Alat dan Prinsip Sterilisasi

Alat dan Prinsip Sterilisasi – Anda akan penelitian, atau sedang melakukan riset dimana Anda akan melibatkan proses sterilisasi. Berikut penulis sampaikan beberapa alat-alat untuk sterilisasi beserta dengan prinsip sterilisasi alat-alat tersebut. semoga ini dapat membantu Anda semua dalam pekerjaan. Pengenalan alat dan Teknik Laboratorium Mikrobiologi sangat penting fungsinya untuk menunjang riset yang sedang Anda lakukan.

(1) Oven

Cara Kerja :

  1. Bungkus alat-alat gelas dengan menggunakan kertas atau alumunium foil.
  2. Atur pengatur suhu oven menjadi 180°C dan alat di sterilkan 2-3 jam.

Prinsip Kerja :

  1. Oven merupakan alat sterilisasi dengan menggunakan Uap Panas Kering.
  2. Protein mikroba akan mengalami dehidrasi hingga terjadi kekeringan, selanjutnya teroksidasi oleh oksigen di udara sehingga menyebabkan matinya mikroba.

Spesifikasi Alat :

  1. Merupakan alat untuk mensterilisasi alat dan bahan.
  2. Tidak semua bahan dapat disterilisasi dengan oven seperti serum, vitamin, antibiotic, dan enzim.
  3. Tidak menimbulkan embun/kondensasi pada alat yang disterilisasi karena menggunakan uap panas kering.
  4. Dapat digunakan sebagai incubator

(2) Autoklaf

Cara Kerja :

  1. Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air dalam autoklaf. Jika air kurang dari batas yang ditentukan, maka dapat ditambah air sampai batas tersebut. Gunakan air hasil destilasi, untuk menghindari terbentuknya kerak dan karat.
  2. Masukkan peralatan dan bahan. Jika mensterilisasi botol bertutup ulir, maka tutup harus dikendorkan,
  3. Tutup autoklaf dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman agar tidak ada udara yang keluar dari bibir autoklaf. Klep pengaman jangan dikencangkan terlebih dahulu.
  4. Atur timer dengan waktu minimal 15 menit pada suhu 121°C, kemudian nyalakan autoklaf.
  5. Tunggu sampai air mendidih sehingga uapnya memenuhi kompartemen autoklaf dan terdesak keluar klep pengaman. Kemudian klep pengaman ditutup (dikencangkan) dan tunggu sampai selesai. Perhitungan waktu 15’ dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm.
  6. Jika alarm tanda selesai berbunyi, maka tunggu tekanan dalam kompartemen turun hingga sama dengan tekanan udara di lingkungan (jarum pada preisure gauge menunjuk ke angka nol. Kemudian klep-klep pengaman dibuka dan keluarkan isi autoklaf dengan hati-hati

Prinsip Kerja :

Autoklaf merupakan alat sterilisasi dengan menggunakan Uap Panas Bertekanan. Yaitu mempunyai tekanan 2 atm/ 15 psi (pounds per square inci) dan suhu 121°C selama 15 menit untuk bahan dan 20 menit untuk alat.

Alat dan Prinsip Sterilisasi

 

Spesifikasi Autoklaf :

  1. Autoklaf merupakan alat untuk mensterilisasi alat dan bahan dalam waktu yang cukup singkat.
  2. Dapat langsung mematikan sel-sel vegetative dari suatu mikroba.
  3. Tidak semua bahan bisa disterilisasikan dengan autoklaf, seperti serum, vitamin, antibiotic, dan enzim

(3) Tyndalisasi

Cara Kerja :

  1. Bahan dimasukkan ke dalam Erlenmeyer atau botol dan ditutup rapat dengan sumbat atau alumunium foil.
  2. Erlenmeyer/botol lalu dimasukkan ke dalam alat sterilisasi (alat standar menggunakan Arnold Steam Sterilizen atau dandang).
  3. Nyalakan sumber panas dan tunggu hingga thermometer menunjukkan suhu 100°C kemudian hitung waktu mundur hingga 30 menit (uap panas yang terbentuk akan mematikan mikroba).
  4. Setelah selesai alat sterilisasi dimatikan dan bahan yang steril dikeluarkan.
  5.  Setelah 24 jam, bahan tersebut di sterilkan lagi dengan cara yang sama, sedang waktu ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan spora atau sel vegetative yang belum mati untuk tumbuh sehingga mudah dibunuh.

Prinsip kerja :

Tyndalisasi merupakan alat sterilisasi dengan menggunakan prinsip kerja seperti pengukusan

Spesifikasi Tyndalisasi :

  1. Digunakan untuk bahan yang tidak tahan panas dan bertekanan tinggi seperti susu (menyebabkan koagulan).
  2. Membutuhkan waktu yang lama (3x pengulangan).
  3. Filtrasi (Sartorius Membrane Filter)

Cara Kerja :

  1. Sterilkan saringan (dapat menggunakan saringan Bekerfeld, Chamberland Zeitz), membrane penyaring (kertas saring) dan Erlenmeyer penampung.
  2. Pasang atau rakit alat-alat tersebut secara aseptis , lalu isi corong dengan larutan yang disterilkan.
  3. Hubungkan katup Erlenmeyer dengan pompa vacuum kemudian hidupkan pompa.
  4. Setelah semua larutan melewati membrane filter dan tertampung di Erlenmeyer, maka larutan dapat dipindahkan ke dalam gelas penampung lain yang sudah steril dan tutup dengan kapas atau alumunium foil yang steril

Prinsip Kerja:

Sartorius Membran Filter merupakan alat untuk sterilisasi dengan menggunakan prinsip filtrasi (penyaringan).

Spesifikasi alat:

  1. Dapat digunakan untuk bahan-bahan yang mudah rusak, mudah menguap, dan tidak tahan panas.
  2. Tidak dapat digunakan untuk menserilisasi alat.
  3. Virus masih ada pada bahan karena virus tidak dapat disaring dengan metode ini

(4) BSC

Cara Kerja:

  1. Hidupkan lampu UV selama 2 jam, selanjutnya matikan segera sebelum mulai bekerja.
  2. Pastikan kaca penutup terkunci dan pada posisi terendah.
  3. Nyalakan lampu neon dan blower.
  4. Biarkan selama 5 menit.
  5. Cuci tangan dan lengan dengan sabun germisidal / alcohol 70%.
  6. Usap permukaan interior BSC dengan alcohol 70% atau disinfektan cocok dan biarkan menguap.
  7. Masukkan alat dan bahan yang akan dikerjakan, jangan terlalu penuh (overload) karena memperbesar resiko kontaminan.
  8. Atur alat dan bahan yang telah dimasukkan ke BSC sedemikian sehingga efektif dalam bekerja dan tercipta areal yang benar-benar steril.
  9. Jangan menggunakan pembakar Bunsen dengan bahan bakar alcohol tetapi gunakan yang berbahan bakar gas.
  10. Kerja aseptis dan jangan sampai pola aliran udara terganggu oleh aktivitas kerja.
  11. Setelah selesai bekerja, biarkan 2-3 menit supaya komtaminan tidak keluar dari BSC.
  12.  Usap permukaan interior BSC dengan alcohol 70% dan biarkan menguap lalu tangan dibasuh dengan desinfektan.
  13. Matikan lampu neon dan blower

Prinsip Kerja:

BSC merupakan alat untuk mensterilisasi alat dan bahan dengan menggunakan teknik pengaturan udara dan adanya penyinaran UV. sistem kerja ini sangat erat hubungannya dengan kontaminasi mikroorganisme. Alat Ini juga penting dalam proses Pembuatan Media Pertumbuhan Mikrobiologi agar tidak terjadi kontaminasi.

Spesifikasi alat:

  1. Dapat dilakukan untuk kerja aseptis.
  2. Resiko kontaminan kecil karena adanya pengaturan udara dan sinar UV.
  3. Tidak dapat langsung digunakan karena harus adanya penyinaran UV selama 2 jam terlebih dahulu.

Semoga Artikel Ini Bermanfaat

Baca juga : Penjelasan Mikroskop

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !