Bukit Angker di Belakang Desa

Bukit Angker di Belakang Desa – Malam ini langit nampak mendung, tidak seperti biasanya malam ini tak terdengar suara si Jangkrik dan si Kodok

Belalang berusaha memecah keanehan tersebut, dengan bertanya kepada si Laron, Laron apakah kau mengerti dimana si Jangkrik dan si Kodok, Laron hanya menggeleng-gelengkan kepala menandakan dia tidak tahu

Wah malam ini sepi sekali ya? Gumam Lalang si belalang dalam hati, tiba-tiba dari kejauhan terlihat samar-samar Jangkrik dan Kodok sedang berjalan mendekatinya

Halloo Lang, sapa Jangkrik dan Kodok dengan penuh riang, iya halloo,, wah baru kelihatan habis dari mana kata si Lalang, tadi kita habis ke bukit yang berada di belakang desa ini, sambil menunjukan tangan ke arah bukit

ilustrasi via lukisanindo.com

ilustrasi via lukisanindo.com

Kenapa kalian kesana, Tanya Lalang dengan penuh penasaran, belum sempat si Jangkrik dan Kodok menjawab, Lalang menambahkan pertanyaannya, padahal di bukit tersebut terkenal angker oleh warga desa ini, jangankan malam hari siang hari pun tidak ada yang berani naik ke bukit itu !

Ya awalnya kita memang takut ucap si Jangkrik dan Kodok dengan kompak, namun tadi siang kita berdua berkunjung ke rumah paman Kerbau dan paman Kerbau menceritakan tentang mitos berkaitan dengan larangan naik ke bukit di belakang desa kita

Paman Kerbau menceritakan dengan runtut asal usul mengenai mitos yang sudah menjadi kepercayaan warga desa ini, menurut paman Kerbau dulu desa  ini merupakan desa yang gersang, rawan tanah longsor dan banjir

Akibat ulah manusia sendiri, dulu bukit di belakang desa kita tidak ada pohon yang tersisa satu pun akibat penebangan liar, tidak hanya pohon hasil bumi yang lain seperti kayu manis yang menjadi ciri khas desa ini pun tak luput dari penebangan

Bukit menjadi gundul dan gersang tidak ada lagi suara burung dan lantunan gemercik air sungai yang mengalir melingkari sudut-sudut tlaga desa ini

Bila musim panas tiba, suasan begitu panas, sulit mendapatkan air bahkan hanya untuk minum, apalagi untuk mengairi sawah dan lahan pertanian yang lain tidak mungkin cukup

Padahal masyarakat disini sumber mata pencaharian utama adalah dengan bertani, kalau hasil pertanian gagal mau makan apa kita? Dan benar saja karena kekurangan air akibatnya seluruh petani di desa ini mengalami gagal panen

Masyarakat desa ini hidup semakin sengsara yang mereka lakukan untuk bertahan hidup adalah dengan mengandalkan simpanan lumbung desa yang semakin hari semakin menipis saja

Paman Kerbau yang pada saat itu menjabat sebagai kepala desa pun tak kalah limbung, hampir setiap hari dia risau dengan keadaan masyarakat di desanya yang semakin memprihatinkan

Sudah banyak anggota masyarakat yang mengalami kelaparan, karena lumbung desa yang menyimpan cadangan beras memang benar-benar sudah habis tak ada sisa lagi

Paman kerbau perpikir keras, sampai-sampai malam itu dia tak bisa tidur, paman Kerbau mulai menelusuri kenapa warga desannya sampai kelaparan, padahal desa ini dulu terkenal sebagai desa yang subur

Selisik punya selisik akhirnya permasalahan ditemukan, ini akibat dari maraknya penebangan liar akhir-akhir ini !

Bukit yang dulu penuh dengan pohon-pohon besar menjulang ke langit atas, sebagai peyonggah tanah dan penyerap air kini tidak ada lagi, bukit rata dengan tanah yang ada hanya semak-semak belukar yang mudah terbakar

Untuk itu maka diperlukan reboisasi (penanaman kembali) dan untuk mencegah penebangan liar dikemudian hari maka paman Kerbau mempunyai ide yaitu menciptakan mitos bukit angker dibelakang desa, siapa yang berani menebang pohon di bukit, maka akan diganggu oleh roh gaib yang tinggal di dalam pohon itu, mitos itu pun berhasil, masyarakat di desa ini sudah tidak berani lagi menebang pohon sembarangan

Hingga kelestarian desa kita bisa terjaga hingga sekarang, nah begitulah awal mula cerita terciptanya mitos bukit angker di belakang desa kita

Ohhh jadi seperti itu toh kata Lalang sambil mengerutkan dahinya, berarti kita sekarang tidak perlu takut lagi dong untuk bermain di bukit angker belakang desa, iya tak perlu lagi asal kita juga harus menjaga kelestarian bukit tersebut ucap kodok

Wah besok kita harus naik ke bukit angker nih, ayooo siapa takut saut si Jangkrik dan Kodok, ya sudah yuh pulang hari sudah malam, sampai bertemu lagi besok untuk berpetualang di bukit angker belakang desa.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !