Al-Qur’an Dan Hadits Tentang Ikhlas Dan Niat Dalam Segala Perilaku Kehidupan

Al-Qur’an Dan Hadits  Tentang Ikhlas Dan Niat Dalam Segala Perilaku Kehidupan

Al-Qur'an Dan Hadits  Tentang Ikhlas Dan Niat Dalam Segala Perilaku Kehidupan
Al-Qur’an Dan Hadits  Tentang Ikhlas Dan Niat Dalam Segala Perilaku Kehidupan
1) Al-Bayyinah : 5
قال اللّه تعالى : وماأمرواالاّليعبدوااللّه مخلصين له الدّين حنفاءويقيمواالصّلاةويؤتواالزّكوةوذلك دين القيّمة٠
Allah Ta’ala berfirman : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat ; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”
2)Al-Hajj : 37
وقال تعالى : لن ينال اللّه لحومهاولادماؤهاولكن يناله التّقوى منكم٠
Allah Ta’ala berfirman : “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaanmulah yang dapat mencapainya.”
3) Ali Imron : 29
وقال تعالى : قل إن تخفوامافى صدوركم اوتبدوه يعلمه اللّه٠
Allah Ta’ala berfirman : “Katakanlah, Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, pasti Allah mengetahuinya.”

4) HR. Bukhari dan Muslim

وعن أميرالمؤمنين أبى حفص عمربن الخطّاب ببن نفيل بن عبدالعزّى بن رياح ابن عبداللّه بن قرط بن رزاح بن عدى ّبن كعب بن لؤى ّبن غالب القرشى ّالعدوى ّرضى اللّه عنه قال : سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم يقول : انّماالاعمال بالنّيّات وانّمالكلّ امرءمانوى فمن كانت هجرته إلى اللّه ورسوله فهجرته إلى اللّه ورسوله ، ومن كانت هجرته لدنيايصيبهاأوامرأةينكحهافهجرته إلى ماهجراليه٠متفق على صحّته
Dari Amiril Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khathab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adiy bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib Al-Qurasyiy Al-Adawiy ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : “Setiap amal disertai dengan niat. Setiap amal seseorang tergantung dengan apa yang diniatkannya. Karena itu, siapa saja yang hijrahnya (dari Makkah ke Madinah) karena Allah dan Rasul-Nya (melakukan hijrah demi mengagungkan dan melaksanakan perintah Allah dan utusan-Nya), maka hijrahnya tertuju kepada Allah dan Rasul-Nya (diterima dan diridhai Allah). Tetapi siapa saja yang melakukan hijrah demi kepentingan dunia yang akan diperolehnya, atau karena perempuan yang akan dinikahinya maka hijrahnya sebatas kepada sesuatu yang menjadi tujuannya (tidakditerima oleh Allah).”

5) HR. Bukhari dan Muslim
وعن أمّ المؤمنين أمّ عبداللّه عاءشة رضى اللّه عنهاقالت : قال رسول اللّه : يغزوجيش الكعبةفاذاكانواببيداءمن الارض يخسف بأوّلهم وآخرهم قالت قلت يارسول اللّه كيف يخسف باوّلهم وآخرهم وفيهم أسواقهم ومن لس منهم ؟ قال : يخسف باوّلهم وآخرهم ثمّ يبعثون على نيّاتهم٠متفق عليه ، هذالفظ البخارى
Dari Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Ada sekelompok pasukan yang akan menyerang Ka’bah, namun ketika mereka sampai ditanah lapang, maka mereka dibinasakan dari muka sampai yang paling belakang. Aisyah bertanya : “Wahai Rasulullah, bagaimana mereka dibinasakan dari depan sampai yang paling belakang, padahal di antara mereka ada orang yang berbelanja serta ada pula orang yang bukan dari golongan mereka?” Beliau menjawab : “Mereka dibinasakan dari depan sampai yang paling akhir, kemudian mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niatnya masing-masing.”
6) HR. Bukhari dan Muslim
وعن عاءشة رضى اللّه عنهاقالت : قال النّبى ّصلى اللّه عليه وسلّم : لاهجرةبعدالفتح ولكن جهادونيّة واذااستنفرتمفانفروا (متفق عليه) ٠
Dari Aisyah ra., ia berkata : “Tidak ada hijrah lagi setelah dibukanya kota Makkah, tetapi yang ada adalah jihad (berjuang dijalan Allah) dan niat untuk selalu berbuat baik. Oleh karena itu, jika kalian dipanggil untuk berjuang, maka berangkatlah !”

7) HR. Bukhari dan Muslim

وعن ابى عبداللّه جابربن عبداللّه الانصارى ّرضى اللّه عنهماقال : كنّامع النّبى ّفى غزاةفقال إنّ بالمدينةلرجالاماسرتم مسيراولاقطعتم وادياالاّكانوامعكم حبسهم المرض ، وفى روايةالاّشركوكم فى الأجر(رواه مسلم)٠
Dari Abu Abdillah Jabir bin Abdillah Al-Anshariy ra., ia berkata : “Kami bersama Nabi saw. dalam salah satu peperangan, kemudian beliau bersabda : “Sesungguhnya di Madinah ada beberapa orang, apabila kalian menempuh perjalanan atau menyeberangi lembah, mereka senantiasa mengikuti, sedangkan yang menghalangi mereka hanyalah sakit.” Dalam salah satu riwayat disebutkan, Rasulullah bersabda : “Melainkan mereka selalu menyertai kalian di dalam mencari pahala.”

8) HR. Bukhari
وعن انس رضى اللّه عنه قال : رجعنامن غزوةتبوك مع النّبى ّصلّى اللّه عليه وسلّم انّ اقواماخلفنابالمدينةماسلكناشعباولاوادياالاّوهم معناحبسهم العدر (رواه البخارى )٠
Dari Anas ra., ia berkata : “Kami bersama-sama dengan Nabi saw. kembali dari peperangan Tabuk, kemudian beliau menjelaskan : “Sesungguhnya masih ada beberapa kaum atau orang yang kami tinggalkan di Madinah, mereka senantiasa menyertai kita, baik sewaktu keluar masuk pedusunan maupun sewaktu menyeberangi lembah, yang menghalangi mereka hanya uzur.”
9) HR. Bukhari
وعن أبى يزيدمعن بن يزيدبن الأخنس رضى اللّه عنهم وهووأبوه وجدّه صحابيّون قال : كان أبى يزيداخرج دنانيريتصدّق بهافوضعهاعندرجل فى المسجدفجءت فأخذتهافأتيته بهافقال واللّه ماإيّاك أردت فخاصمته إلى رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم فقال لك مانويت يايزيدولك ماأخذت يامعن (رواه البخارى )٠
Dari Abu Yazid Ma’an bin Yazid bin Al-Akhnas ra. ia berkata : “Ayahku Tazid biasa mengeluarkan beberapa dinar untuk disedekahkan, dan dipercayakan kepada seseorang di masjid untuk membaginya. Kemudian aku pergi ke masjid untuk meminta dinar itu, dan menunjukkan kepada ayahku, lalu ayahku berkata : “Demi Allah, dinar itu tidak aku sediakan untukmu.” Peristiwa itu kemudian aku sampaikan kepada Rasulullah saw., maka beliau bersabda : “Bagimu apa yang kamu niatkan hai Yazid, dan bagimu apa yang kamu ambil hai Ma’an.

10) HR. Bukhari dan Muslim
وعن أبى إسحاق سعدبن أبى وقّاص مالك بن اهيب بن عبدمناف بن زهرةبن كلاب بن مرّةبن كعب بن لؤى ّالقرشى ّالزّهرى ّرضى اللّه عنه أحدالعشرةالمشهودلهم بالجنّةرضى اللّه عنهم قال : جاءنى رسول اللّه يعودنى عام حجّةالوداع من وجع اشتدّبى ، فقلت يارسول اللّه انّى قدبلغ بى من الوجع ماترى واناذومال ولايرثنى الاّابنة لى افأتصدّق بثلثى مالى ؟ قال لاقلت فالشّطريارسول اللّه ؟ فقال لاقلت فالثّلث يارسول اللّه ؟ قال الثّلث والثّلث كثيراوكبرأن تذرورثتك أغنياءخيرمن أن تذرهم عالةيتكففّون انّاس وانّك لن تنفق نفقةتبتغى بهاوجه اللّه الاّأجرت عليهاحتّى ماتجعل فى امرأتك قال فقلت يارسول اللّه أخلّف بعدأصحابى ؟ قال: انك لن تخلّف فتعمل عملاتبتغى به وجراللّه الاّازددت به درجةورعةولعلّك أن تخلّق حتّى ينتفع بك اقوام ويضرّبك آخرون اللّهمّ امض لأصحابى هجرتهم ولاتردّهمعلى اعقابهم لكن الباءس سعدبن خولةيرثى له رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم أن مات بمكّة (متفق عليه)٠
Dari Abu Ishaq Sa’ad bin Abi Waqqash Malik bin Uhaib bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay Al-Qurasyiy Az-Zuhriy ra. (beliau salah seorang dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga), ia berkata : “Rasulullah saw. menjenguk saya ketika haji Wada’, karena sakit keras, kemudian saya berkata : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya sakit saya sangat keras sebagaimana yang engkau lihat, sedangkan saya mempunyai harta yang cukup banyak dan yang mewarisi hanyalah seorang anak perempuan. Bolehkah saya sedekahkan dua pertiga dari harta saya itu ?” Beliau menjawab : “Tidak boleh”. Saya bertanya lagi : “Bagaimana kalau separuhnya ?” Beliau menjawab : ” Tidak boleh”. Saya bertanya lagi : “Bagaimana kalau sepertiganya ?” Beliau menjawab : “Sepertiganya itu banyak dan cukup besar. Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu kaya, itu lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan miskin, sehingga mereka terpaksa meminta-minta kepada sesama manusia. Sesungguhnya apa yang kamu nafkahkan dengan maksud untuk mencari ridha Allah pasti kamu diberi pahala, termasuk apa yang dimakan oleh isterimu.” Kemudian saya bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah saya akan segera berpisah dengan kawan-kawanku ?” Beliau menjawab : “Sesungguhnya kamu belum akan berpisah. Kamu masih akan menambah amal yang kamu niatkan untuk mencari ridha Allah, sehingga akan bertambah derajat dan keluhuranmu. Dan barangkali kamu akan segera meninggal setelah sebagian orang dapat mengambil manfaat darimu, sedangkan yang lain merasa dirugikan olehmu.” Seraya berdoa Abu Ishak berkata : “Ya Allah, mudah-mudahan sahabat-sahabatku dapat melanjutkan hijrah mereka dan janganlah engkau mengembalikan mereka ketempat yang mereka tinggalkan, tetapi kasihan si Sa’ad bin Kaulah yang selalu disayangkan oleh Rasulullah karena ia mati di Makkah.”

(Ceria Nur Rohmah)

Tinggalkan komentar