Artikel, Pendidikan

Belajar Menjadi Guru Seutuhnya

Belajar menjadi Guru Seutuhnya – Hampir setiap hari saya beriteraksi dengan anak-anak, iya karena pekerjaan saya saat ini adalah mendidik, menjadi seorang guru itu gampang, tinggal mengajar terus pulang.

Tetapi menjadi seorang guru profesional (Pendidik) itu yang tidaklah gampang, selain intelektualitas juga dibutuhkan kepekaan, pemahaman dan karakteristik setiap siswa.

Bayangkan saja misalnya dalam sebuah kelas ada 35 siswa kita harus mengenal karakter dari setiap siswa yang kita ajar, belum lagi kalau seorang guru mengajar ditingkatan SMP atau SMA kurang lebih dia harus mengampu sekitar 5-6 kelas tinggal dikalikan saja berapa siswa yang harus dia kenal.

Selain intelektual menjadi seorang guru juga harus mengajarkan kepada anak didiknya mengenai nilai-nilai kehidupan yang ujungnya adalah membentuk karakter moral yang baik sesuai dengan misi pendidikan di Indonesia.

Ini semua memerlukan terobosan dan inovasi di dalam proses belajar mengajar, nah inovasi ini yang masih kurang oleh guru sekarang termasuk saya, banyak guru (tidak semua) hanya sekedar menjalankan kewajiban mengajar saja tanpa disana ada nilai-nilai moral yang baik yang harus kita berikan juga.

Soal inovasi dalam proses belajar mengajar, guru harus aktif sendiri mencari media pembelajaran yang menarik yang tidak monoton bagi siswa, karena siswa sekarang sudah tidak tertarik lagi dengan sistem belajar ceramah, metode belajar satu arah, guru menjadi pusat ilmu.

Tetapi siswa justru lebih tertarik dan merasa tertantang untuk dilibatkan mencari materi yang sedang diajarkan. Misalnya dengan metode belajar berkelompok (diskusi). Biasanya siswa sudah sangat antusias, apalagi kalau kita bisa meramu media pembelaran yang lebih menarik, tanpa disuruh siswa memperhatikan.

Guru sejati
Salah satu media pembelajaran dalam proses belajar mengajar

Masalahnya adalah dalam masa-masa kuliah dulu guru tidak dibekali kemampuan itu, sehingga guru harus lebih aktif mencari inovasi-inovasi baru.

Tidak sulit kok kalau kita mau, kita bisa memanfaatkan media internet, disitu ada banyak bahan ajar dan media pembelajaran yang bisa kita dapatkan, belum lagi ketika kita mau berkunjung ke perpustakaan, disana juga banyak ilmu yang ternyata masih sering kita lupakan.

Baca juga : Tokoh gerakan mahasiswa (Soe Hok Gie)

Sekarang tinggal bagaimana agar peserta didik antusias dalam proses belajar mengajar, berikut ini beberapa tips yang boleh kalian coba:

1. Berpenampilan menarik

Kenapa yang pertama saya anjurkan agar berpenampilan menarik. Alasan yang paling kuat adalah kita dipandang oleh anak didik, coba kalau kita berpakian tidak rapi, apa kesan pertama yang diperoleh mereka terhadap kita.

Berpenampilan menarik tidak harus mewah setidaknya rapi dan bersih yang enak dipandang mata.

2. Sebelum proses belajar mengajar berikan motivasi

Ini yang seringkali dilupakan oleh guru, memberikan dorongan motivasi kepada anak didik, guru sampai di kelas biasanya akan langsung melanjutkan materi yang ada.

Kalau saya biasanya sebelum memulai pelajaran setelah berdoa dan aktifitas penunjang yang lain adalah memutarkan video motivasi kepada anak didik.

Tidak perlu dijelaskan panjang lebar biarkan anak didik melihat dan mengamati sendiri, setelah itu kita membantu mereka untuk menyimpulkan hasil dari melihat video motivasi tersebut.

3. Dalam proses belajar mengajar selingi dengan permainan

Penelitian sikologi mengatakan bahwa kemampuan otak manusia normal untuk bisa menangkap pengetahuan baru sekitar 10-15 menit.

Setelah itu perlu ada penyegaran (refresh) dalam jalannya proses belajar mengajar juga diperlukan penyegaran maka lakukanlah sedikit permainan untuk menyegarkan suasana.

4. Jangan kaku dengan patokan silabus dan RPP bagi materi yang sedang kita ajarkan

Mengajar memang memerlukan rambu-rambu agar kita tidak ngawur dalam menyampaikannya.

Kalau saya sendiri sih silabus dan RPP (rencana pembelajaran) hanya sebagai patokan materi apa saja yang perlu disampaikan, setelah itu dalam prosesnya saya modifikasi sendiri.

Tidak selalu dalam penyampaian urut seperti yang ada dalam silabus atau RPP, yang terpenting tidak keluar dari patokan yang ada dalam silabus maupun RPP dan cara belajar kita menarik bagi para peserta didik.

5. Manfaatkan media pembelajaran

Agar peserta didik kita tidak bosan dengan cara-cara pengajaran yang biasa, maka gunakanlah media pembelaran yang menarik, ada banyak media pembelajaran yang menarik bagi siswa yang bisa kita terapkan di dalam proses belajar mengajar.

Seperti yang sudah sedikit saya singgung di atas manfaatkan media internet untuk mencari media pembelajaran yang unik dan menarik

Baca juga : Memaknai hidup dari Sepak Bola

Demikian atikel yang berjudul “menjadi guru seutuhnya”  semoga bermanfaat. Salam.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !