BATU MULIA KALI KLAWING PURBALINGGA

Kami akan mengulas seputar batu mulia yang berasal dari Kali Klawing di kecamatan Purbalingga. Setelah ditemukan dan dilakukan penelitian oleh ITB yang tergabung dalam Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) di tahun-tahun berikutnya. Batu mulia kali klawing menjadi sumber batu mulia terbaik bahkan di perkirakan tidak kalah dari batu mulia asal India. Meskipun masih dalam proses penelitian, penemuan ini menjadi kebanggaan tersendiri masyarakat Purbalingga dan sekitarnya. Pemerintah Kabupaten purbalingga merencanakan akan membangun musium untuk koleksi yang ditemukan di kali klawing. Semoga dapat terealisasi…

Kembali ke kali klawing, Berdasar hasil penelitian, di sejumlah wilayah Purbalingga terdapat sedikitnya 50-an situs bersejarah. Selain itu juga ditemukan potongan-potongan batu hasil buatan manusia zaman prasejarah yang berserakan di sekitar air terjun di Desa Dagan dan disekitar persawahan milik warga di desa tersebut.

Potongan batu yang ditemukan berupa beberapa potong limbah gelang batu berbahan dasar jasper hijau yang berbentuk cakram. Potongan batu ini diperkirakan berasal dari zaman neolitikum atau zaman batu baru.

Sejak tahun 1983, kawasan sekitar Bobotsari sudah dikenal di kalangan masyarakat batu mulia maupun arkeolog sebagai salah satu situs budaya manusia zaman neolitikum. Hal itu menyusul dilepasnya sejumlah hasil penelitian para arkeolog Indonesia tentang temuan benda-benda prasejarah di Purbalingga tahun 1980-an.

BATU MULIA KALI KLAWING PURBALINGGA

Menurut legenda, asal muasal kali Klawing tidak jauh dari legenda kali Serayu. Konon ada semacam perlombaan yang diikutin para Kurawa yang jumlahnya 100 orang, dipimpin Pandhita Drona. Singkat cerita perlombaan ini menghasilkan 2 sungai yaitu Serayu dan Klawing. Konon Bima dari pandawa membuat Sungai Serayu sedangkan Kurawa membuat Sungai Klawing.

Kalahnya Kurawa membuat Pandhita Drona dihukum. Dipotong penisnya dan dibuang ke tepian Klawing. Sekarang tempat pembuangan itu disebut Panembahan Drona, letaknya di Desa Kedungbenda, Kemangkon-Purbalingga. Di tempat tersebut juga ada kisah lingga yang konon katanya adalah penjelmaaan penis Pandhita Drona.

Itulah tadi sedikit cerita turun-temurun asal muasal kali klawing. Sekarang kita kembali ke topik, demam masyarakat dengan batu mulia semakin membuat Kali Klawing terseohor bahkan sampai ke luar negeri.

Ada jenis batu yang hanya dapat di temukan di kali klawing dan india, batu tersebut adalah bloodstone. Masyarakat barat menyebutnya Batu mulia darah Kristus. Batu ini cukup langka dan hanya ditemukan di sekitar aliran Sungai Gintung yang merupakan salah satu anak Sungai Klawing, di Kabupaten Purbalingga. Batu ini diminati oleh kalangan bangsawan Prancis  sebagai simbol kebangsawanan.

Di sekitar aliran Sungai Gintung juga ditemukan banyak batu bertekstur pipih pada satu sisi dan tebal di sisi lain seperti kapak genggam. Diduga batu-batu itu adalah hasil buatan manusia masa pra-sejarah zaman neolitikum antara 5.000 sampai 10.000 tahun yang lalu.

Baca juga : Asal muasal desa cipaku (Opini)

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !