Panduan Teknik Budidaya Kroto (Semut Rangrang)

Panduan Teknik Budidaya Kroto (Semut Rangrang) – Pasar kroto selama ini bergantung kepada hasil perburuan alam, namun ketersediaan kroto di alam tidak kontinyu terutama saat musim hujan. Saat musim hujan, mortilitas semut rangrang tinggi karena tidak ada ketersediaan makanan di sekitar sarang, aktivitas mencari makan rendah, dan kelembaban tinggi. Ilmu Budidaya Semut Rangrang/ Kroto sangat membantu para pencari kroto. Terutama memudahkan penghobi burung berkicau.

Kroto, adalah larva dari semut rangrang. Untuk mengetahui lebih lengkap tentang semut rangrang, Anda dapat membacanya di {Pengenalan Semut Rangrang Penghasil Kroto}. Pada artikel ini kami hanya ingin memandu Anda dalam budidaya kroto.

Segmen usaha budidaya kroto yang umum dilakukan adalah menyediakan bibit atau menjual kroto. Silahkan Anda pertimbangkan dengan matang segmen mana yang akan Anda tekuni. Anda bisa menekuni dua-duanya dan akan membutuhkan fokus yang lebih. Tenang saja, kami akan menjelaskan kedua teknik budidaya tersebut, baik menghasilkan bibitan untuk di jual atau menghasilkan telur/krotu untuk di jual.

Panduan Teknik Budidaya Kroto (Semut Rangrang)

 

Proses produksi dan pembibitan dilakukan di tempat yang sama hanya berbeda rak. Pembibitan biasanya dilakukan dengan mempertimbangakan besar permintaan. Apabila permintaan tinggi frekuensi pembibitan tinggi. Proses produksi semut rangrang tidak terlalu rumit, rutinitas yang utama adalah pemberian pakan, dan pengontrolan stoples yang siap dipanen.

Pemanenan kroto (larva dan pupa) dilakukan dengan cara memasukkan semut rangrang yang sudah siap panen di wadah ember yang telah diberikan sagu atau tepung kanji, kemudian dilakukan pemisahan larva dan semut rangrang. Larva yang sudah dipanen dimasukan kedalam kemasan, sedangkan semut rangrang dikembalikan ke dalam stoples. Kroto yang didapat dari budidaya lebih tinggi kualitasnya dibandingkan dari alam karena memiliki kadar air yang lebih rendah. Pemanenan disesuaikan dengan permintaan pasar dan tingkat produktivitas ratu. Pemasaran dilakukan melalui media sosial dan  konsumen dapat membeli langsung dari peternakan atau melalui pengiriman.

Baca Juga : (Unik) Tiga Tingkah Sosial Semut Rangrang

Secara umum, ada dua Teknik melakukan budidaya kroto. Yaitu dengan cara alami dan buatan. Maksudnya, budidaya kroto alami dilakukan secara alami tanpa kita repot-repot membangun tempat untuk bersarang. Semut rangrang dibiarkan hidup bebas di kebun yang kita miliki, misalnya kroto yang dibudidayakn di pohon rambutan atau pohon mangga. Kita cukup menyediakan pakan saja, seperti menyediakan ulat/belalang untuk pakan, atau menyediakan air gula yang diikatkan di batang pohon rambutan.

Keberhasilan usaha budidaya ditentukan oleh 3 faktor utama yaitu breeding (pembibitan), feeding (pakan), dan manajemen (tata laksana) , Breeding (pembibitan) bertujuan untuk menghasilkan populasi ternak semut rangrang yang cukup banyak. Pertambahan populasi didapatkan melalui pemahaman pekerja terhadap koloni semut rangrang. Ilmu pasti akan terus bertambah selama proses budidaya. Dan kadang-kadang ilmu tersebut malah tidak tertulis di buku panduan. Mari kita mulai :

Teknik Pembibitan (Breeding) Semut Rangrang Budidaya

Pembibitan dilakukan dengan 2 cara yaitu menangkarkan dari alam dan pemecahan koloni.

Bibit yang diperoleh dari penangkaran alam : Bibit yang diperoleh dari alam diambil, dimasukan ke karung goni yang diikat, lalu  ibiarkan selama 1 malam agar koloni menseleksi sendiri untuk mendapatkan individu unggul. Pengamatan peternak menunjukkan bahwa koloni akan membunuh dan memakan individu semut yang lemah. Karung goni yang berisi bibit penangkaran alam dibuka ikatannya lalu diletakkan di rak filterisasi dan dibiarkan dalam jangka waktu 4-5 bulan. Lapisan atas rak diletakkan beberapa stoples kosong sebagai media sarang semut rangrang. Semut akan bergerak ke atas untuk membuat sarang baru dan memindahkan larva ke stoples yang berisi sarang baru.

Pemecahan koloni semut rangrang : Pemecahan koloni semut rangrang  dari stoples yang lama dilakukan dengan cara menambahkan stoples baru menggunakan rak panen. Bibit unggul dipilih dari koloni semut rangrang yang mampu menghasilkan 800 gram kroto dalam 1 stoples selama 1 bulan. Stoples bibit unggul yang telah berisi banyak larva dituangkan di atas lapisan pertama dari rak panen dan stoples baru diletakkan di lapisan atasnya. Semut pekerja akan membuat sarang dalam keadaan stress di stoples baru dan memindahkan sebagian larva ke dalamnya.

Pakan Semut Rangrang Budidaya (Feeding)

Makanan semut rangrang sangat beragam, namun dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu protein dan karbohidrat. Semut rangrang membutuhkan protein yang tinggi dan karbohidrat yang mudah dicerna oleh semut rangrang. Pakan sumber protein yang diberikan di peternakan Kroto meliputi ulat hongkong, ulat daun, jangkrik, daging, ikan, dan lain-lain. Sumber karbohidrat diberikan dalam bentuk gula pasir (10 sendok makan) yang sudah dilarutkan dengan air (200 ml). Pakan sumber protein dan sumber gula diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore) berturut-turut sebanyak 1 ons dan 100 g gula secara terpisah pada setiap rak.

Manajemen (Tata Laksana) Budidaya Kroto

Jika ingin menekuni budidaya kroto, kita membutuhkan sumber daya manusia yang handal. Sumber daya manusia dibutuhkan setidaknya 5 orang yang berasal dari daerah sekitar lokasi usaha. Tugas tiap pekerja berbeda-beda, 2 orang di bagian produksi, 1 orang bagian keuangan, 2 orang bagian pemasaran. Upah diberikan sebulan sekali, ditambah dengan bonus di tiap periode penjualan. Manajemen keuangan dilakukan dengan metode akuntansi sederhana yaitu mencatat pemasukan dan pengeluaran.

Catatan : Produksi Dan Pemasaran Hasil Budidaya

Manajemen produksi dan pemasaran yang diterapkan peternakan Kroto  meliputi proses pembibitan, produksi, panen dan penanganan pasca panen, promosi, dan jaringan pemasaran. Manajemen sumber daya manusia (SDM) seperti organisasi dan kemitraan. Manajemen administrasi dan keuangan mencakup pencatatan aliran keuangan dan aset peternakan Kroto.

One thought on “Panduan Teknik Budidaya Kroto (Semut Rangrang)

  1. Pingback: Mari Mengenal Serangga atau Insecta - Chyrun.com

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !