Antena Propagasi

Antena Propagasi – Antena Merupakan sebuah perangkat pengkonversi sinyal  listrik  ke  gelombang  elektromagnetik  dan gelombang  elektromagnetik  ke  gelombang  listrik. Sebuah  antenna  pemancar  mampu  memancarkan gelombang  terpandu  pada  rentang  frekuensi  tertentu bergantung  pada  input  sinyal  yang  diterimanya. Sementara antenna reseptor akan bekerja dengan prinsip yang berkebalikan.

Pada jaringan reseptor Antena akan mengubah sinyal dari gelombang elektromagnetik yang ditangkap  menjadi  sebuah  arus  listrik  kecil  yang memiliki  sejumlah  informasi  untuk  selanjutnya diteruskan  ke  perangkat  amplifier  dan  diperkuat  untuk dikonversikan kembali ke bentuk awal.  Dengan prinsip kerja  yang  demikian,  maka  antenna  otomatis  memiliki medan  atau  wilayah  jangkau  yang  bergantung  pada berbagai  aspek. Sebaran  yang berbentuk  medan radiasi elektromagnetik  ini  memiliki  pola  pola  tertentu  yang selanjutnya dikenal sebagai pola radiasi antenna.

Pola  radiasi sendiri merupakan sebuah representasi grafis  yang  menggambarkan  pancaran  radiasi ektromagnetik antenna sebagai sebuah fungsi posisi pada koordinat  bola  (spheris).  Sehingga  dapat  dibayangkan bahwa  pola  radiasi  antena  merupakan  pola  daya  yang menggambarkan  normalisasi  daya  terhadap  posisi koordinat spheris. dan pola medan yang menggambarkan normalisasi  medan  E  dan  H  terhadap  posisi  koordinat spheris.  Secara  umum  dapat  diasumsikan  bahwa besarnya daya yang diberikan pada sebuah antenna akan sangat  berpengaruh  pada  pola  radiasi  yang  selanjutnya akan mempengaruhi performa antenna tersebut.

Dalam  antenna,  dikenal  sebuah  konsep keterarahan (directivity) yaitu arah dimana gain sebuah antenna berada pada titik maksimalnya. Hal ini tentunya merupakan  sebuah  faktor  krusial  untuk  meningkatkan efisiensi  maupun  tenaga  sebuah  antenna  secara maksimal.

Antena Propagasi

Sebuah  antenna dengan arah  pancar tertentu akan  dapat  bekerja  dalam  jarak  yang  lebih  jauh  dan menangkap  sebuah  sumber  pancaran  gelombang  dari arah  tertentu  dengan  lebih  baik.  Hal  ini  tentu  dapat diamati  sebagai  kebalikan  dari  antenna  dengan  pola gelombang  omnidirectional,  dimana  pada  antenna berpola  omnidirectional,  keterarahan  antenna  dapat dikatakan relative kecil.

Namun berkat pola radiasi yang menyebar di seluruh bagian secara hampir merata maka antenna  akan  lebih  flexible  dalam  menangkap gelombang  dan  sinyal  yang  datang  dari  arah  manapun atau yang datang dari arah yang berubah ubah dibanding antenna dengan keterarahan tinggi.

Antena Directional merupakan antenna yang memiliki jangkauan  dan  gain  yang  sangat  tinggi  namun  hanya memiliki  rentang  sudut  pemancaran  yang  sempit. Dengan  demikian,  Antena  directional  dapat  dikatakan hanya mampu  menerima dan  memancarkan  gelombang pada  satu  arah  tertentu  tergantung  muka  orientasinya. Namun  di  sisi  lain,  berkat  sudut  pemancaran  yang sempit, daya yang diberikan dapat difokuskan sehingga antenna  memiliki  daya  jangkau  yang  jauh  dan  focus yang kuat.   Contoh  Antena  Directional  yang  cukup  sering digunakan dalam  kehidupan  sehari  hari  adalah  antenna Yagi, Antena Grid dan Antena Parabola.

Sementara Jenis Antena yang memiliki orientasi ke segala  arah  disebut  sebagai  antenna  omnidirectional. antena  jenis  ini  digunakan  pada  Access  Point  (AP). Antena  jenis  ini  mempunyai  pola  radiasi  360  derajat. Antena ini mempunyai sudut pancaran yang besar (wide beamwidth)  yaitu  3600.

Dengan  daya  terpancar  lebih luas, dan jarak yang lebih pendek. Hal ini menyebabkan Antena  omnidirectional  dapat  melayani  area  yang  luas namun  terbatas.  Meski  memiliki  keunggulan  tersebut, namun  pada  transmisi  jarak  jauh,  Omni  antena  tidak dianjurkan pemakaian-nya, karena sifatnya yang terlalu luas  sehingga  jarak  jangkaunya  terbatas.  Selain  itu, persebaran  radiasi  yang  tak  terarah  tersebut  sangat mungkin  menyebabkan  terjadinya  interferensi  sinyal. Sifat antenna omnidirectional yang memiliki pola radiasi ke  segala  arah  membuat  antenna  tersebut  sering digunakan  untuk  sambungan  point  to  multi  point  yang mempunyai penguatan sangat rendah yaitu 3 – 10 Db.

Biasanya antena terdiri dari suatu susunan logam konduktor (” elemen “), elektrik terhubung (seringkali melalui saluran transmisi ) ke penerima atau pemancar. Arus osilasi elektron dipaksa melalui antena pemancar akan dengan menciptakan berosilasi medan magnet di sekitar elemen antena, sedangkan muatan dari elektron juga menciptakan osilasi medan listrik sepanjang elemen.

Kinerja dan daya guna suatu antena dapat dilihat dari nilai parameter-parameter antena tersebut dimana parameter tersebut saling berhubungan. Parameter ini biasanya digunakan untuk menganalisa suatu antena.

Adapun parameter antena tersebut diantaranya :

  • Half Power Beamwidth (HPBW), Half Power Beamwidth adalah daerah sudut yang dibatasi oleh titiktitik ½ daya atau -3 dB atau 0.707 dari medan maksimum pada lobe utama.
  • First Null Beamwidth (FNBW), First Null Beamwidth adalah besar sudut bidang diantara dua arah pada main lobe yang intensitas radiasinya nol.
  • Side Lobe Level (SLL), Side Lobe Level adalah perbandingan antara first lobe dan main lobe. Side Lobe Level menyatakan besar dari side lobe.
  • Front to Back Ratio (FBR), Front to Back Ratio adalah perbandingan antara main lobe terhadap back lobe.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !