APLIKASI MACAM-MACAM DESAIN PEMBELAJARAN TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

APLIKASI MACAM-MACAM DESAIN PEMBELAJARAN
TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
    Kurikulum bagi suatu pendidikan sangat penting kaitannya dengan pelajaran atau mata kuliahdesain pembelajaran dimaksudkan untuk menajdikan kegiatan pembelajaran rasional yaitu tidak adanya ketidakteraturan karena guru bisa saja sewenang-wenang jika kurikulum tidak diaplikasikan secara tepat.
    Barometer pendidikan harus bisa di nalar dan mampu atau tidaknya siswa atau mahasiswa diukur oleh pasnya kadar menu kurikulum yang pada akhirnya mereka dapat memahami hakikat kurikulum, yaitu pencapaian hasil belajar yang baik, matang, bertambahnya intelektualitas, kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotornya.
    Kurikulum di masa sekarang dipandang sebagai pondasi awal karena keberhasilan pendidikan dan dalam kurikulum terdapat hal-hal yang harus benar-benar diperhatikan yaitu adanya sistem rencana, evaluasi, metode yang sistematis bukan kesempatan melainkan ada perubahan terarah. Jangan sampai hasil dari kurikulum menjadikan mahasiswa tak bermental atau katakan saja bermental pengemis atau berdasi tak bermental. Kaitannya dengan kurikulum, hal-hal yang mendukung pendidikan sangat diperlukan diantaranya program tahunan pembelajaran pendidikan, kalender pendidikan, pengembangan silabus dan tatanan pendidikan yang baik berdasarkan Kemerdiknas Nomor 16 Tahun 1999.
A. Pengertian Desain Strategi Pembelajaran
    Desain strategi pembelajaran merupakan satu elemen dari empat unsur utama (yang mutlak harus serasi dan sesuai antara elemen yang satu dan yang lain, meskipun wujudnya berbeda) dari sebuah desai pembelajaran, yaitu desain materi (content design), desain kompetensi/ tujuan pembelajaran/hasil pembelajaran (competency learning objectives design), desain metode/srtategi/teknik pembelajaran (instructional srtategies design), dan desain evaluasi (evaluation design). Desai pembelajran mutlak dikonstektualisasikandengan desain kompetensi, desain materi mata kuliah, dan desain evaluasi yang fair.
    Desain strategi pembelajaran sangat strategis, karena ia merupakan cara seorang guru atau dosen sebagai ujung tombak perubahan melakukan usaha nyata untuk tercapainya kompetensi. Dengan demikian, keberhasilan proses pembelajaran merupakan jaminan kualitas proses perubahan mahasiswa sebagai out-put. Lebih dari itu, keberhasilan perubahan kualitas pembelajaran suatu bangsa tergantung pada kesuksesan kualitas proses pembelajaran guru atau dosen.
    Arti penting srtategi pembelajaran adalah kunci peningkatan jaminan kualitas pembelajaran. Strategi pembelajaran aktif merupakan satu alternatif yang memungkinkan untuk melakukan konstektualisasi guna menciptakan partisipasi aktif  mahasiswa dalam proses pembelajaran, yang pada gilirannya mendorong kemudahan peningkatan jaminan kualitas perdosenan.
B. Kedudukan Strategi Pembelajaran
    Strategi pembelajarab partisipatoris aktif sebagai desai pembelajaran inovatif adalah satu alternatif pengayaan pembelajaran tradisional. Proses pembelajaran seyogyanya dilaksanakan dengan strategi yag bervariasi, seperti interactive learning, resitasi, diskusi kelompok kecil dan kelompok besar, serta pembelajaran individual dan kolaboratif. Tujuan pembelajaran seharusnya didasarkan pada proses, disamping untuk menghasilkan produk/karya, sehingga mahasiswa dapat terlibat aktif dalam penerapan-penerapan teori yang pada gilirannya menghasilkan karya. Bahkan, jika dinilai mendukung kompetensi yang akan dikembangkan, mahasiswa dapat mencoba mengaplikasikan teori kedalam praktik sebagai kesempatan uji coba, refleksi pengalaman setelah praktik, melakukan de-briefing dan memberikan feedback yang konstruktif dalam suasana bebas risiko. 
C. Materi Pendidikan Agama Islam
    Bagi siswa yang beragama Islam, Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi salah satu materi pelajaran yang wajib diikuti. PAI merupakan mata pelajaran yang dikembangkan odari ajaran-ajaran pokok (dasar) yang terdapat dalam agama Islam, sehingga PAI merupakan bagian yangg tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam. Ditinjau dari segi muatan pendidikannya, PAI merupakan mata pelajaran pokok yang menjadi satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dengan mata pelajaran lain yang bertujuan untuk pengembangan moral dan kepribadian peserta didik. Semua mata pelajaran yang memiliki tujuan tersebut harus seiring dan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh mata pelajaran PAI.
    Diberikannya mata pelajaran PAI bertujuan untuk terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT, berbudi pekerti yang luhur (berakhlak mulia), dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang Islam, terutama sumber ajaran dan sendi-sendi Islam lainnya. Sehingga dapat dijadikan bekal untuk mempelajari berbagai bidang ilmu atau mata pelajaran tanpa harus terbawa oleh pengaruh-pengaruh negatif yang mungkin ditimbulkan oleh ilmu dan mata pelajarantersebut. PAI menjadi mata pelajaran yang tidak hanya mengantarkan peserta didik dapat menguasai berbagai kajian keislaman, tetapi PAI lebih menekankan bagaimana peserta didik mampu menguasai kajian keislaman tersebut sekaligus dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, PAI tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, tetapi yang lebih penting adalah aspek afektif dan psikomotornya. 
D. Fungsi Perencanaan dan Desain Pembelajaran PAI
    Sebelum kita membicarakan tentang apa saja fungsi dari perencanaan dan desain pembelajaran PAI, terlebih dahulu kita akan sedikit menyinggung tentang apa sebenarnya perencanaan dan desain pembelajaran PAI itu. Perencanaan merupakan kegiatan menentukan tujuan dan merumuskan serta mengatur pendayagunaan sumber-sumber daya: informasi, finansial, metode dan waktu yang diikuti dengan pengambilankepustusan serta penjelasannya tentang pencapaian tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan prosedur tertentu dan penentuan jadwal pelaksanaan program. 
    Menurut Comb dan Harjanto mendifinisikan Perencanaan pengajaran dalam arti luas adalah suatu penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan murid dan masyarakat.
Dengan kata lain, perencanaan pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh guru dalam membimbing, membantu, dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar serta mencapi tujuan pengajaran yang telah ditetapkan dengan langkah-langkah penyusunan ateri pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan metode dan pendekatan pengajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan dalam waktu tertentu.
    Sedangkan Desain pembelajaran adalah praktek penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang “perlakuan” berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa, dipandu oleh guru, atau dalam latar berbasis komunitas. Hasil dari pembelajaran ini dapat diamati secara langsung dan dapat diukur secara ilmiah atau benar-benar tersembunyi dan hanya berupa asumsi.
    Setelah kita mengetahui mengenai pengertian perencanaan dan desain pembelajaran PAI, maka dapat diketahui fungsi – fungsinya. Fungsi dari perencanaan dan desain pembelajran PAI adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
  2. Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang terlibat dalam kegiatan.
  3. Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun murid.
  4. Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekerjaan, sehingga setiap saat diketahui ketetapan dan kelambatan kerja.
  5. Sebagai bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
  6. Menghemat waktu, tenaga, alat dan biaya.
  7. Meningkatkan kemampuan Pembelajar 
  8. Sebagai sarana menghasilkan sumber belajar.
  9. Sebagai sarana mengembangkan sistem belajar mengajar.
  10. Sebagai sarana mengembangkan Organisasi menjadi organisasi belajar.

E. Pentingnya perencanaan dan desain pembelajaran PAI
Setelah kita mengetahui mengenai fungsinya, maka dapat diketahui pentingnya dari perencanaan dan desain pembelajaran PAI. pentingnya dari perencanaan dan desain pembelajran PAI adalah sebagai berikut:
  1. Diharapkan tumbuhnya suatu pengarahan kegiatan dengan adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukan kepada pencapaian tujuan.
  2. Dapat dilakukan suatu perkiraan ( fore casting ) terhadap hal-hal dalam masa pelaksanaan yang akan dilalui, mengenai potensi-potensi dan prospek-prospek perkembangan, juga tentang hambatan-hambatan dan risiko-risiko yang mungkin dihadapi.
  3. Memberikan kesempatan untuk memilih berbagai alternatif tentang cara terbaik ( the best alternatif ) atau kesempatan memilih kombinasi cara yang terbaik ( the best combination ).
  4. Dilakukan penyusunan skala prioritas, memilih urutan-urutan dari segi pentingnya suatu tujuan, sasaran maupun kegiatan usahanya.
  5. Ada suatu alat pengukur atau standar untuk mengadakan pengawasan atau evaluasi kinerja usaha atau organisasi, termasuk pendidikan.
  6. Dapat lebih bisa meningkatkan kemampuan pembelajaran baik guru maupun kemampuan murid.
  7. Membantu guru memperjelas pemikiran tentang sumbangan pembelajarannya terhadap pencapaian tujuan pendidikan.
  8. Membantu guru dalam rangka mengenal kebutuhan-kebutuhan siswa, minat-minat siswa, dan mendorong motivasi belajar.
  9. Menambah keyakinan guru atas nilai-nilai pembelajaran yang diberikan dan prosedur yang dipergunakan. 

F. Korelasi Materi Pendidikan Agama Islam dengan strategi Pembelajaran Aktif
Ada beberapa alasan memilih untuk menggunakan strategi pembelajaran aktif, baik dari kepentingan siswa/mahasiswa maupun kepentingan guru atau dosen.
1. Argumen pertama: teori belajar Confusius
    Bagi Confusius, strategi pemebelajaran yang paling baik adalah yang melibatkan mahasiswa berlaku aktif dalam praktik (berbuat). Sebab, dengan berbuat atau praktik, mahasiswa telah memahami apa yang menjadi tujuan pembelajaran.
2. Argumen kedua: teori belajar Mel Silberman
    Strategi pembelajaran yang paling bagus bagi Silberman adalah ketika mahasiswa mampu berpura-pura menjadi dosen. Sebab, jika mahasiswa telah mampu mengajarkan sesuatu kepada orang lain, berarti ia telah menguasai materinya.
3. Argumen ketiga: learning styles
    Gaya belajar adalah kunci untuk mengembangkan potensi diri, karena ia berkaitan dnegan kesenangan dalam proses pembelajaran, dosen disarankan untuk memperhatikan gaya belajar mahasiswanya.
4. Argumen keempat: teori mengajar
    Mengajar sebagai proses transmisi dan penuturan.Mengajara sebagai suatu usaha dosen untuk mengolah proses pengorganisasian aktifitas mahasiswa. Mengajar juga merupakan sebuah proses untuk memperoleh hasil belajar/kompetensi mahasiswa.
5. Argumen kelima: kesamaan cara kerja otak dengan komputer
    Tampaknya, ada kemiripan  antara kerja otak dan kerja komputer. Komputer mwmiliki software (seperti program-program), folder-folder tempat penyimpanan data atau informasi, sistem penyimpanan, dan sistem pemanggilan ulang file dari folder. Sebagaimana komputer, otak manusia juga memiliki software yang kompleks yang terdiri atas rausan juta folder tempat pnyimpanan infoormasi.
6. Argumen keenam: how the brain works
    Menurut perspektif kepentingan mahasiswa, pembelajaran aktif atau inovatif sangat banyak membantu kemampuan mereka dalam menyimpan informasi hasil belajar (ranah kognisi, afeksi, dan psikomotor) ke dalam ingatan jangka panjang.
7. Argumen ketujuh: social side of learning
    Pembelajaran aktif sebagai efek langsung atau tidak langsung dari proses pembelajaran mahasiswa memiliki beberapa manfaat. Seperti, pembelajaran aktif mendorong mahasiswa terbiasa hidup kolaboratif yang sama-sama bertujuan mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran. 
Jadi, mengapa materi Pendidikan Agama Islam perlu menggunakan desain pembelajaran aktif tentu saja karena pembelajaran tersebut memiliki kelebihan-kelebihan yang dapat menunjang sebuah proses pembelajaran.
G. Metode Pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam
    1. Pendekatan pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning)
Contextual Teaching and Learning adalah suatu konsep mengajar dan belajar yang membantu guru menghubungkan kegiatan dan bahan ajar mata pelajarannya dengan situasi nyata dan memotivasi siswa untuk dapat menghubungkan pengetahuan dan terapannya dengan kehidupan sehari-hari siswa sebagai anggota keluarga dan bahkan sebagai anggota masyarakat di mana dia hidup.
Pentingnya pendekatan pembelajaran CTL bagi mapel PAI didasarkan atas beberapa hal:
  1. PAI merupakan mata pelajaran yang dikembangkan dari ajaran pokok (dasar) yang terdapat dalam agama Islam. Karena itu PAI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ajaran Islam.
  2. Dari segi muatan pendidikannya, PAI merupakan mata pelajaran pokok yang menjadi satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dengan mata pelajaran lain yang memiliki tujuan pembentukan moral kepribadian peserta didik yang baik. Oleh sebab itu semua mata pelajaran yang memiliki tujuan relevan dengan PAI harus seiring dan sejalan dalam pendekatan pembelajarannya.
  3. Tujuan diberikannya mata pelajaran PAI adalah terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Allah swt, berbudi pekerti luhur (berakhlak mulia), memiliki pengetahuan yang cukup tentang Islam terutama sumber-sumber ajaran dan sendi-sendi lainnya, sehingga dapat dijadikan bekal untuk mempelajari berbagai bidang ilmu atau mata pelajaran tanpa harus terbawa oleh pengaruh negatif yang mungkin ditimbulkan oleh ilmu dan mata pelajaran tersebut.
  4. Mata pelajaran PAI tidak hanya mengajarkan kepada peserta didik agar menguasai ilmu keislaman tetapi juga harus memiliki kemampuan untuk mengamalkan ajaran Islam dalam keseharian. 

2. Pengembangan pembelajaran aktif dengan ICT
    Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi menggeser paradigma pembelajaran konvensional menuju pembelajaran yang berbasis teknologi ( education based technology). Guru bukan lagi satu-satunya sumber utama pengetahuan. Sekarang ini, peserta didik dengan mudah mengakses ilmu pengetahuan dari media internet maupun media teknologi yang lain.
    ICT adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. ICT mencakup dua aspek, yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagi alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, tekonologi informasi dan tekonologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi, ICT mengandung pengertian luas, yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antarmedia. 
3. Kurikulum Berbasis Kompetensi
    Kurikulum Berbasis Kompetensi yang diterapkan di tahun 2004, telah di uji dan menghasilkan penilaian hasil belajara siswa yang berdasarkan, SK, Mendiknas, Nomor 045/U/2002 tentang kurikulum inti pendidikan tinggi, serta Sk Dirjen Dikti Depdiknas Nomor 38/DIKTI/Kep/2002 tentanng rambu-rambu pelaksanaan mata kuiah pengembangan kepribadian di perguruan tinggi. Di dala teori kurikulum berbasis KBK terdapat 4 pendekatan yang dapat digunakan dalam pengemabangan kurikulum yang hasilnya peserta didik memahami tentang konsep kurikulum berbasis life style, diantaranya:
a. Pendekatan subjek akademik
b. Pendekatan humanistik
c. Pendekatan tekonologi
d. Pendekatan rekonstruksi sosial
Untuk mengembangkan kurikulum berbasis kompetensi ada delapan hal yang mendasar yang harus diketahui, yaitu:
  1. Orang yag kompeten akan dibentuk melalui identifikasi kompetensi yaitu, menetapkan dan mendeskripsikan ciri-ciri jenis dan mutu kompetensi yang harus di miliki seseorang agar mampu melaksanakan tugas-tugasnya.
  2. Perlunya merumuskan tujuan pendidikan yaitu, memperlakukan kompetensi sebagi tujuan institusional yang kemudiann dirumuskan dalam tujuan-tujuan kurikuler dan tujuan-tujuan instruksional.
  3. Agar peserta didik dapat mewujudkan dan mencapai kemampuan tersebut diperlukan menyusun dan menetapkan evaluasi pembelajaran yang berupa bukti-bukti hasil belajar dengan indikator-indikator yang jelas.
  4. Perlunya menyusun pengalaman belajar
  5. Mengevaluasi pembelajran sebagai bukti bahwa peserta didik sukses mencapai kompetensi dan kemampuan dasar.
  6. Menentukan waktu yang diperlukan
  7. Menetapkan bahan-bahan referensi yang relevan dan signifikan serta sesuai standar kompetensi.
  8. Memperhatikan pengembangan dan melibatkan tenaga pendidik 

4. Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
    CBSA adalah suatu istilah yang bermakna cara belajar mengajar yang mengoptimalkan keaktifan siswa atau padanan istilahnya student active learning. Indikator yang paling utama dalam suatu proses pengajaran ialah bila siswa mengikuti proses pengajaran langkah demi langkah secara psikis. Indikator fisik yang kelihatan secara lahirian cukup aktif, namun pengajarannya cukup banyak. Indikator tersebut dapat dilihat dalam lima segi, yaitu:
a. Segi siwa
  1. Keinginan, keberanian menampilkan minat, kebutuhan dan permaslahan yang dihadapinya
  2. Keinginan dan keberanian serta kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan persiapan, proses, dan kelanjutan belajar.
  3. Penampilan berbagai usaha belajar dalam menjalani dan menyelesaikan kegiatan belajar sampai mencapai hasil.

Loading...
b.  Segi guru
  1. Usaha mendorong, membina gairah belajar dan berpartisipasi dalam proses pengajaran secara aktif
  2. Peranan guru yang tidak mendominasi kegiatan belajar siswa
  3. Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar menurut cara dan keadaan masing-masing
  4. Menggunakan berbagi metode mengajar dan pendekatan multimedia

c.  Segi program
  1. Tujuan pengajran sesuai dengan minat, kebutuhan serta kemampuan siswa
  2. Program cukup jelas dan menantang

d. Segi situasi
  1. Hubungan antara guru dan siswa, siswa dengan siswa, dan guru dengan guru, serta dengan unsur pimpinan sekolah
  2. Siswa bergairah belajar

e. Segi sarana belajar
  1. Sumber belajar yang cukup dan dukungan media belajar
  2. Fleksibilitas waktu bagi kegiatan belajar 

DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Imra, dkk,. 2000. Ilmiah Pendidikan Islam. Purwokerto: STAIN  Press.
Arifin, Zainal dan Adhi Setyawan. 2012. Pembelajaran Aktif dengan ICT. Yogyakarta: Scripta Media Creative.
http://google./artikelCTL/.com
http://ebookbrowse.com/konsep-dan-prinsip-desain-pembelajaran
Munthe, Bermawi. 2012. Desain Pembelajaran. Yogyakarta: Insan Madani.
Tafsir, Ahmad. 2004. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Zubaedi. 2012. , Desain Pendidikan Karakter. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.