Asterina gibbosa Pennant 1777 (Bintang Laut)

Asterina gibbosa
Pennant 1777
Bintang Laut
Deskripsi
Umum
:
            Asterina gibbosa merupakan spesies Echinodermata yang paling
banyak jumlahnya, yaitu sekitar 1.600 spesies. Asterina gibbosa berbentuk pentagonal
dengan lima lengan pendek dan diameter hingga 6 cm. Lengan tersebut kecil
tumpul bersenjata, warna dari asterina
adalah kehijauan-abu-abu, kekuningan-hijau, dan coklat kemerahan.
Asteroid dianggap sebagai spesies yang bergerak lambat dengan bintang bantal
menjadi yang paling lambat di antara semua, bergerak sekitar 2,5 cm per menit.
Bintang laut umumnya
memiliki lima lengan, tetapi kadang-kadang lebih yang memanjang dari suatu
cakram pusat. Permukaan bagian bawah lengan itu memiliki kaki tabung yang
dapat bertindak seperti cakram untuk menyedot. Bintang laut mengkoordinasi
kaki tabung tersebut untuk melekat di batuan dan merangkak secara
perlahan-lahan sementara kaki tabung tersebut memanjang, mencengkeram,
berkontraksi, melemas, memajang, kemudian mencengkeram lagi. Bintang laut
menggunakan kaki tabungnya untuk menjerat mangsanya seperti remis dan tiram.
Lengan bintang laut mengapit bivalvia yang menutup,
kemudian mengeluarkan lambungnya melalui mulut dan memasukkannya ke dalam
celah sempit bivalvia kemudian mengekresikan getah pencernaan dan mencerna
bivalvia di dalam cangkangnya.

Asterina gibbosa Pennant 1777

           
Taksonomi :
Berdasarkan Pennant (1777) taksonomi dari Asterina gibbosa adalah sebagai berikut:
Kingdom          : Animalia
Phylum             :
Echinodermata
Subphylum       :
Asterozoa
Class                :
Stelleroidea
Subclass           :
Asteroidea
Order               :
Valvatida
Superorder       :
Valvatacea
Family              :
Asterinidae
Genus               :
Asterina
Species            : Asterina gibbosa
Deskripsi
Morfologi (Struktur dan Fungsi)
:
Tubuh Asterina gibbosa memiliki duri tumpul dan pendek. Duri tersebut ada
yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut yang disebut Pediselaria.
Fungsi pediselaria adalah untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan
tubuh dari kotoran. Pada bagian tubuh dengan mulut disebut bagian oral,
sedangkan bagian tubuh dengan lubang anus disebut aboral. Pada hewan ini, kaki
ambulakral selain untuk bergerak juga merupakan alat pengisap sehingga dapat
melekat kuat pada suatu dasar.
Sistem ambulakral Asterina terdiri
dari :
ü  Medreporit adalah lempengan berpori pada
permukaan cakram pusat dibagian  dorsal
tubuh.
ü  Saluran cincin terdapat di rongga tubuh cakram
pusat
ü  Saluran radial merupakan cabang saluran cincin
ke setiap lengan
ü  Kaki ambulakral merupakan juluran saluran
radial yang keluar.
 larva Asterina gibbosa
  
Makanan dan Cara
Makan
:
            Asterina gibbosa makan dengan perut
pembalik untuk mencerna makanan yang mereka makan. Asterina gibbosa memiliki tubuh yang permukaan bagian bawah lengan memiliki kaki tabung yang dapat bertindak
seperti cakram untuk menyedot. Bintang laut mengkoordinasi kaki tabung
tersebut untuk melekat di batuan dan merangkak secara perlahan-lahan sementara
kaki tabung tersebut memanjang, mencengkeram, berkontraksi, melemas, memajang,
kemudian mencengkeram lagi. Bintang laut menggunakan kaki tabungnya untuk
menjerat mangsanya seperti remis dan tiram. Lengan bintang laut mengapit bivalvia yang menutup, kemudian mengeluarkan
lambungnya melalui mulut dan memasukkannya ke dalam celah sempit bivalvia
kemudian mengekresikan getah pencernaan dan mencerna bivalvia di dalam
cangkangnya. Makanan asterina termasuk moluska, cacing dan
ophiuroids yang juga ditemukan di antara pantai berbatu. Asterina juga makan mikroorganisme, rumput laut dan
invertebrata membusuk mati.
Siklus Hidup dan Reproduksi :
            Asterina gibbosa memilki
papilla derma yaitu penonjolan rongga tubuh yang berguna untuk pertukaran gas.
Asterina bersifat dioecius dengan fertilisasi eksternal. Biasanya terdapat 10
gonad (2 dalam 1 tangan). Perkembangan tubuhnya mengalami dua tahap larva,
yaitu bilpinaria (tahap larva pertama) dan brachiolaria (larva yang
menunjukkan perkembangan tangan). Asterina gibbosa adalah salah satu dari beberapa
echinodermata hermafrodit sekuensial. Individu yang lebih muda dan lebih kecil
adalah laki-laki, berkembang menjadi betina saat mereka bertambah besar dan
usia. Gamet jantan dan betina tidak mudah dibedakan dengan mata telanjang. Gonad pada Asterina gibbosa yang terletak di setiap lengan. Gonad ini melepaskan gamet melalui gonaducts
yang terletak pada badan pusat antara lengan. Gamet jantan diproduksi pertama
dan kemudian hanya gamet betina yang dihasilkan. Asterina gibbosa betina memproduksi hingga 1000 telur di lokasi tertentu (biasanya batu
bawah) ke dasar laut dalam proses reproduksi. Pada awal reproduksi, Asterina gibbosa banyak memiliki agregasi bentuk spesies asteroid.
Dalam Asterina gibbosa, beberapa jantan berkumpul mengelilingi atau sekitar
satu betina selama
reproduksi  
larva Asterina gibbosa
Gambar
larva Asterina gibbosa
Habitat, Populasi,
dan Distribusi
:
            Habitat Asterina gibbosa pada umumnya adalah pantai, dasar
laut,
bawah batu, batu besar dan wajah tebing. Distribusi asterina
secara vertikal diantara kedalaman permukaan laut dan daerah pasang surut
hingga 130 meter, namun asterina pesisir hanya ditemukan dikolam batu dan
relatif lembab.  Pada umumnya echinodermata merupakan benthic
animal. Echinodermata bergerak lambat ada yang berkelompok, tetapi tidak
berkoloni, ada yang sesil (beberapa crinodea), sebagian pelagic dan tidak ada
yang parasit.

 

habitat bintang laut

Gambar
habitat Asterina gibbosa
Referensi :
Anonimous. 2009. Taxonomy
and Nomenclature
Asterina gibbosa. http://www.google.com [7 Maret 2012]
Anonimous. 2010. Systematic
Catalogue Of Species:
Asterina gibbosa. http://www.google.com [2 Maret 2012]
Brusca, R., G. Brusca. 2003. Invertebrates. Sunderland,
Massachusetts: Sinauer Associates.
E. W. Macbridc. 1893. The Development Of
Asterina Gibbosa. A Preliminary Account Of The Observations
Recorded In This Paper Was The Subject Of The Successful Essay In The Competition
Walsingham Medal Of
The University Of Cambridge In. 3 8 , Part 3.—New Bee .
Pennant. 1777. Comparitive
Studies on the Ecology of  Asterina
Gibbosa and Asterina Phylactica. Journal of the Marine Biological Association of the United
Kingdom
, 64: 35-53.
Skewes, M. “Asterina
gibbosa. A cushion star” (On-line). Marine Life Information Network:
Biology and Sensitivity Key Information Sub-programme. http://www.marlin.ac.uk/species/Asterinagibbosa.htm. [ 23 Maret 2012]
Toharudin, Uus. 2001. Zoologi
Invertebrata. Bandung: Prisma Perss.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !