Belajar Sederhana Dari Wage Tegoeh Wijono

Belajar Sederhana Dari Wage Tegoeh Wijono – Orang memanggilnya ‘Wage’, nama yang begitu kejawen menurutku. Wage berarti hari pasaran dalam ilmu kejawen, Tegoeh berarti kuat atau tegar, sementara Wijono berarti pemimpin. Kurang lebih berarti “ seorang pemimpin kuat yang terlahir di hari wage”. Hehe, mohon maaf Pa Wage, kalau saya salah dalam mengartikan.

Jika Anda penyuka seni dan puisi dan tinggal di Banyumas, pasti Anda mengenal penyair Wage Tegueh Wijono. Laki-laki setengah baya yang penuh dengan kesederhanaan dan keramah tamahan.

Mohon maaf Pa Wage, atas kelancanganku menulis artikel ini. Artikel ini saya buat untuk menginspirasi generasi muda. Bukan mencontohkan, apalagi menggurui, sungguh ini hanya sekedar cerita sederhana tentang kesederhanaan. Seperti kutipan mu, “ Semua karena Tuhan, Aku sak dermo nglakoni”.

Mari Mengenal  Kesederhanaan Wage Tegoeh Wijono

Belajar Sederhana Dari Wage Tegoeh Wijono

Beliau bekerja sebagai tukang sol sepatu keliling di area Purwokerto. Berkeliling menggunakan sepeda belanda dari keramean satu ke tempat keramean yang lain. Sering saya lihat beliau membuka lapak di depan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Pa Wage, sementara memiliki 5 orang anak yaitu Tegar Romadhon, Anugrah Fajar, Bening Rizki Gusti, Cahaya Gede Rizki Fatonah dan Sinar Sosialita. Dalam obrolan singkat kami di kediaman bapak Bambang Wadoro nama anak-anaknya adalah bentuk penggambaran saat mereka lahir.

Kesederhanaan dalam bicara, sikap dan tindakan. Inilah yang sungguh saya kagumi dari beliau. Opini dan pandangan beliau membuat saya berdecak kagum. Terutama jika bicara tentang kesenian dan pandangan hidup. Tidak jarang sesekali mengemukakan pandangan politiknya yang Out of Book.

Belajar Sederhana Dari Wage Tegoeh Wijono

Berikut kutipan beliau tentang pandanganya tentang Puisi dan Penciptanya : “Saya mau membaca puisi ciptaan anak-anak, semuanya dikarenakan penilaian terhadap karya dan sama sekali bukan personal penciptanya”. Itulah salah satu pandangan beliau tentang puisi dan penciptaanya.

Belajar Sederhana Dari Wage Tegoeh Wijono

Selain sibuk sebagai tukang sol sepatu keliling, beliau dikenal sebagai sastrawan dan seniman Banyumas, terutama sebagai penyair. Banyak sekali kegiatan yang sudah beliau ikuti, seperti : Festival kesenian Bumiayu, kegiatan gerakan PUISI MENOLAK KORUPSI dan dibukukan dalam buku berjudul antalogi puisi menolak korupsi. Serta banyak kegiatan-kegiatan lain, terutama menyangkut seni, sastra dan budaya.

Karya-karya puisinya juga sudah mondar-mandir di media-media masa. Namanya juga sudah dikenal di kalangan penyair dan pencinta puisi. Sudah banyak sekali puisi ciptaan beliau dijadikan rujukan dan dinikmati masyarakat.

Saya sebagai seorang Banyumas bangga dengan beliau Bapak Wage. Selain bangga pada karya-karya puisinya, terutama bangga pada kesederhanaan dan keramahanya.

Belajar Sederhana Dari Wage Tegoeh Wijono

Dari obrolan singkat di kediaman bapak Bambang Wadoro. Rasa ingin tahu saya sangat tinggi, bersama Agus Prasetio saya banyak bertanya tentang apa saja dari Bapak Wage. Kami banyak sekali mendapatkan ilmu dari beliau.

Seperti kata Beliau dalam sebuah statment“ Hidup adalah pemberontakan terhadap ketermangunan yang sia-sia”. Kami merenungi arti terdalam dari kalimat tersebut. Tentunya kalimat yang luar biasa yang butuh pemahaman terdalam dan didapat dari pengalaman yang mengagumkan Bapak Wage.

Begitupun jika mengungkapkan tentang perlawanan Nyi Ontosoroh terhadap ketidakadilan, dalam buku Pramudya Ananta Toer berbunyi “ Lakukanlah perlawanan sekalipun hanya di dalam hati”. Kata yang memiliki makna luas tanpa batas, menciptakan pemahaman makna berbeda dari setiap manusia tergantung dari pengalaman mereka sendiri.

Setiap orang dapat menjadi berguna dari singgasananya. Entah itu seorang tukang sol sepatu, pengusaha, atau bahkan seorang mahasiswa sekalipun. Kita masing-masing yang akan menentukan apa yang akan kita lakukan. Seperti seorang penyair Banyumas bernama Wage Tegoeh Wijono.

Bca juga : Belajar bahagia dari keluarga ibu sairah

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !