Bapak Demokrasi Dunia (Abraham Lincoln)

Terlahir dari keluarga sederhana yang serba kekurangan siapa sangka orang yang berperawakan kurus ini kelak akan bisa menjadi orang nomor satu di negara adidaya Amerika, dan dikenal luas di seantero dunia dialah Abraham Lincoln, bahkan dalam sejarah presiden Amerika Abraham lincoln menjadi sangat dikagumi hingga sekarang, ada yang mengatakan bahwa dia merupakan presiden Amerika tersukses sepanjang masa.

Menghapus Sistem Perbudakan

Sistem perbudakan di Amerika sudah mengakar ratusan tahun, pada awalnya perbudakan antara orang kulit putih kepada orang kulit hitam dimana praktik tersebut sudah berlangsung sejak zaman kuno, dulu dilakukan oleh bangsa Mesir terhadap orang negro di Afrika. Budak digunakan tenaganya untuk bertani atau pekerjaan yang sifatnya kasar (fisik). Kekuasaan mutlak di bawah tuannya, kemudian untuk makna  budak sendiri  adalah orang yang dianggap dan disamakan dengan barang milik. Hak sebagai manusia bebas telah dirampas. Pada zaman dahulu faktor yang menjadikan orang menjadi budak antara lain kalah dalam suatu peperangan, di jual atau dilahirkan oleh orang tua yang berstatus sebagai budak, juga berhutang kemudian tidak mampu melunasi.Baca : Sastrawan Dunia Asli Banyumas (Ahmad Tohari)

Yang lebih parah adalah di Amerika sendiri praktik perbudakan dilegalkan ini juga telah diperkuat dengan undang-undang yang terkenal yaitu “ The Black Codes” undang-undang yang mengatur sitem perbudakan yang kejam tanpa dasar hak dan kewajiban. Praktik ini banyak di Amerika Selatan, daerah pertanian dan perkebunan. Budak digunakan sebagai alat produksi, yang tujuan akhirnya adalah memperoleh keuntungan yang sebanyak-banyaknya.

Perilaku tuan kepada budak juga sama sekali tidak manusiawi, budak diibaratkan sebagai hewan, dari mulai tempat tinggal sampai makanan sangat tidak layak, bahkan tak jarang para budak sering mendapat kekerasan fisik bila kerja tidak sesuai harapan. Belum lagi waktu istirahat yang sangat sedikit, tak jarang para budak meninggal karena kelelahan bekerja sepanjang waktu. Itulah beberapa faktor yang menyebabkan Lincoln tidak setuju sama sekali dengan sistem perbudakan.

Bapak Demokrasi Dunia (Abraham Lincoln)
Abraham Lincoln

 Menanamkan Pilar Demokrasi di Amerika Pasca Perang Saudara

Sejarah paling kelam di Amerika adalah perang saudara, perang antar negara-negara bagian. Dari awal Abraham Lincol memang konsen diwilayah anti perbudakan, salah-satu aktivis yang getol dalam hal kebebasan ini kelak dia akan berperang dengan rakyatnya sendiri yang Pro terhadap perbudakan. Saat Lincoln memenangkan pemilu dan menjadi presiden baru di Amerika, banyak negara yang pro terhadap perbudakan memutuskan untuk memisahkan diri dari Amerika kemudian membentuk negara baru yang disebut konfederasi, yang beribukota di Richmond, Virginia. Kemenangan Lincoln membuat pemisahan antar Negara bagian tak terelakan. Pada tanggal 4 Februari 1861, sebelum Lincoln disumpah menjadi presiden sudah ada tujuh negara yang menginginkan memisahkan diri, hingga keadaan meruncing dan terjadi pemberontakan kecil, pada akhir tahun 1861, Missouri dan Kentucky dibagi, Pro Selatan (Konfenderasi) dan Pro Utara (Uni/Pemerintah).

Ada 23 negara bagian yang setia pada pemerintah yaitu: California, Delaware, Illinois, Indiana, Lowa, Kansas, Kentuky, Maine, Maryland, Massachusetts, Michigan, Minnesota, Missouri, New Hampshire, New York, Ohio, Oregon, Pennsylvania, Rhode Island, Vermont, dan Wisconsin. Sementara tujuh Negara bagian anggota Konfederasi yaitu: South Carolina, Mississippi, Florida, Alabama, Georgia, Louisiana dan Texas. Sementara itu dalam peperangan melawan pemerintah, Virginia, Arkansas, Tennessee, dan North Carolina menyusul untuk bergabung dengan Konfederasi yang selanjutnya membentuk tentara Konfederasi.

Dua kubu tersebut melakukan peperangan kurang lebih selama empat tahun, perang ini juga dikenal sebagai perang industri, dimana peralatan-peralatan perang canggih mulai dibuat dan digunakan dalam peperangan saudara ini, hingga pada tanggal 19 April 1865 Jendral Konfederasi Robert E Lee menyerah dan secara otomatis perang ini berakhir dengan kemenangan Uni atau Pemerintah di bawah pimpinan presiden Abraham Lincoln.

Selepas kemenangan tersebut Abraham Lincoln langsung merevitalisasi negara-negara yang berkonflik dan mulai menanamkan sistem demokrasi secara utuh yang dicita-citakan dia semasa masih menjadi pengacara dulu, bahwa menurut Abraham Lincoln kekuasaan penuh di tangan rakyat, semua warga negara Amerika baik yang berwarna kulit hitam maupun putih mempunyai hak yang sama di mata negara dan negara wajib melindungi setiap warganya.

Kelak Lincoln dijuluki sebagai bapak Demokrasi dunia, dia merupakan peletak dasar awal Demokrasi di dunia, kita tahu dengan pasti kalimat yang berbunyi seperti ini “ Dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat” pelopor kalimat ini tidak lain adalah Lincoln, Presiden ke 16 Amerika ini disebut sebagai presiden paling sukses dalam sejarah Amerika karena dapat menyatukan Amerika Utara dan Amerika Selatan lewat sistem Demokrasinya.Baca juga : 7 Sisi Unik Soekarno

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !