Bersepeda Sudah Menjadi Gaya Hidup Bagi Kaum Berada Indonesia

Bersepeda Sudah Menjadi Gaya Hidup Bagi Kaum Berada Indonesia
Bersepeda Sudah Menjadi Gaya Hidup

Bersepeda Sudah Menjadi Gaya Hidup Bagi Kaum Berada Indonesia  Sepeda hingga kini masih menjadi salah-satu alat transportasi yang masih bertahan hingga sekarang. Bahkan dibeberapa wilayah di dunia. Transportasi jenis ini masih begitu digemari oleh masyarakat setempat.

Apalagi dengan polusi udara yang semakin meningkat, bagi mereka yang peduli masalah ini maka bersepeda adalah keharusan yang harus dilakukan untuk mobilitas mereka. Disamping non-polusi bersepada juga menyehatkan tubuh.

Kesadaran manusia untuk menjaga lingkungan dan kesehatannya dibeberapa Negara sudah terbentuk. Contohnya di Belanda. Di negeri ini bersepeda merupakan alat transportasi utama bagi warganya.

Bersepeda Sudah Menjadi Gaya Hidup Bagi Kaum Berada Indonesia
Bersepeda Sudah Menjadi Gaya Hidup

Masyarakat Belanda sudah menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan dari emisi kendaraan bermotor yang menyumbang banyak dari dampak pemanasan global.

Gaya hidup berkaitan dengan sumberdaya manusia begitupun bersepeda, orang yang memilih bersepeda dalam aktifitas sehari-hari maka bisa dikatakan sumberdaya manusianya sudah terbentuk.

Namun itu hanya berlaku di Negara-negara maju, Negara berkembang seperti kita malah sebaliknya. Kalau di luar orang yang menggunakan sepeda konglomerat sedangakan di Indonesia kebanyakan orang mlarat. Heem.

Masyarakat Indonesia belum terlalu peduli tentang pemanasan global. Tentang kesehatan. Yang mereka pedulikan hanya mencari uang untuk melanjutkan hidupnya.

Kalaupun bersepeda sekarang dibeberapa daerah di Indoensia mulai kembali bergeliat pengguna alat trasportasi ini cenderung orang yang mapan dalam segi ekonomi.

Bukan pula tumbuh dari kesadaran untuk hidup sehat namun bersepeda di Indonesia sudah menjadi gaya hidup untuk orang berada.

Sekarang banyak bermunculan komunitas-komunitas pecinta sepeda. Dari sepeda tua (ontel) hingga sepeda modern yang harganya jutaan rupiah.

Disetiap akhir pekan biasanya mereka bergerombol untuk mengayuh sepeda bersama. Atau hanya sekedar “tongkrong-tongkrong” dikeramaian demi sebuah eksistensi kelompok mereka.

Yang dilakukan biasanya tukar menukar pengalaman dan informasi mengenai kecintaanya terhadap sepeda, hingga menambah kekerabatan diantara komunitas.

Bagi pencinta sepeda “ontel” akan memamerkan sepeda tua mereka. Semakin tua umur sepeda maka nilainya akan semakin tinggi.

Aksesoris sepeda tua juga nilainya terbilang tinggi loh, apalagi jika barang tersebut terbilang masih asli. Bayangkan hanya sekedar lampu depan saja nilainya bisa mencapai jutaan rupiah. Wow.

Bagi pecinta sepeda modern. Biasanya mereka akan bersama-sama pergi kesuatu tempat dilibur akhir pekan.

Sepeda modern harganya terbilang masih tinggi. Paling murah masih dikisaran 1 juta-an itu pun dengan merek yang tidak terlalu tertekal. Bagi yang ingin mempunyai sepeda modern dengan merek prestise. Siap-siap mengocek uang lebih dalam untuk membelinya.

Lagi-lagi semua hanya soal gaya hidup. Kalau soal yang satu ini masyarakat Indonesia bisa melakukan segala cara demi terlihat eksis dari orang-orang yang lain.

Mari bersepeda secara sehat. Baik sehat mental juga sehat finansial. Tidak usahlah meredupsi makna bersepeda untuk alat transportasi dan media olahraga yang murah.

Baca Juga: Setiap Manusia Perlu Eksistensi

About Agus Prasetio 135 Articles

Seorang manusia biasa terlahir dari orang tua yang sangat luar biasa, Bapak Jaya Sumitro dan Ibu Jawen

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*