Teknik Budidaya Tanaman Kelengkeng

Teknik Budidaya Tanaman Kelengkeng – Pada artikel ini akan kami bahas tentang budidaya tanaman kelengkeng / lengkeng, artikel ini akan menguras banyak waktu anda, silahkan bokmark terlebih dahulu di dekstop anda untuk melanjutkan membaca dilain waktu jika anda tidak ada waktu membaca sampai selesai.

#1. Perbanyakan Tanaman Kelengkeng

Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cangkok dan okulasi. Perbanyakan dengan biji tidak dianjurkan karena umur berbuahnya cukup lama (lebih dari tujuh tahun). Selain itu, bibit dari biji sering tumbuh menjadi kelengkeng jantan yang tidak mampu berbuah. Bibit okulasi atau cangkokan mulai berbuah pada umur empat tahun.

Baca lebih lanjut tentang seri panduan artikel Perbanyakan Tanaman Kelengkeng, yang berisi ;

#2. Pengolahan Media Tanam

Sebelum ditanami, lahan harus dibersihkan terlebih dahulu. Tanah untuk tanaman kelengkeng sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab, juga terhadap tanah yang kurang subur. Daerah dengan tanah liat pun tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik. Saat tanam adalah awal musim hujan namun pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau.

Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. Sebaiknya disaat tanaman masih kecil, pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi dua kali setahun. Caranya dengan menggali lubang di sekitar batang, sedikit di luar lingkaran daun, kemudian pupuk atau kompos dimasukkan ke dalam lubang galian tersebut.

#3. Teknik Penanaman

Budidaya tanaman kelengkeng ditanam pada jarak tanam 8 m x 10 m atau 10 m x 10 m dalam lubang tanam berukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah matang sebanyak 20 kg. Pupuk buatan yang diberikan sebanyak l00-300 g urea, 300-800 g TSP (400- 1000 kg SP-36), dan l00-300 g KCl untuk setiap tanaman. Pupuk diberikan tiga kali dalam kurun waktu tiga bulan. Setelah panen buah, pemberian pupuk cukup sekali sebanyak 300 g urea, 800 g TSP, dan 300 g KCl per pohon.

Pegolahan media tanam pada dasarnya sama dengan yang diterapkan pada skala rumah tangga. Namun, penggunaan pupuk kandang lebih diutamakan. Di tahap awal penanaman, pemberian pupuk kandang sangat penting sebagai pengaruh pada media tanam. Kandungan unsur yang terurai dalam hara, berfungsi sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. Selebihnya media pasir, tanah liat, dan sekam dapat dikombinasikan.

#4. Pemeliharaan Tanaman

Penyiraman bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air. Oleh karena itu tanaman perlu disiram pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air siraman tidak dianjurkan sampai menggenangi tanaman. Penggemburan diusahakan agar media tanam tidak memadat. Pemadatan media terjadi karena penyiraman yang berlebihan. Setelah itu, dilakukan penggemburan dengan menggunakan sekop kecil dan jangan sampai merusak akarnya.

Meskipun media tanam menggunakan pupuk kandang, pupuk organik masih diperlukan. Sampai umur 2 tahun, setiap 4 bulan, tambahkan NPK (15:15:15) sebanyak 25 gram per tanaman. Sejak umur 3 tahun dan seterusnya, setiap tanaman diberi 100 gram NPK (15:15:15). Caranya, benamkan pupuk NPK sedalam 10 cm, lalu disiram hingga cukup basah.

Pemeliaraan tanaman kelengkeng yang paling penting adalah pemangkasan. Pemankasan yaitu pemotongan atau pengurangan sebagian dari cabang dan ranting. Pemangkasan cabang dan ranting bertujuan untuk memperbanyak cabang atau ranting, karena hilangnya dominasi titik tumbuh apikal, untuk memperpendek pohon, agar mudah pemanenannya (dwarfing), untuk mempermudah tanaman yang telah tua, dan untuk mengatur keseimbangan karbohidrat dan nitrat pada tanaman agar dapat berbuah.

#5. Pengendalian Hama dan Penyakit

Hama Tanaman Kelengkeng

1) Trusuk

Serangga ini ukurannya sebesar semut hitam, warnanya cokelat dan bersayap. Hama ini menyerang bagian batang, terutama batang pokoknya, yakni dengan cara membuat lubang dan masuk ke dalamnya. Apabila jumlahnya sangat banyak, pohon kelengkeng yang diserang tentu terdapat lubang yang banyak pula. Kelengkeng yang terserang hama trusuk menunjukkan perubahan pada warna daunnya, yakni semula berwarna hijau menjadi kunig dan akhirnya rontok.

Dengan rontoknya daun-daun tersebut, cabang-cabang menjadi kering dan mengakibatkan kematian. Pengendalian hama trusuk dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida pada batang yang telah terserang oleh hama tersebut. Namun akan lebih baik jika dilakukan pencegahan secara dini sebelum terserang, yakni dengan melakukan penyemprotan insektisida pada batang-batang tanaman kelengkeng yang sehat, terutama batang pokoknya.

2) Kelelawar

Kelelawar juga termasuk hama yang sangat merugikan petani dengan memakan buah yang masak dan merontokkan buah muda. Untuk mengatasi gangguan kelelawar, buah kelengkeng pada malainya harus diberongsong dengan anyaman bambu atau tepes kelapa.

Penyakit Tanaman Kelengkeng

Salah satu penyakit yang sering mengganggu tanaman kelengkeng adalah Jamur. Penyakit ini pada umumnya menyerang batang pohon kelengkeng, terutama batang pokoknya. Pemberantasannya dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida pada batang yang terserang.

#6. Panen dan Pasca Panen

Kelengkeng termasuk buah non-klimakterik, dimana setelah dipanen respirasi dan produksi etilen buah mengalami penurunan dan tidak mengalami proses pematangan jika buah telah dipanen. Pada buah non-klimakterik, saat panen perlu diperhatikan agar kualitas buah yang diperoleh lebih optimal. Kandungan total padatan terlarut, total gula dan vitamin C buah mengalami peningkatan selama proses pemasakan buah. Penentuan saat panen kelengkeng dapat diukur dari ukuran buah, warna kulit, kandungan TPT, total asam, rasio TPT:TA, rasa buah, dan umur buah (setelah bunga mekar).

Diantara beberapa faktor tersebut penentuan saat panen buah berdasarkan warna kulit buah, rasa buah dan umur buah adalah yang umum dilakukan. TPT dapat juga diukur dengan cara menggunakan Handrefractometer (manual atau digital). Angka (% atau brix) yang ditunjukkan menunjukkan jumlah kasar padatan terlarut dalam jus buah, termasuk karbohidrat dan gula.

Pemanenan buah dilakukan saat pagi hari untuk mengurangi penguapan air dari buah dan menghindari panas karena sengatan matahari. Panen saat hujan juga sebaiknya dihindari. Kerusakan buah saat panen dapat mempercepat proses pembusukan buah, karena itu proses pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati. Buah dipanen dengan cara memotong malai/tandan buah, atau butiran buah dipanen langsung dari tandannya dan ditempatkan dalam keranjang plastik atau bambu. Semua buah dalam satu pohon sebaiknya dipanen secara bersamaan, kecuali jika tingkat kematangan antar tandan buah berbeda jauh.

Buah yang telah dipanen diletakkan di tempat yang teduh dan jika memungkinkan segera dibawa ke bangsal pengepakan.

Teknik Budidaya Tanaman Kelengkeng

Musim panen kelengkeng di bulan Januari sampai dengan bulan Februari dengan produksi 300-600 kg/pohon. Kelengkeng termasuk buah non-klimakterik sehingga harus dipanen matang di pohon karena tidak dapat diperam. Pemanenan dilakukan dengan alat yang dapat memotong tangkai rangkaian buah. Alat panen berupa gunting bertangkai panjang yang tangkainya dapat diatur dari bawah. Tanda-tanda buah matang adalah warna kulit buah menjadi kecokelatan gelap, licin, dan mengeluarkan aroma. Rasanya manis harum, sedangkan buah yang belum matang rasanya belum manis.

Baca juga :

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !