Analogi Ku Tentang Serakah Tidak Harus Berwujud Materi

Analogi Ku Tentang Serakah tidak harus berwujud materi – Yang namanya manusia ada tabiat yang disebut dengan “serakah”, misal dulu menginginkan gadis pujaan hati, sudah dapat gadis pujaan hati eh masih lirik gadis pujaan teman. ups

Dulu berkeinginan hanya ingin berpacaran dengan cewe cantik, udah dapat cewe cantik, sekarang tinggal cari cowo cantik. ehh

Ya seperti itulah manusia, tidak salah juga sih, namun semua manusia punya tujuan dan menset yang berbeda

Nah menset ini yang kadangkala membedakan antara manusia satu dengan yang lain, termasuk soal menggapai keinginan.

Ada tipikal orang yang ketika harus melakukan sesuatu dia harus dipikir dulu, ditimbang baik dan buruknya, melakukan survei dan  apalah yang lain.

Ada juga tipikal orang yang ketika melakukan sesuatu yang penting jalan, tak banyak pertimbangan tak mau pikirannya diribedkan oleh pakem dan teori-teori njlimet yang menguras otak

Ets jangan saling menyalahkan dulu, isi kepala kita memang beda-beda, atau memang sengaja dibuat beda dan tak perlu lah harus sama. Tapi ya janganlah harus mendikte

Tak usahlah menjustifikasi, menjustifikasi justru akan menyempitkan otak dan mengkerdilkan nalar

Ilmu itu dinamis gaes, dan tidak juga ilmu yang kita miliki secara penerapannya pas untuk orang lain, makanya jika harus mentransfer ilmu, perilaku atau pun perkataannya harus pas sesuai situasi dan kondisi, tentunya berkatalah lebih arif agar pesan yang kita harapakan tidak malah menyinggung perasaan orang lain

Bahasa konfrontatif sekarang memang banyak dilakukan di dunia maya dan memang itu menjadi jualan yang laku keras

Bahasa-bahasa kurang etis banyak bermunculan dan media yang tak ramah pun demikian

Nah media-media seperti itu kan sudah banyak, jadi tak usalahlah ikut-ikutan, mending ikuti saja adat leluhur kita yang katanya ramah-ramah, soal menulis pun seharusnya demikian

Kalau saya amati akar dari semua masalah di dunia ini sebenarnya adalah serakah, bahkan nabi Adam diturunkan ke dunia ini pun karena hal serupa. Larangan memakan buah kuldi yang tidak boleh ia makan dimakan juga

quotes Mahatma Ghandi via akashisurya.blogspot.com

Quotes Mahatma Ghandi via akashisurya.blogspot.com

Manusia yang ngaku keturunan nabi Adam, mbok ya belajar soal itu. Kecuali kalian k0muni$ sih ini hukum tidak berlaku untuk kalian. hehe

Intinya serakah. Namun perlu diingat serahkah juga tidak melulu soal materi, namun keinginan yang terus menerus berganti

Silahkan kalian punya keinginan, namun perlu diingat ada garis finis yang perlu kalian lewati setelah sampai beristirahatlah

Pelari marathon misalnya ketika  dia berlari dan sudah sampai garis finis, apa dia akan berlari terus, tidak kan? Dia akan berhenti dan beristirahat, menghela nafas sembari menikmati proses, akhirnya dia bisa berhasil sampai ke garis finis

Analogi tadi yang saya sebut dengan bersyukur, bersyukur terlebih dahulu, seperti pelari marathon tadi, setelah sampai garis finis dia tidak terus berlari namun beristirahat untuk bersyukur karena dia sudah berhasil sampai ke garis finis

jangan ngejar-ngejar keinginan terus, sebab memang tidak akan ada habisnya keinginan itu, belajarlah memenej nafsu

Baru berkeinginan saja sudah serakah apalagi nanti ketika benar-benar keinginan kita sudah menjadi nyata, aduh jangan deh, negeri ini sudah terlalu banyak orang-orang yang serahkah

Jadi paham ya, bahwa serahkan tidak harus berwujud materi !

Semoga bermanfaat !

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !