Beratnya Menjadi Guru Kelas 6

Beratnya Menjadi Guru Kelas 6 – Sudah 4 tahun aku menjadi guru kelas 6 sejak 6 tahun lalu aku mulai mengajar di sebuah madrasah. Awal mulai aku mengajar aku diamanahkan untuk mengajar kelas 3, lalu setahun berikutnya aku ikut naik kelas 4. Setahun berikutnya entah karena prestasiku atau aku dianggap lebih up to date dalam pembelajaran atau karena guru paling muda, aku dipercaya menjadi guru kelas 6. Padahal posisiku adalah baru dua tahun mengajar dan masih ada guru PNS yang lain yang lebih berpengalaman.
Beratnya Menjadi Guru Kelas 6
guru kelas 6
Karena itu adalah sebuah amanah, aku jalankan saja tugas itu dengan sebaik-baiknya. Tentu saja agak sedikit kaget karena kelas 6 adalah kelas paling akhir dan harus mempersiapkan diri menghadapi ujian.
Secara psikologi memang anak kelas 6 cenderung lebih dewasa dan lebih mudah memahami tanpa harus diulang-ulang materinya. Tapi tentu saja ada kesulitan tersendiri ketika mengajar kelas 6, berikut kesulitan yang saya alami berdasarkan pengalaman mengajar saya yang sampai saat ini baru 4 tahun mengajar kelas 6:

1) Waktu mepet

Beda dengan dahulu yang menggunakan sistem cawu (caturwulan) yang satu tahun dibagi menjadi 3. Kita tahu sistem yang digunakan sekarang adalah sistem semester. Setiap tahun pelajaran terdiri dari dua semester, semester satu dan dua, atau ada yang menyebutnya semester ganjil dan genap. Jika pada kelas 1 sampai 5 kedua semester itu adalah waktu efektif untuk pemebelajaran, maka lain ceritanya untuk kelas 6.
Pada semester 2 sudah harus dipotong untuk ujian, try out, latian ujian. Maka otomatis, mau tidak mua, bisa atau tidak bisa, maka materi pembelajaran kelas 6 yang harusnya 2 semester di persingkat menjadi 1 semester awal. Jadi seluruh materi diharapkan selesai pada semester 1.
Ini mengharuskan guru kelas 6 untuk melakukan pembelajaran seefektif mungkin. Tidak ada waktu yang terbuang percuma tanpa mengurangi kualitas pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.

2) Menjaga psikologi siswa

Sistem pendidikan kita masih menyelenggarakan ujian. Dimana ujian adalah proses penting dan menjadi salah satu syarat kelulusan. Serta nilainya menjadi syarat untuk masuk SMP.
Seorang guru kelas 6 harus bisa mengatur dan menjaga tingkat psikologi anak supaya tidak tertekan menjelang ujian dilaksanakan. Selain persiapan materi, seorang guru kelas 6 juga harus memastikan persiapan mental siswa dalam kondisi yang baik. Karena sering ditemui anak yang rajin dan kesehariannya mendapatkan nilai yang baik, tapi ketika ujian dia akan tertekan dan hasilnyapun tak memuaskan.

3) Dituntuk untuk menjadi manager seorang siswa

Guru adalah orangtua siswa ketika berada disekolah. Tapi bukan berarti setelah siswa kembali ke lingkungan keluarga guru tak bertanggung jawab dan lepas tangan sepenuhnya.
Guru harus ikut memantau perkembangan dan perilaku siswa. Apalagi siswa tersebut sedang kelas 6 dimana waktu harus diatur sedemikian rupa agar bermanfaat. Guru harus mengatur agar siswa tidak terlalu banyak bermain namun juga tak merampas hak waktu bermain anak. Guru juga harus bisa mengatur tingkat kesehatan seorang anak. Saat kelas 6 waktu belajar disekolah tidak boleh ada yang terlewatkan. 

4) Tanggung jawab materi

Materi yang ada di kelas 6 kebanyakan adalah lanjutan dari konsep yang sudah diajarkan di kelas sebelumnya. Jika anak tidak paham mengenai konsep tersebut maka dipastikan siswa akan kesulitan untuk memahami materi dikelas 6. Contohnya adalah pelajaran matematika. Jika siswa belum lancar bagaimana cara membagi atau mengali suatu bilangan, tak mungkin bisa siswa akan menghitung luas atau volume suatu bangun. Maka mau tak mau guru kelas 6 harus mengajari lagi cara mengali atau membagi yang sebenarnya bukan materi kelas 6.
Begitupun dengan mata pelajaran yang lain, kelas 6 dituntut untuk mencover semua materi yang bahkan bukan materi kelas 6. Oleh karena itu sebagai guru yang mengajar siswa dengan kelas paling tinggi, guru kelas 6 harus menguasai pelajaran kelas dibawah kelas 6.

4) Menyelesaikan banyak administrasi

Administrasi disini yang dimaksud khususnya adalah administrasi yang berhubungan dengan ujian. Mulai dari daftar peserta ujian yang harus diserahkan jauh-jauh hari, mempersiapkan instrument ujian praktek, dan lain-lain hingga penulisan nilai ijazah biasanya dikerjakan oleh kelas 6. Tak jarang jika guru yang lain hanya mengerjakan nilai raport dan menikmati waktu liburan, maka guru kelas 6 masih berkutat menyelesaikan administrasi yang lain.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.