Apatis Dengan Sepak Bola Indonesia

Apatis Dengan Sepak Bola Indonesia – Hmm..membahas sepak bola, jadi bingung mau memulai dengan kata-kata apa ditulisanku ini..

Baiklah aku mulai saja,

Sepak bola terlihat sederhana jika dilihat dari sudut 2 tim dengan masing-masing 11 pemain berusaha memasukan bola sebanyak mungkin ke gawang lawan. Namun dibalik itu sepak bola merupakan  fenomena yang kompleks.

Komplek dan njrimetnya sepak bola tersebut justru menjadi “entertainment” berharga dan semakin memikat bagi para penggilanya. Sepak bola bisa menjadi tontonan berkualitas dari kepungan acara-acara TV Indonesia yang….(pastinya tahu sendiri lah)

Baca Juga : Acara TV Indonesia, Kebanyakan Memuakkan

Masih teringat dengan jelas dipiranku kala Jerman membantai Brazil, juara dunia terbanyak sekaligus tuan rumah world cup 2014 dengan skor 7-1. Fantastis dan Gila!

Apatis Dengan Sepak Bola Indonesia
Jerman lolos ke final dan akhirnya keluar sebagai juara piala dunia. Aku tentu saja senang karena dari awal Jerman adalah tim yang aku favoritkan.

Dalam larutan kegembiraan, tiba-tiba terbesit dalam otaku pertanyaan sederhana tapi bernilai maha berat, “Lalu kapan Indonesia ikut piala dunia & menjadi juara?”. Jika pertanyaan itu ditunjukan kepada khalayak ramai tentu saja mayoritas mereka akan merasa pesimis.

Kenapa? Bukan karena mereka bermental pesimistis, tapi memang realistis. Realistis karena masih banyak masalah. Yap! Banyak masalah dan tak kunjung berprestasi. Itu mungkin kata yang pas untuk menggambarkan kondisi persepakbolaan di Indonesia.

Federasi Dengan Segala Kontroversinya

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, disingkat PSSI. Itulah nama federasi sepak bola dinegeri ini. Jika mendengar kata itu sebagian pecinta sepak bola tanah air mungkin akan memberikan kesan negative. Stigma negative tersebut dikarenakan tindak tanduknya yang banyak mengundang kontroversi.

Apatis Dengan Sepak Bola Indonesia
pssi

Mulai dari pengurus yang dianggap korup, organisasi yang demikian tertutup dan seperti enggah tersentuh apalagi terjamah, selalu bebal jika ada ada campur tangan pihak lain karena menganggap akan melanggar statuta FIFA jika ada intervensi pihak luar. Uniknya (sadar atau pura-pura tidak sadar) mereka sendiri yang melanggar statuta FIFA tersebut karena ada bekas narapidana yang menjadi pengurus. Begitu informasi yang aku dapatkan,entah itu semua benar atau tidak.

Selalu Gagal Di Turnamen Regional

Jangan dulu berharap untuk menjdi juara dunia. Jangan dulu berharap menjadi juara piala Asia. Cobalah kita lebih realistis, yaitu harapan bahwa Indonesia menjadi juara regional Asia Tenggara (AFF Cup). Namun nyatanya trofi itu tidak kunjung jua mampir di Ibu Pertiwi tercinta ini.

Sekedar informasi untuk perbandingan, Sejauh ini singapura telah 4 kali menjadi juara piala AFF, sedangkan Indonesia, NOL! NIHIL! NIRGELAR!. Begitu ironis jika melihat perbandingan jumlah penduduk kedua Negara. Sampai dengan Juni 2012, jumlah penduduk Singapore 5,31 juta jiwa, sedangkan Indonesia 244,77 juta jiwa.

Asa juara sempat membumbung tinggi ketika kita menjadi tuan rumah tahun 2010. Lewat permainan yang cantik akhirnya Indonesia masuk final jumpa Malaysia. Namun lagi supporter harus dibuat kecewa dan menangis karena Indonesia kalah agregat 4-2 dari musuh bebuyutannya itu. Lagi-lagi Timnas Indonesia belum berhasil.

Apatis Dengan Sepak Bola Indonesia
skuad timnas 2010

APATIS!

Sebenarnya masih banyak persoalan lagi. Tapi mungkin bisa dilanjutkan di tulisan lain, aku takut darah tinggi jika terlalu banyak kekecewaan yang sudah kualami. Rasanya gedeg dan emosi yang muntab jika membicarakan kondisi persepak bolaan tanah air, khususnya permainan dan prestasi Timnas.

Karena sering dibuat kecewa dan emosi tersebutlah aku memilih untuk tidak terlalu mempedulikannya, aku memilih untuk tidak lagi menonton pertandingan Timnas Indonesia. Karena permainanya sudah bisa ditebak, itu-itu saja.

Terlepas dari salah atau tidak, aku lebih mendingan aku melihat pertandingan piala/liga-liga eropa. Permainannya bagus, berteknik tinggi, rumput bagus, dan stadion yang indah.

Mudah-mudahan rasa apatisku ini secepatnya hilang.

-RianNova-

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !