Don't Klik ! Employees OnlyKiat Menjadi Karyawan Sukses

Cara Budidaya Tanaman Melon Lengkap

Cara Budidaya Tanaman Melon – Tahapan budidaya melon yaitu sebagai berikut: Persiapan Lahan, Pengapuran serta Pemberian pupuk dasar.Baik berikut estimasi jika kita budidaya melon seluas 0,3 hektar. Untuk mengenal lebih dekat dengan tanaman melon bisa membaca artikel berjudul Mengenal Tanaman Melon, Klasifikasi dan Morfologinya.

#1. Persiapan Lahan

Lahan yang digunakan dalam budidaya melon misalnya seluas 0.3 hektar. Bahan dan alat yang harus dipersiapkan dalam pengapuran yaitu cangkul, parit, kapur dolomit. Persiapan lahan melon yaitu meliputi penyiangan gulma yang ada disekitar tanaman, setelah gulma yang ada sudah selesai dibersihkan dilakukan pengapuran yang berfungsi sebagai penambah unsur hara kalsium yang diperlukan untuk dinding sel tanaman.

Pengapuran serta Pemberian pupuk dasar

Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3). Setelah diperoleh pH rata-rata, penentuan kebutuhan dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini :

  1. a) < 4,0 (paling asam): jumlah kapur >10,24 ton/ha
  2. b) 4,2 (sangat asam): jumlah kapur 9,28 ton/ha
  3. c) 4,6 (asam): jumlah kapur 7,39 ton/ha
  4. d) 5,4 (asam): jumlah kapur 3,60 ton/ha
  5. e) 5,6 (agak asam): jumlah kapur 2,65 ton/ha
  6. f) 6,1 – 6,4 (agak asam): jumlah kapur <0,75 ton/ha

Pada lahan melon sebanyak 3000 m2 dilakukan pengapuran awal dengan tanah agak asam yaitu sebesar 3,75 kg/3000 m2. Tanah yang telah dicampur kemudian diberi kapur dan didiamkan selama 3 hari. Setelah gulma dan pengapuran kapur dilakukan pencangkulan ulang dengan mencampur pupuk kandang sebanyak 6 ton pupuk kandang dan pupuk NPK sebanyak 450 kg untuk lahan seluas 3000 m2 serta membuat bedengan dengan jarak 180 cm antar bedengan ketinggian sekitar 50 cm.

Pemasangan Mulsa serta pemberian jarak tanam melon

Alat dan bahan yang digunakan dalam pemasangan mulsa adalah mulsa, bambu untuk mengikat mulsa ke tanah, alat pencetak mulsa, arang, korek api, minyak tanah. Pemasangan mulsa dilakukan apabila tanah sudah tercampur rata dengan pupuk dengan mengikat ujung ujung mulsa plastik dan menancapkan ke tanah. Pemasangan mulsa sebaiknya dilakukan pada saat panas matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Mulsa terdiri dari dua lapisan, yaitu lapisan berwarna perak di bagian atas dan warna hitam dibagian bawah dengan berbagai keuntungan.

Warna perak pada mulsa akan memantulkan cahaya matahari sehingga proses fotosintesis menjadi lebih optimal, kondisi pertanaman tidak terlalu lembab, mengurangi serangan penyakit, dan mengusir serangga-serangga penggangu tanaman seperti Thirps dan Oteng-oteng. Sedangkan warna hitam pada mulsa akan menyerap panas sehingga suhu di perakaran tanaman menjadi hangat.

Akibatnya, perkembangan akar akan optimal. Selain itu warna hitam juga mencegah sinar matahari menembus ke dalam tanah sehingga dapat menekan pertumbuhan benih gulma. Bedengan yang sudah diberi mulsa dibuat lubang tanam yang berjarak 70 cm x 70 cm antar tanaman. Pemberian jarak tanam dengan cara melubangi mulsa dengan kaleng susu bekas dengan diameter 10 cm yang dibuat sedemikian rupa  yang berisi arang panas yang kemudian dicetak diatas mulsa. Mulsa yang sudah dilubangi berfungsi sebagai tempat penanaman bibit melon dan pemberian pupuk.

Budidaya melon
Gambar pelubangan mulsa

#2. Persemaian Tanaman Melon

Cara Persemaian

Alat dan bahan yang diperlukan untuk persemaian adalah benih melon, media persemaian yang meliputi pupuk kandang, sekam, polybag. Persemaian dilakukan selama 2 hari 1 malam dengan merendam benih melon yang akan disemai, setelah direndam didiamkan selama satu malam hingga benih berkecambah.  Ciri-ciri benih yang sudah berkecambah yaitu benih sehat, warna pada benih sedikit pudar, benih berukuran sekitar 3-5 cm.

Benih yang mempunyai kriteria tersebut selanjutnya dimasukan kedalam polybag dengan ukuran polybag 7 x 10 cm. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah.  Polybag diisi dengan tanah, sekam dan pupuk kandang dengan perbandinagn 2:1:1. Penanaman dilakukan dengan cara menyiram tanah dengan hand sprayer terlebih dahulu agar tanah tidak kering, membuat lubang sedalam 2 cm dengan jari, lalu benih dimasukkan dengan bagian berakar dibawah.

Setelah semua benih dimasukan kedalam polybag, ditutup dengan pasir yang telah disiapkan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik, tidak mudah rebah. Untuk merangsang perkecambahan benih dengan menciptakan suasana hangat maka tutuplah permukaan persemaian dengan kertas korandidiamkan selama 12 hari.

Gambar Persiapan persemaian bibit melon
Gambar Persiapan persemaian bibit melon

Perawatan benih persemaian

Benih harus disimpan ditempat yang kering mengingat umur benih hanya selama 10–12 hari, untuk melindungi benih tanaman yang masih muda dari terik sinar matahari, air hujan, dan serangan hama maupun penyakit tanaman melon. Benih yang disemaikan dibuat rumah persemaian dengan atap dari plastik pada pagi hari atau dibuka agar benih mendapatkan sinar matahari sehingga proses perkembangan benih sempurna, kemudian pada siang hari penutup plastik ditutup untuk menghindari dari sinar matahari, air hujan dan serangan hama. Selain itu, alas pembibitan tempat polibag diletakkan dilapisi kertas koran agar perakaran bibit tidak menembus ke dalam tanah.

Perawatan benih persemaian
Perawatan benih persemaian

#3. Penjarangan Tanaman Melon

Penjarangan dilakukan dengan tujuan untuk menyiapkan bibit-bibit yang sehat dan kekar untuk ditanam. Penjarangan ini mulai dilakukan 3 hari sebelum penanaman bibit ke lapangan. Bibit yang mempunyai pertumbuhan seragam dikumpulkan menjadi satu. Bibit-bibit yang pertumbuhannya merata disingkirkan dan tidak ditanam.

bibit melon yang sudah dilakukan penjarangan
Bibit melon yang sudah dilakukan penjarangan

#4. Penanaman Benih Melon

Penanaman dilakukan apabila bibit berdaun 3, warna bibit hijau ketinggian bibit 10-12 cm. Penanaman dilakukan pada sore hari atau cuaca mendung, hindari penanaman pada pagi hari jika dilakukan pada pagi hari kemungkinan tanaman stress karena tanaman melon yang masih muda akan stress bila terkena sinar matahari lama. Penyinaran matahari yang lama akan membuat benih melon layu dan tidak berkembang sempurna. Pada saat penanaman, tanah dibedengan harus lembab. Cara penanaman benih melon yaitu dengan membasahi lubang tanam kemudian membuka polybag, memasukan bibit melon kedalam tanah dan pastikan daun melon tidak masuk bersama akar melon kemudian menutup kembali tanah dan menyiramnya kembali. Bibit melon harus serasi agar pertumbuhan buah melon seragam.

Bibit melon siap panen
Bibit melon siap panen

#5. Pemeliharaan Tanaman

Pemasangan Lanjaran

Melon merupakan tanaman merambat jenis tanaman merambat membutuhkan lanjaran sebagai penopang rambatan serta penopang buah agar tidak jatuh ke tanah. Melon yang jatuh dalam tanah akan cepat membusuk. Lanjaran dibuat dengan tinggi 180 cm dipasang diantara lubang tanam dengan menancapkan kedalam tanah. Setelah pemasangan lanjaran pertama selesai selanjutnya pemasangan lanjaran kedua yaitu dengan meyilangkan lanjaran pada sisi bedengan yang berfungsi mengikat tali penopang melon tumbuh.

Pemasangan lanjaran berbentuk x dipasang di depan dan dibelakang lubang tanam kemudian mengikat lanjaran lanjaran dengan tali rafia agar lanjaran berdiri dengan sempurna. Batang tanaman mulai diikat pada ajir dengan tali rafia setelah tanaman berumur 17 hari atau setelah memiliki 7 daun, dengan ikatan model huruf 8 agar batang melon tidak luka. Pengikatan dilakukan 3 hari sekali sampai ikatan mencapai ujung ajir.

Pemasangan lanjar untuk menjalar tanaman melon
Pemasangan lanjaran untuk menjalar tanaman melon

Penyulaman

Penyulaman dilakukan agar panen melon seragam serta menekan pertumbuhan benih yang tidak tumbuh pada bedengan. Penyulaman di lakukan dengan tujuan untuk mengganti tanaman yang mati atau tumbuhnya tidak normal satu sampai tiga hari setelah tanam atau paling lambat satu minggu setelah tanam dengan cara menanam bibit cadangan yang berumur sama. Tanaman yang tidak tumbuh diganti dengan tanaman baru. Pertumbuhan melon yang seragam akan menekan biaya perawatan tanaman.

Penyulaman tanaman melon
Penyulaman tanaman melon

Pengairan

Pengairan dilakukan sesering mungkin agar melon dapat menyerap air sebagai energy tumbuhnya. Jika musim hujan pengairan tidak dilakukan pengairan hanya mengandalkan air hujan karena apabila air yang tersedia teralalu banyak menyebabkan tanaman mudah roboh atau membusuk. Pada musim kemarau pengairan dilakukan seminggu sekali dengan cara mengalirkan air diantara bedengan.

Pemangkasan Tunas

Pemangkasan dilakukan untuk membuang calon tunas (cabang) yang merugikan atau yang tidak diinginkan, terutama tunas yang muncul diketiak daun. Pemangkasan dilakukan dari ruas ke-1 sampai dengan ruas ke-8 dan diatas ruas ke-11, cabang pada ruas ke-9 sampai ke-11 tidak perlu dipangkas untuk dijadikan tempat munculnya calon buah yang akan dibesarkan. Cabang melon akan menghasilkan buah selanjutnya batang ujung dipotong agar tidak ada ruas yang tumbuh kembali. Pelaksanaannya pada saat tunas melon mulai tumbuh. Bahan dan alat yang digunakan dalam pemangkasan tunas adalah ember dan gunting.

Pemangkasan yang dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan dilakukan pada saat  udara cerah dan kering, agar bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 5 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh lalu dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25.

Pemangkasan tunas tanaman melon
Pemangkasan tunas tanaman melon

Pemupukan Susulan

Pupuk merupakan faktor penunjang dalam pertumbuhan tanaman, yaitu sebagai penyedia unsur hara selain unsur hara yang tersedia dalam tanah. Setelah pemberian pupuk dasar, tanaman melon memerlukan pupuk susulan yang berfungsi sebagai makanan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Pemberian pupuk harus sesuai dengan kebutuhan tanaman melon. Pemberian pupuk berupa N,P, dan K sebagai faktor penunjang pertumbuhan tanaman melon agar melon yang dihasilkan sesuai dengan kriteria melon yang baik. Pupuk yang diberikan harus sesuai dengan intensitas pemberian pupuk. Intensitas pemberian pupuk tergantung pada hari setelah tanam tanaman melon, pada saat tanaman melon berumur 5 HST pemberian pupuk diperkecil setelah umur 5 HST intensitas pemberian pupuk diperbesar.

Alat dan bahan yang digunakan dalam pemupukan susulan yaitu pupuk KNO3, pupuk NPK, air, ember, gayung, gelas ukur.

Pemupukan 5 HST

Pupuk yang digunakan pada 5 HST yaitu pupuk KNO3 cara pemberian pupuk yaitu pupuk KNO3 dilarutkan terlebih dahulu dengan air sebanyak 15 liter kemudian masukan air sebanyak 15 liter kembali yang selanjutnya ambil KNO3 yang sudah dilarutkan dengan takaran 100 ml.

Pemupukan 12 HST dan 17 HST

Pemupukan 12 hari setelah tanam dan 17 hari setelah tanam umumnya sama seperti pemupukan sebelumnya. Pupuk KNO3 dilarutkan sebanyak 2 kg dengan air sebanyak 15 liter. Kemudian isi ember dengan air 15 liter serta larutan KNO3 yang telah dilarutkan sebanyak 100 ml. Tuangkan larutan pupuk yang telah tercampur sebanyak 50 ml untuk 1 tanaman.

Pemupukan 30 HST

Pemupukan pada umur 30 HST dilakukan setiap 5 hari sekali. Intensitas pemupukan lebih besar daripada sebelumnya. Hal ini karena melon yang tumbuh memerlukan banyak unsur hara agar tumbuh secara optimal. Tanaman melon diberikan pupuk dengan takaran 2 kg gram pupuk untuk 15 liter air. Setelah pupuk tercampur dengan air, dicoba dengan air sebanyak 15 liter yang selanjutnya disiram pada tanaman melon 5 ml.

Pemupukan 45 HST

Intensitas pemupukan dilakukan sesering mungkin pada usia 45 HST tanaman melon memerlukan unsur hara yang lebih tinggi karena usia. Tanaman melon diberikan pupuk yang beragam setiap harinya. Takaran pupuk sama dengan takaran sebelumnya. Yaitu 2 kg gram pupuk dilarutkan 15 liter air. Setelah itu, setiap 5 ml pupuk yang telah tercampur air dilarutkan kembali dengan air sebanyak 15 liter kembali.

Pemupukan tanaman melon
Pemupukan tanaman melon

#6. Pengendalian Hama dan Penyakit

Alat dan bahan yang digunakan dalam pengendalian hama dan penyakit adalah spray fungisida, sprayer insektisida manual, mesin sancin, ember, gayung. Usaha pengendalian hama dan penyakit termasuk faktor penting dalam teknis budidaya. Tanaman melon tidak lepas dari kendala hama dan penyakit faktor inilah yang bisa menurunkan jumlah produksi, bahkan dapat mengagalkan panen.

Jenis hama dan Penyakit yang menyerang tanaman antara lain :

1. Oteng-oteng (Aulacophora similis)

Hama oteng-oteng (kumbang daun) ini berwarna kuning-kecoklatan dan penyebarannya luas. Hama ini mampu bertahan hidup sekitar 4-6 bulan. Gejala serangan hama oteng-oteng dengan cara memakan daun atau pucuk daun sehingga nampak berlubang-lubang seperti lingkaran pada daun yang terserang.

Pengendalian oteng oteng yaitu dengan Penyemprotan insektisida Dupont Prevathon 50 Sc (Klorantranilipon 50 gr) dengan Topdoa 10 WP (Imidaklropid 10%) pada tanaman dengan dosis masing-masing 5 ml/14 liter disemprot kan pada daun dan batang tanaman.

2. Fusarium (Fusarium Oxysporium)

Serangan fusarium pada tanaman melon adalah tanaman layu seperti kekurangan air dan segar kembali setelah turun hujan. Mula-mula pada bagian batang retak yang diikuti dengan keluarnya lendir, mengering dan mengkerut. Pada serangan berat tanaman akan layu dan akhirnya mati.

Pengendalian fusarium yaitu Penyemprotan fungisida sistemik Rampak dengan dosis 1-2 ml/14 liter yang disemprot kan pada tanaman melon apabila diatas ambang ekonomi. Fungisida Mazenta 82 WP (Mancozeb 83%) dengan konsentrasi 2–3 ml/14 liter disemprot kan pada daun yang terkena jamur atau pada tanaman langsung.

3. Virus keriting

Daun yang terserang virus menunjukan adanya bercak kuning dan beberapa daun menjadi keriting hingga tanaman tidak dapat memproduksi buah secara sempurna. Virus dapat ditularkan melalui serangga trips pada serangan berat tanaman akan mengalami kerdil bahkan mati.

Pengendalian virus keriting dengan cara membuang tanaman yang terserang virus keriting agar tidak menular pada tanaman lain serta dengan penyemprotan insektisida Dupont Prevathon 50 Sc (Klorantranilipon 50 gr) dengan Topdoa 10 WP (Imidaklropid 10%) pada tanaman dengan dosis masing-masing 5 ml/14 liter disemprot kan pada daun dan batang tanaman.

4. Busuk Tangkal

Gejala busuk tangkal ditandai dengan ujung tangkai berlendir berwana kehitaman yang menyerang ujung tangkai melon. Gejala ini bisanaya menyerang tanaman melon pada umur 30 HST pada saat muncul tunas melon. Busuk tangkal menyerang ujung tangkai melon yang telah dilakukan pemangkasan tunas.

Pengendaliannya yaitu dengan insektisida Dupont Prevathon 50 Sc (Klorantranilipon 50 gr) dengan Topdoa 10 WP (Imidaklropid 10%) pada tanaman dengan dosis masing-masing 5 ml/14 liter disemprot kan pada daun dan batang tanaman.

#7. Panen dan Pascapanen Budidaya Melon

Alat dan bahan yang digunakan dalam pemanenan yaitu gunting, karung, krat melon, timbangan. Panen dilakukan pada tanaman berumur 65-70 hari sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Ciri ciri buah yang siap panen meliputi: net penuh, buah berukuran optimal 1,6 kg hingga 2,5 kg, jika ditekan bawah melon tidak lembek, tidak ada bercak penyakit atau bekas hama. Alat yang digunakan dalam pemanena yaitu gunting atau pisau tajam untuk memetik buah melon. Tangkai melon dipotong dengan gunting berbentuk huruf t pada tangkai melon. Hindari melon jatuh atau berbentur karena akan mengurangi harga jual di pasar, melon yang sudah dipanen selanjutnya disimpan ke gudang penyimpanan untuk disortasi menjadi bagian grade. Pascapanen dilakukan setelah melon dipanen tahapan pascapanen yaitu:

1. Pengumpulan dan sortasi

Melon yang telah dipanen selanjutnya dikumpulkan serta diangkut kedalam gudang penyimpanan. Melon yang busuk atau memliki bercak atau bekas hama dan penyakit dipisahkan kedalam keranjang lain. Sedangkan melon yang baik ditempatkan pada keranjang melon yang akan diangkut.

2. Grading

Grading sama seperti sortasi hanya saja lebih spesifik dalam memilih melonnya yaitu memisahkan ukuran melon. Melon yang terlalu besar atau terlalu kecil biasanya dipasarkan ke pasar tradisional. Kriteria melon pada PT Bumi Sari Lestari yaitu berukuran 1,6 kg hingga 2,5 kg apabila tidak memenuhi kriteria tersebut melon dikatakan sebagai BS atau barang sisa.

3. Penyimpanan

Ruang penyimpanan melon sebelum diangkut ke gudang yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan melon. Gudang terhindar dari adanya binatang yang dapat merusak melon. Penyimpanan melon tidak boleh terlalu lama untuk mencegah melon yang terlalu matang sehingga apabila terlalu matang melon sampai tangan konsumen sudah busuk.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *