahu banyak hal&banyak cara. Dengan mengetahui cara, pasti kamu juga akan mudah dalam menggapai mimpi. Belajar bukan hanya diotak saja, tapi belajar juga bisa didefinisikan ketika kita melakukan (action) . Berfikir, lakukan, pelajari!

5. Power of Survival (Kekuatan Tantangan)

Meraih mimpi sama saja dengan memanjat sebuah gunung. Semakin tinggi mimpi itu maka akan semakin berat juga tantangan yang akan dihadapi. Tantangan bisa jadi dari luardan dalam diri sendiri, misalnya sistem yang tidak adil, tertwaan orang lain, gengsi, dan lain sebagainya. Mau tidak mau kita harus mau menjalaninya, bisa atau tidak bisa kita harus bisa menghadapinya.

Bagaimana jika gagal? Bahlan berkali-kali? Saya tidak pernah mendengar seorangpun ilmuan / pengusaha yang langsung berhasil dan tidak pernah gagal. Dengan gagal, berarti kita akan belajar suatu hal. Dengan gagal berate kamu tahu kelemahanmu dan kamu akan memperbaikinya. Ingat, tantangan pasti ada, pilihannya cuma ada dua, menyerah atau hadapi, jadi pecundang atau jadi pemenang!

6. Power of Mind (Kekuatan Pikiran)

Pikiran adalah anugerah Tuhan yang paling besar dan paling terindah. Dengan memahami cara bekerja dan mengetahui bagaimana cara mendayagunakan kekuatan pikiran, kita dapat menciptakan hal-hal terbaik bagi kehidupan kita.Terhadap mimpimu tanamkanlah keyakinan seyakin-yakinnya bahwa mimpimu itu akan terwujud. Jangan pernah terbesit rasa ketidakyakinan sedikitpun terhadap apa yang kamu cita-citakan itu.

Baca juga : Usiamu mulai dewasa, siap dengan pertanyaan ini

7. Power of Love (Kekuatan Cinta)

Kadang kita terlalu sederhana menafsirkan kata cinta, kata cinta biasanya terdefinisikan hanya untuk interaksi asmara terhadap lawan jenis. Padahal hakikatnya mempunyai makna yang jauh lebih dalam. Cinta hakikatnya adalah hubunganmu dengan Tuhan. Dekatlah kepada-Nya, buatlah kamu dan Tuhanmu saling mencintai. Maka Tuhan pasti akan member apapun keinginanmu.

-RianNova-

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !