Ilmiah

Analisis Nitrat, Fosfat dan Kalium

1. Analisis Kandungan Nitrat (Destilasi)

Analisis kandungan nitrat mengacu pada Sulaeman et al. (2005), yaitu sampel limbah cair tapioka ditambah dengan akuades hingga volume 100 ml. Siapkan penampung destilat yaitu 10 ml asam borat 1% dalam erlenmeyer 100 ml yang dibubuhi dengan tiga tetes indikator Conway. Destilasikan dengan menambahkan 2 g Devarda alloy, destilasi dimulai tanpa pemanasan supaya buih tidak meluap. Setelah buih habis, pemanasan dimulai dari suhu rendah, setelah mendidih suhu dinaikkan menjadi normal. Destilasi selesai jika volume cairan dalam erlenmeyer sudah mencapai 75 ml. Destilat dititrasi dengan larutan baku H2SO4 0,05 N, hingga titik akhir (warna larutan berubah dari hijau menjadi merah jambu muda). Data kandungan nitrat yang diperoleh dicatat. Analisis kandungan nitrat dilakukan di awal dan akhir penelitian.

2. Analisis Kandungan Fosfat (Kolorimetri)

Analisis kandungan fosfat mengacu pada Sulaeman et al. (2005), yaitu sampel limbah cair tapioka ditambah dengan 5 ml HNO3 dan 0,5 ml HClO4, dihomogenkan lalu didiamkan. Panaskan pada block digestor dari suhu 100˚C, setelah uap kuning habis, suhu dinaikkan hingga 200˚C, proses destruksi diakhiri apabila sudah keluar uap putih dan cairan yang tersisa sebanyak 0,5 ml. Dinginkan dan encerkan dengan H2O sampai volume 50 ml. Selanjutnya dihomogenkan dan didiamkan, lalu disaring menggunakan kertas saring W-41 supaya didapat ekstrak jernih (ekstrak A). Sebanyak 1 ml ekstrak A ditambah dengan 9 ml akuades, kemudian dihomogenkan (ekstrak B). Sebanyak 1 ml ekstrak B dimasukkan ke dalam tabung kimia volume 20 ml, kemudian ditambah dengan 9 ml pereaksi pembangkit warna, kocok dengan vortex mixer sampai homogen. Biarkan 15-25 menit, lalu diukur dengan spectrophotometer pada panjang gelombang 693 nm dicatat absorbansi baik sampel, maupun deret  standar I, II, IV, VI, VIII, X  PO4, kemudian dibandingkan, data kandungan fosfat yang diperoleh dicatat. Analisis kandungan fosfat dilakukan di awal dan akhir penelitian.

3. Analisis Kandungan Kalium (Flamefotometri)

Analisis kandungan kalium mengacu pada Sulaeman et al. (2005), yaitu sampel limbah cair tapioka ditambah dengan 5 ml HNO3 dan 0,5 ml HClO4, dihomogenkan lalu didiamkan. Panaskan pada block digestor dari suhu 100˚C, setelah uap kuning habis, suhu dinaikkan hingga 200˚C, proses destruksi diakhiri apabila sudah keluar uap putih dan cairan yang tersisa sebanyak 0,5 ml. Dinginkan dan encerkan dengan H2O sampai volume 50 ml. Selanjutnya dihomogenkan dan didiamkan, lalu disaring menggunakan kertas saring W-41 supaya didapat ekstrak jernih (ekstrak A). Sebanyak 1 ml ekstrak A ditambah dengan 9 ml akuades, kemudian dihomogenkan (ekstrak B). Ukur K2O dalam ekstrak B menggunakan flamefotometer dengan deret standar I, II, IV, VI, VIII, X  K2O sebagai pembanding, dicatat absorbansi baik standar maupun sampel, data kandungan kalium yang diperoleh dicatat. Analisis kandungan kalium dilakukan di awal dan akhir penelitian.

Demikian Kurang lebih metode Analisis Nitrat, Fosfat dan Kalium

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !