Beternak kodok (Bullfrog) Sebagai Alternatif Berwirausaha

Beternak kodok (Bullfrog) Sebagai Alternatif Berwirausaha – Menu masakan katak/kodok di Indonesia sendiri termasuk masih awam, jarang dijumpai di restoran-restoran yang terdapat menu makanan ini

Kodok masih dianggap menjadi binatang yang menjijihkan bagi sebagian orang bagi sebagian lagi masih mengganggap kodok sebagai hewan yang menggelikan

Untuk di Indonesia sendiri yang mayoritas penduduknya beragama Muslim, memakan daging kodok ada yang mengatakan haram namun ada pula yang mengatakan halal

Ini disebabkan karena dua pandangan ulama besar yang berbeda, menurut Imam Syafi’i memakan daging kodok hukumnya haram, namun menurut Imam Maliki memakan daging kodok hukumnya halal.

Jenis Kodok Bullfrog (tips.ukm.com)

Jenis Kodok Bullfrog (tips.ukm.com)

Di luar negeri daging kodok merupakan daging yang diminati, contohnya di Jepang daging kodok ini termasuk daging yang banyak dicari selain ikan laut.

Ini sebenarnya bisa menjadi alternatif usaha baru, peluang emas berkaitan dengan kebutuhan daging kodok yang semakin banyak, yang cukup mengirurkan adalah pasar internasional yang juga peminatnya cukup banyak.

Hewan kodok sendiri ada berbagai macam jenisnya salah satu yang diminati adalah jenis kodok Bullfrog/lembu yang aslinya dari Amerika Utara, namun demikian kebanyakan masyarakat masih mencari atau mendapatkannya di alam bebas.

Jarang dijumpai khususnya di Indonesia tentang budidaya ternak ini, berbeda jauh dengan berernak kelinci atau pun lele yang sudah marak dijumpai disekitar kita.

Banyak faktor kenapa masih sedikit budidaya kodok ini, yang paling mendasar adalah peminat dan susah menjualnya

Adapun masalah budidayanya tidaklah terlalu sulit, langkah pertama adalah pembibitan, nah pembibitan ini merupakan faktor utama penentu keberhasilan budi daya kodok.

Jika kodok berasal dari bibit yang baik maka benih yang dihasilkan akan tumbuh seperti yang diharapkan.

Saat ini jenis kodok yang banyak dicari adalah jenis kodok Bullfrog, disamping rasanya yang enak dan juga beratnya yang bisa mencapai 1,5 kg. jenis kodok tersebut sampai saat ini belum dibudidayakan secara optimal.

Adapun syarat bibit yang baik adalah sehat dan matang kelamin, tidak cacat, kaki tidak bengkok dan normal kedudukannya serta gaya berenangnya seimbang.

Mengenai tahap pemijahan sendiri bertahap, tahap kegiatan pembibitan meliputi pemijahan induk hingga menghasilkan anak (percil) yang siap dibesarkan. Kegiatan ini memerluykan waktu sekitar 4 bulan.

Baca juga : Teknik budidaya cacing tanah

Sedangkan untuk proses pemijahan sendiri (hingga keluar telur) hanya memerlukan waktu sekitar 3-7 hari. Langkah-langkah budidaya katak/kodok seperti berikut:

(1). Pemilihan Bibit Calon Induk

Pilihlah kodok yang sehat dan berukuran besar, perhatikan juga tanda-tanda kelamin sekundernya, pisahkan induk berdasarkan jenis kelaminya, pemisahan dilakukan sekitar 1-2 hari dimaksudkan untuk lebih merangsang nafsu di antara mereka apabila dipertemukan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan calon induk antara lain umur dan asal usul keturunannya serta kondisi kesehatannya.

a. Umur dan Asal Usul Calon Induk

Umur ideal induk kodok siap dipijahkan minimal 1 tahun untuk jantan dan 1,5 tahun untuk betina. Pada umur 8 bulan kadang kodok menunjukan tanda-tanda siap dipijahkan tetapi hanya akan menghasilkan telur infertil karena gonad belum cukup matang dibuhai

b. Kondisi Kesehatan Calon Induk

Untuk calon dipilih kodok yang pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan kawan seumurannya. Kodok jantan harus memiliki kaki yang kuat untuk memegang kodok betina, sementara kaki belakang yang kuat dan panjang untuk menekan perut kodok betina agar sel telur keluar.

Adapun tanda-tanda calon induk yang siap dipijahkan antara lain:

Kodok Jantan

  • Kulit badan cerah dan bersih
  • Begian bawah leher berwarna kekuning-kuningan
  • Suka bergerak
  • Suara keras
  • Posisi badan pada saat berenang kelihatan datar

Kodok Betina

  • Badan kodok proporsional, bagian perut membesar karena penuh dengan telur yang sudah masak.
  • Mulut menggelambir menyentuh tanah
  • Gerak lamban
  • Lubang kelamin mengeluarkan lender
  • Pembuluh darah perut berwarna merah
  • Jika perut diraba terasa butir-butir telur yang masak.

(2). Sistem Pemijahan      

a. Sitem Pemijahan secara Alami

Induk jantan dan betina yang telah dipisahkan selama 1-2 hari disatukan di kolam pemijahan. Perhatikan agar telur kodok tidak ikut terbuang air pembuangan.

Di sore hari atau pagi hari pada suhu mulai menurun barulah kita membantu kelancaran proses pemijahan yaitu dengan jalan membuat hujan buatan.

b. Cara Mutakhir untuk Memijah Kodok

Adalah dengan cara system kawin suntik menggunakan ekstrak kelenjar hipofisa untuk merangsang kodok agar kawin sesuai dengan yang kita inginkan.

Dengan sistem ini kita bisa mengintensifikan pembenihan, mengurangi kematian, merawat telur-telur kodok dengan tempat sendiri, member jaminan bahwa telur-telur akan dibuahi oleh sperma seluruhnya dan tidak memerlukan hujan buatan.

(3). Pemeliharaan

Pertumbuhan dan kesehatan kodok tergantung pada makanan dan kecocokan tempat tinggalnya. Yang lazim kodok Cuma diberi makan 1 kali sehari. Air dikolam diganti dan dibersihkan seminggu sekali. Pemeliharaan dilakukan pada setiap tahap pertumbuhan kodok di antaranya dengan cara:

a. Sanitasi dan Tindakan Preventif

Telur yang sudah dibuahi dipindahkan pada kolam penetasan. Kolam dibersihkan dari hama dan kotoran sebelum digunakan.

Telur harus dibersihkan dari induknya, sehingga telur tidak terganggu proses penetasannya dan tidak dimakan oleh induknya.

Memindahkan telur jangan sampai pecah sarangnya atau lendirnya. Telur-telur akan menetas setelah 48-72 jam pada suhu air 24-27 Derajat Cencius bila sudah menetas dipelihara pada kolam yang sama selama 10 hari.

b. Perawatan Ternak

Kodok muda yang mengalami metamorphose ditempatkan pada kolam permanen. Pemasukan dan pengeluaran air harus diberi penyaring untuk menghindari hama dan mencegah kodok lepas ke peremajaan umum.

Bila kodok tidak suka makanan yang bergerak, makanan harus diletakkan di bawah air atau pancuran. Setelah umur 3 bulan kodok diseleksi berdasarkan kaki belakang, kulit dan ukuran badannya.

Semoga Bermanfaat !

Baca juga: Cara Budidaya Ikan Lele

 

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !