Asterina miniata

Asterina miniata merupakan salah satu hewan invertebrata dari kelompok
echinodermata dari kelas Asteroida (kelas bintang laut). Asteroida merupakan
kelas terbesar dari filum Echinodermata. Menurut Hyman (1955), kelas ini
terdiri dari 1600 spesies, salah satunya adalah Asterina miniata. Asterina
miniata
memiliki nama sinonim yaitu Patiria
miniata
(Erikson, et al., 1997).
Hewan ini juga memiliki nama lain diantaranya adalah bintang laut kelelawar (Bat star), bintang berselaput, dan
lain-lain. Asterina miniata hidup
bebas atau berkoloni di laut. Hewan ini memiliki lima lengan (Grzimek, 1972),
meskipun hewan ini memiliki lima lengan namun terkadang bisa memiliki hingga
sembilan lengan. Menurut Meinkoth (1981), Asterina
miniata
memiliki ragam warna, diantaranya hijau, ungu, merah, kuning, dan
cokelat. Asterina miniata memiliki
bentuk tubuh simetri radial (Dando, 1996). Hewan ini disebut sebagai bintang
laut kelelawar karena bentuknya yang mirip dengan kelelawar. Menurut Ricketts et al (1985), Asterina miniata memiliki hubungan komensalisme dengan Ophiodromus pugettensis (Polychaeta),
cacing ini hidup permukaan tubuh Asterina
miniata. Asterina miniata
hidup di zona pasang surut di kedalaman 79 meter
(259 kaki). Hewan ini ditemukan melimpah di sekitar pantai di California dan
Teluk Monterey. Distribusi Asterina
miniata
dari Sitka, Alaska menuju California di Samudera Pasifik.

Asterina miniata
Taksonomi :
Sistem klasifikasi terdapat kingdom/dunia
animalia (hewan). Kingdom animalia dapat dibagi menjadi beberapa filum seperti
: mollusca dan echinodermata. Echinodermata berasal dari bahasa latin echinos (duri) dan derma (kulit). Oleh sebab itu, echinodermata disebut hewan
berkulit duri. Salah satu kelas dari filum ini adalah asteroida. Anggota dari
kelas asteroida adalah bintang laut. Salah satu jenis dari asteroida yaitu Asteria miniata. Taksonomi
kelas Asteroidae didasarkan pada karakteristik eksternal seperti kaki
ambulakral. Ordo Spinulosida memiliki ciri khas mempunyai spinula, yaitu
proyeksi rambut. Klasifikasi Asteria miniata menurut Brandt (1835) dalam Byrne (2006) adalah :
Kingdom              : Animalia
Phylum                 : Echinodermata
Class                     : Asteroidea
Ordo                     : Spinulosida
Genus                   : Asterina
Species                 : Asterina miniata (Brandt, 1835)
Deskripsi
Morfologi (Struktur dan Fungsi)
:
Asterina
miniata
merupakan spesies dari
Asteroidae. Asteroida memiliki ciri khas bentuk tubuhnya seperti bintang. Pada
permukaan tubuhnya terdapat duri-duri dengan berbagai ukuran yang tersusun
atas zat kapur. Mulut dan tentakel serta kaki tabung terdapat di permukaan
bawah atau disebut permukaan oral, sedangkan anus terletak di permukaan atas
atau permukaan aboral yang berdekatan dengan madreporit. Madreporit adalah
lubang masuknya air untuk mengawali sistem ambulakral, mempunyai saringan
berhubungan dengan sistem pembuluh air berupa saluran batu, saluran cincin,
saluran radial yang ada didalam tubuhnya (Meinkoth, 1981). Asterina miniata merupakan bintang laut
yang memiliki 5 lengan hingga 9 lengan yang berselaput. Hewan ini memiliki
diameter sekitar 20 cm. Asterina miniata
bernafas melalui struktur seperti insang yang terletak di punggungnya.
Bintang laut biasanya memiliki banyak struktur pedicellariae, yaitu alat
pembersih kotoran atau debu yang terletak di kulitnya, Asterina miniata hanya memiliki sedikit struktur tersebut. Asterina miniata menggunakan rambut
atau cilia yang berfungsi sebagai pembersih kotoran di kulitnya. Asterina miniata memiliki sensor yang
dapat mendeteksi rangsangan cahaya. Hewan ini bergerak dengan menggunakan kaki
tabung (Davis, 1991). Sistem saluran air dalam rongga tubuhnya disebut sistem
ambulakral. Ambulakral berfungsi untuk mengatur pergerakan bagian yang
menjulur keluar tubuh, yaitu kaki tabung. Pada hewan ini air laut masuk
melalui lempeng dorsal yang berlubang-lubang kecil (madreporit) menuju ke
pembuluh batu. Kemudian dilanjutkan ke saluran cincin yang mempunyai cabang ke
lima tangannya atau disebut saluran radial selanjutnya ke saluran lateral.
Pada setiap cabang terdapat deretan kaki tabung dan berpasangan dengan semacam
gelembung berotot atau disebut juga ampula, dari saluran lateral, air masuk ke
ampula. Saluran ini berkahir di ampula, jika ampula berkontraksi, maka air
tertekan dan masuk ke dalam kaki tabung. Akibatnya kaki tabung berubah
menjulur panjang. Apabila hewan ini akan bergerak ke sebelah kanan, maka kaki
tabung sebelah kanan akan memegang benda di bawahnya dan kaki lainnya akan
bebas. Selanjutnya ampula mengembang kembali dan air akan bergerak berlawanan
dengan arah masuk.
Makanan dan Cara
Makan
:
Asterina
miniata
merupakan hewan omnivora dan detrivora. Hewan ini memakan
tumbuhan laut, alga, dan hewan laut seperti bangsa moluska dan krustasea
(Britannica, 1999) . Selain itu Asterina
miniata
mmeiliki peran penting dalam ekosistem, yaitu sebagai detrivora. Asterina miniata juga memakan bangkai
hewan laut dan alga sehingga hewan ini berfungsi sebagai pembersih bangkai. Menurut
Davis (1991), Asterina miniata biasanya
memakan bangkai ikan yang membusuk dan mengkonsumsinya dengan gerakan yang
lambat. Asterina miniata menangkap
makanan menggunakan perut dan kaki tabungnya kemudian mencernanya. Hewan ini
menghasilkan cairan yang berfungsi melumatkan makanan di lambungnya (Grzimek,
1972).
Siklus Hidup dan
Reproduksi
:
Asterina
miniata
memiliki alat kelamin terpisah, sehingga fertilisasi terjadi
diluar tubunya. Asterina miniata merupakan
hewan yang memiliki musim kawin yang panjang. Hewan jantan dan betina akan menghasilkan
sperma dan telur sepanjang tahun, namun kelimpahan sperma dan telur dari Asterina miniata terbanyak yaitu pada
musim dingin dan musim semi. Asterina
miniata
bereproduksi dengan pemijahan. Hewan jantan mengeluarkan sperma,
dan hewan betina menghasilkan telur. Telur yang dihasilkan memiliki pori-pori
besar, hal ini bertujuan sebagai rangsangan untuk menangkap sperma. Sperma dan
telur Asterina miniata akan melebur
menjadi embrio motil dan menjadi larva dalam itungan menit di laut dan terbawa
oleh arus laut. Siklus hidup Asterina
miniata
menurut Ricketts et al., (1985),
diawali dengan proses pembuahan telur menjadi zigot, kemudian terjadi
gastrulasi yaitu pembentukan grastrula yang kemudian akan membentuk coelom dan
blastopore. Gastrula berkembang menjadi larva bersilia yang memiliki anus dan
mulut lambung. Kemudian berkembang menjadi larva bipinnaria , pada tahap ini
lengan-lengan sudah mulai terbentuk namun masih belum sempurna dan berbentuk
simetri bilateral. Selanjutnya menjadi branchiolalaria, pada tahap ini
perkembangan lengan dan struktur internal sudah sempurna dan larva sudah dapat
berenang. Kemudian hewan ini bermetaformosis dan berkembang menjadi bintang
laut muda dan dewasa. Menurut Byrne (2006), bintang laut memiliki siklus hidup
dan cara reproduksi yang sama dengan
bintang laut lainnya termasuk Asterina
miniata
.
Habitat, Populasi,
dan Distribusi
:
Asterina
miniata
hidup di bebatuan, dasar
pasir, dan diantara lamun (Seagrass).
Menurut Ricketts et al., (1985)
Karakteristik habitat Asterina miniata
diantaranya : (1) Suhu : 5 – 13°C, (2) kandungan nitrat sekitar
5-33 mol/L, (3) salinitas 31-33 pps, (4) kadar oksigen 2.4-6.5 ml/L, (5) kadar
fosfat 0.7-2.6 mol/L, (6) kadar silikat 6.8 -44 mol/L. Asterina miniata dapat ditemukan di daerah pasang yang rendah dengan kedalaman
sekitar 79 meter atau 259 kaki dibawah permukaan laut (Meinkoth, 1991).
Distribusi Asterina miniata ditemukan
di sepanjang pantai Pasifik dari Alaska hingga ke California. Populasi Asterina miniata melimpah di daerah
california tengah dan Teluk Monterey. Di daerah Alaska hanya terdapat pada
daerah yang sangat rendah pasan surutnya.
Kekerabatan dan
Evolusi
:

Fosil Asterina
miniata
yang merupakan kelas dari Asteroidae pertama kali ditemukan pada
zaman Ordovician. Kelas Asteroida memiliki ragam spesies yang banyak yang
terdapat dari masa Jurassic (Blake, 1987). Fosil unik dari Asteria miniata ditemukan di Hunsruck Slate, Jerman. Bukti evolusi
berdasarkan karakter yaitu terdapatnya kaki ambulakral yang merupakan ciri khas
dari Asterina . Evolusi Asterina miniata menurut Byrne (2006),
telah terjadi sejak 3500 juta tahun yang lalu. Asterina miniata  yang
merupakan invertebrata dari kelas Asteroida berevolusi dari alga. Kehidupan di
dasar laut berevolusi dari alga. Alga berkembang menjadi rumput laut, ubur-ubur
dan bintang laut. Bintang laut kemudian berkembang menjadi ikan. Asterina
miniata
masuk
kedalam ordo spinulosida karena memiliki struktur spinula, yaitu suatu proyeksi
seperti rambut. Menurut Byrne (2006), kaki tabung pada bintang laut merupakan
bentuk evolusi. Berdasarkan  pohon filogenetik menurut Knott dan Wray
(2000), Asterina miniata yang masuk
kedalam ordo Spinulosida berkerabat dekat dengan Forcipulatida.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !