Jika Calon Suami Belum Punya Penghasilan

Jika Calon Suami Belum Punya Penghasilan – Hal paling penting saat usia sudah dewasa adalah tentang pekerjaan dan pernikahan. Dua hal, yang apesnya, akan saling mempengaruhi satu sama lain. Pernikahan akan gampang ditunaikan apabila sudah mempunyai pekerjaan.

Jika Calon Suami Belum Punya Penghasilan

Jika Calon Suami Belum Punya Penghasilan

Pentingnya pekerjaan ketika kita memutuskan untuk melakukan pernikahan tentu saja alasannya adalah kenyamanan. Kepastian, jaminan hidup secara ekonomi untuk membayar kebutuhan kehidupan. Mempunyai pekerjaan menjadi syarat mutlak untuk memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

Pria, dalam budaya timur menjadi pihak yang paling bertanggung jawab masalah keuangan. Idealnya memang seperti itu, tapi kita tahu tahu hidup tak selalu seperti yang kita bayangkan. Lelaki itu, lelaki yang sudah kita yakini, yang sudah kita tambatkan hati padanya, belum mempunyai penghasilan atau bahkan pekerjaan. Padahal rencana pernikahan sudah kita pikirkan, sudah ditargetkan.

Lalu kamu akan dihadapkan pada pilihan yang membuat kegalauan dan kebingungan, meninggalkan atau menunggu sampai dia mapan. Pilihan pertama tentu berat untuk dipilih, ada banyak hal yang sudah selama ini dilalui, sudah banyak janji dan rencana yang dicita-citakan, sudah bertemu dan diperkenalkan masing-masing orang tua, jelas ini adalah pilihan yang mustahil untuk dijalankan.

Mau tidak mau kita dihadapkan pada sisa pilihan, yaitu menunggu. Tapi pertanyaannya kemudian adalah, sampai kapan?

Menangis adalah hal wajar, apalagi bagi perempuan. Jangan tahan tangisanmu untuk meluapkan kepedihan. Dan setelah puas menangis, cobalah untuk segera merenungkan, memikirkan jalan keluar.

Hal yang pertama yang harus kamu sadari adalah, anggap ini adalah suatu cobaan, ujian yang Tuhan berikan untuk melihat kesungguhan dan komitmen yang dulu dibuat bersama. Mungkin Tuhan sengaja memberikan ujian sangat awal, bahkan saat pernikahan belum dilaksanakan sama sekali, Dia sedang menguji hal yang paling penting dalam sebuah hubungan, pondasi keyakinan. Jika kamu mampu survive, mempu menjalani ujian ini, selanjutnya kamu akan mudah melaluinya.

Setelah itu, karena ini adalah hal yang menyangkut dua pihak, bahkan dua keluarga, kamu harus membicarakan ini kepada calon suamimu. Ungkapkan apa yang selama ini menjadi beban pikiran, apa yang selama ini kamu rasakan. Katakan pula apa-apa saja yang kamu inginkan dan harapkan, tanpa disertai rasa emosi. Katakanlah, jangan takut hal ini akan membuat calon suamimu itu kecewa, ingat ini masalah pernikahan, sebuah hal besar yang harus dipersiapkan matang-matang, sebuah hal yang akan dijalani seumur hidup.

Dengan mengungkapkan kepadanya, kamu tidak harus mendapatkan jawaban. Karena kau pasti tahu, calon suamimu itu sedang bingung memikirkan, sedang bekerja keras menguapayakan, berusaha siang dan malam. Kadang beban akan berkurang setelah kamu ungkapkan.

Baca juga :

Setelah kamu mengungkapkan, pahami reaksinya, kamu akan tahu dia hanya sekedar mencintaimu atau mencintaimu dengan segala konsekuensinya. Jika dia bisa menerima apa yang kamu ungkapkan dan rasakan, dan semakin terpancing untuk berusaha lebih keras maka hubungan anda harus terus diperjuangkan. Tapi jika reaksinya marah dan akan terjadi pertengkaran, maka mungkin (hanya mungkin) ini saatnya hubungan kalian harus dipikirkan ulang.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !