Cara Menentukan Waktu Panen dan Kematangan Buah Mangga dengan Tepat

Cara Menentukan Waktu Panen dan Kematangan Buah Mangga dengan Tepat – Kondisi buah saat panen memiliki dampak penting pada tingkat kepuasan dan konsumsi konsumen. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tahap pembangunan dan pertumbuhan alami (kedewasaan/mature) buah-buahan untuk menentukan waktu panen. Buah yang di panen pada tahap dewasa tidak akan mampu mencapai tingkat kualitas yang dapat diterima oleh konsumen  karena  dari segi  penampilan masih kurang menarik dan dari segi rasa masih kurang diminati.

Sortasi merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keseragaman pematangan buah. Selain itu, sortasi juga dapat dilakukan untuk menentukan strategi optimal dalam penanganan pasca panen dan pemasaran buah.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyortasi buah adalah dengan pengujian nondestructive.

Pengujian nondestructive merupakan suatu penilaian yang dilakukan secara obyektif untuk mengetahui tingkat kematangan buah  tanpa merusak  buah tersebut. Pengujian nondestructive biasa dilakukan untuk komoditas buah-buahan  yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi untuk mengurangi penyusutan pascapanen yang tinggi.

Cara Menentukan Waktu Panen dan Kematangan Buah Mangga dengan Tepat
Cara Menentukan Waktu Panen dan Kematangan Buah Mangga dengan Tepat

Mangga yang dipasarkan di Amerika Serikat merupakan salah satu jenis buah yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga dalam menentukan tingkat kematangan  mangga tersebut digunakan  pengujian nondestructive. Karakteristik buah yang di uji dengan metode nondestructive untuk menilai kematangan dan kualitas buah yaitu aroma, warna, komposisi internal dan keteguhan.

1. Identifikasi dari Aroma Buah

Aroma merupakan salah satu karakteristik buah yang dapat dijadikan acuan untuk menentukan tingkat kematangan buah. Dalam hal ini, perangkat yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi aroma yaitue lectronic nose (enose). Enose dikembangkan untuk mengidentifikasi volatile untuk pengendalian kualitas. Volatil merupakan senyawa yang terdapat di dalam buah yang dapat mengidentifikasi aroma/bau. Jika buah semakin matang, maka konsentrasi senyawa volatile meningkat.

Beberapa penelitian telah mempelajari volatil yang dipancarkan oleh mangga tersebut dengan menggunakan enose. Enose mampu mengklasifikasikan mangga harum manis dengan kategori kurang matang, matang dan sangat  matang. Selain itu, enos juga mampu membedakan kandungan volatile mangga ‘Kent’ dan ‘Keitt’ yang matang.

2. Warna Buah

Warna merupakan bagian penting dari penampilan visual dan digunakan dalam menentukan berbagai standar kelas sebagai criteria untuk menentukan kualitas. Warna merupakan persepsi visual manusia terhadap cahaya yang dipantulkan, ditransmisikan atau dipancarkan dari sebuah obyek yang dapat terlihat dengan spectrum gelombang elektromagnetik dari 380 nm sampai 780 nm.

Tampilan visual warna dari kulit dapat diukur dengan menggunakan tiga jenis sensor nondestructive yaitu colorimeter, spektrofotometer, dan system mesin untuk melihat warna. Colorimeter adalah instrument yang dirancang untuk mengukur warna. Spektrofotometer dirancang untuk memberikan informasi sifat sampel dengan menggunakan spektrum. Colorimeter dan spektrofotometer dirancang untuk memberikan informasi tentang sampel yang berukuran mulai dari 5 sampai 25 mm.

Salah satu colorimeter pertama kali dikembangkan oleh Richard Hunter pada tahun 1948, yaitu dengan mengembangkan warna tristimulus L, a, b.untuk hitam dan putih nilai L,  merah dan hijau nilai a, sedangkan biru dan kuning nilai b. system nilai ini adalah salah satu yang digunakan dalam studi penelitian yang dikembangkan oleh Hunter dalam mengukur kematangan dan kerusakan pada suatu komoditas termasuk mangga.

Loading...

3. Komposisi internal

Magnetic Resonansi (MR) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah metode nondestructive yang didasarkan pada interaksi inti tertentu, seperti karbon dan hydrogen dengan radiasi elektromagnetik dalam rentang frekuensi radio. Inti hydrogen menghasilkan salah satu sinyal terkuat MR dan adanya hydrogen dalam komponen buah seperti air, gula dan minyak memungkinkan  untuk menerapkan metode MR untuk menentukan kualitas buah. Buah yang terikat air dalam jaringan internal buah mudah terdeteksi oleh MRI dan memungkinkan terdeteksinya cacat internal seperti memar, luka dan kerusakan akibat serangga.

Beberapa  jenis instrument telah dikembangkan untuk pengukuran nondestructive dari komposisi internal buah. Salah satu instrument tersebut ialah Near Infrared (NIR). Beberapa kalibrasi NIR untuk kandungan padatan terlarut pada mangga telah dikembangkan dengan koefisien determinasi mulaidari 0,59 – 0,93. Pengembangan sebuah kalibrasi NIR untuk konten bahan kering yaitu dengan koefisien determinasi 0,94, sedangkan pengembangan kalibrasi NIR untuk model SSC dan kadar gula dalam mangga ‘Ataulfo’ dengan koefisien determinasi 0,8 untuk SSC dan 0,7 – 0,8 untuk kadar gula tertentu.

Beberapa penelitian menggunakan dua model kalibrasi NIR ,satu untuk  kadar pati (R=0,86) dan satu lagi untuk bahan kering (R=0,92) mangga ‘Mahajanaka’ ketika dipindah pada saat di panen. Dari penelitian tersebut kemudian dikembangkan model linier denga nmenggunakan pati dan nilai-nilai bahan kering saat panen untuk memprediksi kandungan padatan terlarut buah saat matang (R=0,85). Dari penelitian kedua dilakukan pengembangan model kalibrasi NIR dimana ‘Kensington Pride’ dan ‘Calypso’ mangga dipindah pada saat panen, spektrum NIR yang digunakan untuk memprediksi SSC buah saat matang (R=0,90).

Dari hasil penelitia ntersebut, dapat disimpulkan bahwa kalibrasi NIR untuk konten bahan kering yang dikembangkan  untuk satu kultivar mangga tidak cocok untuk digunakan pada kultivar yang berbeda. Selain itu, warna daging adalah indeks yang lebih baik untuk menentukan kematangan mangga ‘Kensington Pride’ dari pada masalah konten bahan kering.

4. Keteguhan

Keteguhan buah merupakan ukuran penting  dalam menentukan kematangan buah-buahan. Beberapa peneliti telah mengevaluasi metode nondestructive untuk menentukan ketegasan mangga. Penelitian dilakukan untuk membandingkan respon percepatan kerusakan akibat dampak dari kompresi berenergi rendah pada mangga, membandingkan pengukuran kecepatan suara untuk pengujian nondestructive, menggunakan laser scanning untuk mengukur ketegasan buah saat pematangan dan lain-lain. Dari hasil penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil dari pengujian, berkorelasi dengan baik.

Jadi kesimpulan ;

Ada dua metode yang digunakan untuk penilaian obyektif kematangan buah mangga yaitu colorimeter untuk mengukur warna daging, dan penyortiran menggunakan infra merah untuk penilaian nondestructive isi bahan kering mangga.Meskipun colorimeter merupakan pengukuran destructive warna daging pada mangga, bias juga digunakan digunakan untuk mengetahui faktor-faktor eksternal seperti ukuran buah, bentuk buah, dan warna dasar kulit buah yang terkait dengan kematangan mangga.

Demikian artikel tentang Cara Menentukan Waktu Panen dan Kematangan Buah Mangga dengan Tepat, semoga bermanfaat.

Simpan

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.