Wawancara kerja dengan telepon ?Kumpulan tips sukses wawancara kerja

Bukan Nasab dari Seorang Qori / Qoriah, bisa tidak ya jadi Qori /Qoriah ?

peserta pelatihan pelatih qoriah Kab. Cilacap tahun 2016
Apakah ada pertanyaan seperti itu dalam diri Anda saat ini? Pertanyaan itu selalu hinggap dipikiran saya sejak kecil sampai kemarin hari Rabu, tanggal 17 Februari 2016. Semua itu berawal dari ditunjuknya saya mewakili kecamatan untuk mengirimkan satu qori dan satu qoriah mengikuti Pelatihan Pelatih Qori / Qoriah Kabupaten Cilacap Tahun 2016. Bisa Anda bayangkan bagaimana perasaan seseorang yang sama sekali belum bisa membaca tilawah ditunjuk untuk mengiikuti Pelatihan Pelatih Qori / Qoriah Kabupaten Cilacap Tahun 2016?
Dalam sambutan ketua panitia, menjelaskan bahwa Pelatihan Pelatih Qori / Qoriah Kabupaten Cilacap adalah sebuah program tahunan yang sudah dimulai sejak tahun 2014. Jadi tahun ini adalah tahun ke tiga. Pelatihan ini adalah wujud kepedulian pemerintah daerah Kabupaten Cilacap untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta wujud kepedulian kepada pelatih Qori / Qoriah untuk mengembangkan kemampuannya. Dengan harapan nantinya pelatih qori /qoriah yang mengikuti pelatihan ini dapat mengajarkan kepada santri-santrinya. Sehingga di Kabupaten Cilacap semakin banyak Qori / Qoriah. Karena faktanya sekarang ini seorang qori / qoriah adalah “balang” (barang langka), yaitu tidak disemua desa / kota memiliki seorang qori / qoriah. Dengan semakin banyaknya qori / qoriah di seluruh daerah di Kabupaten cilacap maka akan meningkatkan motivasi masyarakat Cilacap untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
 Setelah mendengarkan sambutan dari ketua panitia, kepala tambah pusing, jantung pun  berdendang semakin kencang. Semua tulisan yang saya lihat seperti tulisan “Apakah saya bisa?”.
Latihan pun dimulai, yang melatih adalah seseorang kelahiran Lampung bernama Bapak Zaenal Arifin, S.Sos.I. beliau adalah seorang yang sangat sabar. Beliau benar-benar mau mengulang-ulang sampai semuanya mau bunyi dan bisa. Terkadang menunjuk salah satu peserta dan itu yang membuat saya termotivasi untuk terus belajar dan berlatih. Selain hal itu yang menambah motivasi saya adalah :
  1. Ada dua peserta perempuan yang sudah saya kenal dengan baik karena mereka adalah teman kuliah. Dan kami bertiga bermalam di satu kamar yang sama. Hal ini dapat memudahkan saya untuk mengulang lagi pelatihan yang sudah diajarkan ketika ada waktu luang. Saya tidak malu karena mereka berdua tahu batas kemampuan qoriah saya. Ditambah lagi mereka selalu memberi motivasi kepada saya untuk mau terus mencoba.
  2. Keiginan dari diri sendiri untuk dapat mengajarkan ke santri dan anak didik mulai muncul. Dan untuk mewujudkan hal itu maka saya harus bisa.
Foto Bapak Zainal, dan Bapak Musringan bersama Bapak Edi (Wakil Bupati Cilacap)
Selain melatih membaca tilawah Bapak Zainal juga mengajarkan banyak hal, yaitu :
  • tips menjadi pelatih qori / qoriah
  1. pelatih harus memberi motivasi kepada muridnya agar mereka mempunyai mental yang baik. Jangan sampai bagus ketika latihan tetapi ketika di hadapan dewan juri atau banyak orang suaranya tidak bisa keluar karena malu.
  2. pelatih jangan terlalu memaksakan lagu kepada muridnya. Karena lagu itu harus mengikuti tajwid, bukan tajwid yang mengikuti lagu.
  3. Pelatih harus mengajarkan makhroj dan tajwid kepada muridnya. Dan muridnya harus dapat membaca Al-Qur’an dengan makhroj dan tajwid yang benar.
  4. Intonasi harus stabil, karena jika tidak stabil maka akan sering melakukan kesalahan (kecletot).
  • kesalahan yang sering dilakukan peserta qori / qoriah
ketika Anda menjadi juri dalam perlombaan qori / qoriah, Anda harus perhatikan :
  1. Ta’awud dan bismillah sudah memakai nada tinggi. Ta’awud nadanya harus lebih rendah dari bismillah.
  2. Peserta bukan melafalkan dengan nada tilawah tetapi nada murrotal. Perhatikan perbedaan antara tilawah dan murottal : Tilawah adalah bacaan Al-Qur’an yang dibaca dengan not-not lagu (tausyikh) baik model makkawi maupun misri mulai dari suara dasar ( qoror) sampai dengan jawabul jawab (paling tinggi) dengan nada mengikuti pola lagu yang dibawakan. Sedangkan murottal adalah membaca Al-Qur’an dengan menggunakan tausyikh, akan tetapi pola membacanya dengan nada stabil (seperti bacaan imam masjidil haram).
  • Batas minimal lagu peserta lomba qori / qoriah
  1. Untuk tingkatan anak-anak yaitu usia anak SD/MI, batas minimalnya adalah 3 (tiga) lagu.
  2. Untuk tingkatan remaja yaitu usia anak SMP/MTS, batas minimal lagunya adalah 4 (empat) lagu.
  3. Untuk tingkatan dewasa yaitu usia anak SMA/MA, batas minimal lagunya adalah 5 (lima) lagu.
  • Makanan yang harus dikurangi oleh seorang qori / qoriah
Ternyata ada beberapa makanan yang dapat mempengaruhi kualitas pita suara. Ada yang meningkatkan dan ada pula yang menurunkan kualitas pita suara. Adapun makanan yang dapat menurunkan kualitas pita suara yaitu :
  1. Pisang raja
  2. Gorengan
  3. Timun
  4. Minuman Es
  5. Makanan pedas
  • Hal yang mempengaruhi kualitas pernafasan 
Dalam melafalkan tilawah Al-Qur’an membutuhkan kualitas pernafasan yang baik. Karena tilawah membutuhkan nafas yang panjang untuk dapat menyelesaikan satu lagu. Jika kualitas pernafasannya kurang baik maka qori / qoriah akan mengambil nafas di tengah kalimat, padahal dalam membaca Al-Qur’an tidak boleh mengambil nafas di tengah kalimat. Adapun hal yang mempengaruhi kualitas pernafasan adalah :
  1. Merokok
  2. Obesitas / kegemukan
Ada teknik latihan pernafasan yang diajarkan oleh Bapak Zainal, caranya yaitu :
  1. Tarik nafas perlahan sampai Anda tidak dapat menarik nafas lagi.
  2. Tahan udara yang Anda ambil di dalam perut selama 10 detik.
  3. Kemudian keluarkan secara perlahan selama lebih dari 10 detik. Lebih baik lagi jika mengeluarkan udaranya di depan lilin, dan menjaga lilin tersebut tidak padam ketika Anda mengeluarkan nafas.
  4. Lakukan latihan ini secara rutin dan setiap hari kualitasnya harus bertambah. Misalkan hari pertama dapat mengeluarkan nafas selama 12 detik, hari ke dua 15 detik, hari ke tiga 18 detik dan seterusnya.
  5. Lakukan kegiatan nomer 3, tetapi dengan membunyikan suara “A”. di 10 detik pertama mengambil nada rendah, kemudian 10 detik berikutnya mengambil nada lebih tinggi, dan seterusnya.
  • Usaha untuk memperbaiki pita suara
 Jika Anda bukan bernasab dari seorang qori / qoriah, Anda dapat memperbaiki nasib yaitu dengan melakukan usaha untuk memperbaiki pita suara Anda, yaitu dengan :
  1. Tuanglah air yang matang / sudah dimasak di dalam wadah seperti gelas atau botol tanpa ditutup, letakan wadah tersebut di luar rumah agar dapat tercampur dengan air embun, lalu minumlah air tersebut setelah Anda bangun tidur, sebelum Anda berwudlu. Lalu buatlah air yang baru Anda minum tadi keluar melewati mulut Anda. Maka air tersebut akan membawa lendir yang ada di tenggorokan Anda sehingga suara Anda akan lebih jernih. Hal ini lebih alami, hemat, dan menyehatkan dibandingkan jika Anda melakukan gurah.
  2. Membiasakan latihan tilawah di pagi hari / bangun tidur. Karena di pagi hari suara masih terasa berat. Jika Anda sering latihan di pagi hari dan suaranya dapat melengking tinggi maka di siang dan malam hari pasti Anda merasa lebih mudah.
  3. Makanlah kuning telur ayam kampung yang dikocok dengan madu dan kencur. Hal ini dapat menguatkan pita suara Anda.
  4. Minumlah jahe mentah yang diparut dan diseduh ½ gelas serta diberi sedikit gula untuk menghilangkan rasa pahit kemudian disaring. Minumlah di malam hari. Selain menyehatkan badan, ini dapat menguatkan pita suara Anda.
peserta pelatihan pelatih qori / qoriah Kab. Cilacap tahun 2016
Demikian cerita saya, sekarang pertanyaan seperti di atas tak hinggap lagi dalam pikiran saya. Bagaimana dengan Anda? Semoga dapat memberi motivasi dan pembelajaran bagi Anda.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *