Kamu Petani Kentang, Coba Analisis Finansial Keuntungannya

Analisis Finansial Budidaya Kentang – Analisis finansial budidaya kentang yang dilakukan misalnya oleh petani kentang di daerah A, ini hanya simulasi sederhana, terdiri dari analisis biaya produksi, analisisis penerimaan, analisis keuntungan, analisis Break Even Point (BEP) dan analisis Revenue Cost Ratio (R/C).

Sebelumnya kita chyrun telah membahas tentang Panduan Budidaya Tanaman Kentang dan kemudian dilanjutkan dengan Proses Kegiatan Pascapanen Kentang, kini tibalah di sesi terakhir yaitu Analisis Finansial Budidaya Kentang.

Kriteria yang digunakan dalam analisis finansial budidaya kentang adalah sebagai berikut:

1.    Luas lahan yang digunakan untuk budidaya adalah 5000 m2.
2.    Periode analisis usaha kentang selama 4 bulan.
3.    Penjualan kentang sebanyak 7000 kilogram.
4.    Harga jual yang digunakan petani adalah  Rp5.500,00.
5.    Tenaga kerja yang digunakan adalah tenaga kerja harian yaitu untuk pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan.

Rincian analisis budidaya kentang petani Desa A adalah sebagai berikut:

1. Analisis Biaya

Biaya Tetap Produksi

Biaya tetap didefinisikan sebagai biaya yang relatif tetap jumlahnya, dan terus dikeluarkan walaupun produksi yang diperoleh banyak atau sedikit. Jadi besarnya biaya tetap ini tidak tergantung pada besar kecilnya produksi yang diperoleh. Biaya tetap budidaya kentang meliputi biaya sewa lahan dan penyusutan peralatan. Biaya penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus tanpa nilai sisa.

Buah hasil budidaya kentang

Nilai sisa atau nilai residu aktiva dianggap nol rupiah karena taksiran berbagai peralatan pada akhir masa manfaat tidak bernilai.

Biaya Variabel

Biaya variabel didefinisikan sebagai biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh produksi yang diperoleh. Biaya variabel untuk budidaya kentang seluas 5.000 m2 meliputi biaya pembelian bibit, biaya tenaga kerja, biaya pupuk, biaya pestisida, pengait mulsa, tali rafia dan bensin.

Benih yang digunakan untuk budidaya kentang dilahan seluas 5.000 m2 yaitu 700 kilogram dengan harga per kilogram Rp18.000,00. Musim tanam selanjutnya petani menggunakan benih perbanyakan sendiri dari hasil panen kentang yang berukuran DN dan rindil.

Biaya tenaga kerja digolongkan ke dalam biaya variabel karena tenaga kerja yang melakukan kegiatan budidaya kentang merupakan tenaga tidak tetap dengan sistem upah yang disesuaikan dengan hari kerja. Besarnya upah disesuaikan dengan jenis kelamin pekerja, apabila pekerja laki-laki upahnya yaitu Rp30.000,00 dan perempuan upahnya Rp25.000,00.

Biaya pupuk meliputi pupuk kotoran ayam dan pupuk Ponska. Biaya pestisida meliputi fungisida, insektisida, zat perekat dan pengatur tumbuh umbi. Penyemprotan hama dan penyakit dilakukan 18 kali dalam satu kali musim.

Total biaya variabel yang dikeluarkan petani untuk memproduksi kentang seluas 5.000 meter persegi yaitu sebesar Rp20.745.700.

Total Biaya

Total biaya merupakan keseluruhan biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk menghasilkan produk. Total biaya merupakan penambahan total biaya tetap dengan total biaya variabel. Total biaya yang dikeluarkan petani untuk membudidayakan kentang sampai dengan panen yaitu Rp23.921.422,00.

TC = TFC+TVC
TC = Rp3.175.722,00 + Rp20.745.700,00
TC = Rp23.921.422,00

2. Analisis Penerimaan

Penerimaan merupakan hasil penjualan barang yang telah diproduksi yaitu hasil kali antara harga jual dengan jumlah barang yang dijual. Penerimaan petani untuk produk kentang seluas 5.000 m2 ukuran AB dan C atau XL dan Medium yaitu sebesar Rp38.500.000,00

TR = P x Q
TR = Rp5.500,00 x 7000
TR = Rp38.500.000,00

3. Analisis Keuntungan

Keuntungan atau laba merupakan selisih dari penerimaan hasil penjualan produk dengan seluruh biaya yang digunakan dalam menghasilkan produk. Keuntungan yang diperoleh dari budidaya kentang yaitu sebesar Rp14.578.578,00.

Keuntungan  = TR – TC
Keuntungan  = Rp38.500.000,00 – Rp23.921.422,00
Keuntungan = Rp14.578.578,00

4. Analisis Titik Impas atau Break Even Point (BEP)

a. BEP dalam Unit

BEP atau titik impas dalam unit merupakan jumlah minimal yang harus diproduksi dan dijual oleh petani agar tidak mengalami kerugian maupun memperoleh keuntungan. Titik impas dalam unit untuk kentang yaitu sebesar 4.349,35 kilogram. Artinya, petani harus memproduksi dan menjual kentang sebanyak 4.349,35 kilogram agar petani berada pada titik impas. Apabila petani memproduksi dan menjual kentang lebih sedikit dari 4.349,35 kilogram maka petani akan mendapatkan kerugian. Sedangkan apabila petani memproduksi dan menjual kentang lebih banyak dari 4.349,35 kilogram, maka petani akan memperoleh laba atau keuntungan.

BEP unit (Q)=(Biaya total (TC))/(Harga (P))
BEP unit (Q)=Rp23.921.422,00/RP5.500,00
BEP unit (Q)=4.349,35 kg

b. BEP Penerimaan

BEP penerimaan menunjukkan penerimaan yang harus diperoleh oleh petani agar berada pada posisi impas yaitu tidak mengalami kerugian dan memperoleh keuntungan. Titik impas penerimaan kentang oleh petani yaitu sebesar Rp23.921.425,00. Artinya, petani harus memperoleh penerimaan sebesar Rp23.921.425,00 agar berada pada posisi impas. Apabila petani memperoleh penerimaan lebih kecil dari Rp23.921.425,00 maka petani akan mendapatkan kerugian. Sedangkan apabila petani memperoleh penerimaan lebih besar dari Rp23.921.425,00 maka petani akan memperoleh laba atau keuntungan.

BEP penerimaan (Rp)    = P x Q BEP
BEP penerimaan (Rp)    = Rp5.500 x 4.349,35
BEP penerimaan (Rp) = Rp23.921.425,00

5. Analisis Kelayakan Usahatani atau Revenue Cost Ratio

Revenue cost ratio atau perbandingan penerimaan dan biaya menjadi indikator apakah usaha tani tersebut menguntungkan atau tidak. Nilai R/C Ratio budidaya kentang yaitu sebesar 1,6. Nilai R/C Ratio lebih dari 1, hal tersebut menunjukkan bahwa budidaya yang dijalankan memberikan keuntungan sehingga layak untuk diusahakan.

R⁄(C= TR/TC)
R⁄(C= Rp38.500.000,00/Rp23.921.422,00)
R⁄(C=1,6).

Itulah simulasi sederhana dari Analisis Finansial Budidaya Kentang, semoga bermanfaat bagi para petani kentang dan menjadi gambaran yang jelas bagaimana melakukan perhitungan analisis finansial atau keuangan dalam usaha budidaya kentang.

Simpan

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !