Apa Itu Tanaman Transgenik ?

Apa Itu Tanaman Transgenik ? – Tekonologi berkembang semakin pesat pada saat sekarang ini. Segala macam kasus yang ada, baik yang berhubungan dengan obat-obatan, kesehatan, bahkan penyakit pun mungkin bisa diatasi dengan teknologi ilmu pengetahuan. Penyakit kronis seperti kanker, penyakit hormonal, sistem reproduksi, sistem syaraf dan kekebalan imunitas berkembang di berbagai penjuru dunia. Penyakit bisa dijangkit siapa saja, bahkan pada usia muda.

Berbagai penyebabnya sangat variatif, misalnya dikarenakan kontaminasi atau polusi yang berasal dari pestisida atau residu bahan kimia lain yang berpotensi mengganggu kesehatan makhluk hidup dan biodiversitasnya. Hal ini penting untuk dikaji sebagai suatu potensi pembelajaran untuk menghindari adanya dampak jangka pendek yaitu terlihatnya efek sub kronis dan dampak jangka menengah sekaligus jangka panjangnya adalah menyebabkan efek toksik yang berkepanjangan.

Berbagai pertanyaan mengenai hal tersebut, dapat dilakukan dengan rekayasa genetika atau dikenal dengan istilah GMO (Genetic Modification Organism) yang dikhususkan pada kandungan pestisida yang toleran dan produk yang dihasilkan. Pengujian dilakukan pada mamalia sehat, dengan melihat bahan kimia yang mungkin tanpa disadari masuk ke dalam tubuh, dapat juga melihat dari obat maupun bahan pestisidanya itu sendiri. Secara analisis statistik, berbagai penemuan meyimpulkan bahwa hubungan antara keduanya sangat berpengaruh nyata.

Baca Juga : Teknologi Kesehatan Embrionik Stem Cell

Poin

Jumlah penduduk dunia yang semakin banyak mengakibatkan permintaan pangan semakin meningkat, sehingga produsen harus mampu mencukupi kebutuhan konsumen. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan dibuatnya tanaman transgenik. Tanaman transgenik ini mampu meningkatkan hasil panen yang berkali lipat tanpa harus menambah lahan penanaman. Pengembangan tanaman transgenik bisa menjadi alternatif strategis guna memacu produksi. Hal ini sungguh relevan karena dapat menekan impor dan dapat mengekspor produk.

Apa Itu Tanaman Transgenik ?

 

Pengembangan tanaman transgenik ini juga menimbulkan pro dan kontra. Bagi pihak yang bersikap pro, transgenik merupakan suatu terobosan meyakinkan yang memungkinkan berbudidaya tanaman lebih efisien, murah, produktif, serta menghasilkan produk yang kualitasnya jauh lebih baik. Biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani juga dapat ditekan. Hanya memerlukan lahan yang tidak luas. Produk tanaman transgenik telah didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ataupun organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO), misalnya organisasi tersebut mendukung penerapan dan pengembangan tanaman transgenik.

Menyadari kelebihan-kelebihan terebut, sejumlah negara sejak dahulu telah menerapkan transgenik dalam kegiatan produksi pertanian mereka. Dengan demikian, berbagai tanaman transgenik sudah dinyatakan aman bagi lingkungna dan kesehatan.

Sedangkan bagi pihak yang bersikap kontra, tanaman transgenik ini berpotensi menyebabkan masalah yang serius menyangkut keseimbangan lingkungan maupun bagi kesehatan manusia. Kalangan ilmuan dan peneliti yang bersikap pro sekalipun tidak akan berani menjamin bahwa produk tanaman transgenik benar-benar aman atau tanpa resiko sama sekali. Sebagai produk ilmu pengetahuan, keamanan transgenik tidak bersifat mutlak. Jadi, sikap yang harus kita tunjukan ditengah kontroversi produk transgenik ini adalah hati-hati, kritis, memberi ruang kondusif bagi pengembangan dan pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan.

Keuntungan untuk jagung yang telah diberi perlakuan transgenik adalah lebih tahan terhadap hama khususnya serangga jenis Coleopterans, pertumbuhannya lebih cepat. Jagung transgenik memiliki morfologi lebih bagus, rasa lebih enak. Jumlah produksi lebih banyak. Kualitas dan kuantitas lebih baik.

Mengkonsumsi jagung transgenik akan menyebab beberapa penyakit kronis seperti kanker, kelainan hormonal, kelainan fungsi reproduksi, gangguan syaraf atau penyakit imun, yang disebabkan oleh bahan kimia yang terkandung pada pestisida. Karena pertimbangan tersebut manusia memiliki kebebasan untuk memilih produk yang aman untuk dikonsumsi yang tidak mengakibatkan kerugian jangka panjang.

Baca Juga : Teknologi Kloning / Cloning

Penggunan pestisida secara berlebihan di alam dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang fatal karena pestisida dapat merusak unsur-unsur hara yang terkandung dalam tanah. Pestisida yang terkandung tidak hanya membunuh serangga pengganggu melainkan serangga lain yang bukan target, sehingga dalam jumlah besar dan jangka waktu yang panjang dapat mengganggu rantai maknan. Lahan yang digunakan terus menerus untuk tanaman transgenik akan berubah kandungan haranya, karena lahan tersebut belum melalui tahapan penggemburan kembali tetapi sudah digunakan untuk penanaman kembali.

Tanaman jagung hasil transgenik dapat mendatangkan keuntungan terutama bagi petani yang memproduksinya, karena dengan teknologi ini petani dapat memanfaatkan lahan yang terbatas untuk meghasilkan produksi dalam jumlah banyak untuk memenuhi permintaan konsumen, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani secara signifikan. Dengan apikasi kemajuan teknologi ini, petani akan memperoleh jagung dengan kualitas yang unggul dan tahan terhadap hama, khususnya serangga.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !