Artikel

Cara Mengompakkan Kelompok

Cara Mengompakkan Kelompok – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang disebut kelompok adalah kumpulan manusia yang merupakan kesatuan beridentitas dengan adat istiadat dan sistem norma yang mengatur pola-pola interaksi antara manusia itu. Tujuan berkelompok biasanya adalah untuk mewujudkan kepentingan bersama yang dilakukan dengan cara bekerjasama. Tapi dalam bekerjasama tersebut, sering terjadi konflik antar individu/anggota, ini karena walaupun mempunyai tujuan yang sama, tapi pasti cara pandang mengenai teknis dan rincian tentang apa, bagaimana, dan kapan mengenai tujuan itu akan berbeda. Belum lagi masalah individu yang terlalu dominan, sinisme antar individu dan masih banyak permasalahan lain yang menyebabkan kelompok tersebut tidak kompak,  padahal kekompakkan suatu kelompok akan berbanding lurus dengan tingkat keberhasilan dan kesuksesan kelompok tersebut.

Berdasarkan penelitian, perselisihan suatu kelompok akan mereda jika terdapat ancaman dari luar kelompok tersebut. Ancaman tersebut akan membangkitkan rasa kita terhadap kebutuhan untuk berafiliasi, mencari dukungan menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan antar kelompok. Seringkali konflik lokal, perang saudara, kerusuhan dalam masyarakat akan mereda jika mereka mendapatkan musuh bersama dari luar. Secara alamiah ada rasa kerelaan dalam diri mereka bahwa mereka akan memerangi musuh tersebut bersama dan melupakan konflik internal yang ada. Sebaliknya jika tidak tedapat ancaman, individu akan mencurahkan perhatian dan gejolak rasa berontak dan permusuhan kepada satu sama lain dalam kelompok.

Contoh mudah dalam hal ancaman dari luar adalah mengenai penjajahan. Sebelum penjajah datang, terjadi perang saudara, perang antar kerajaan dan konflik lokal lainnya, Meski berproses dengan sangat lama, tapi akhirnya mereka menyadari bahwa mereka mempunyai musuh bersama yang harus diperangi dengan cara kerjasama. Lewat ‘’Boedi Oetomo’’lah moment dimana perbedaan ras, suku, golongan didobrak oleh kepentingan bersama dalam memerangi musuh. Dan akhirnya lewat kerjasama dan Kepemimpinan Efektif, berdirilah kelompok baru yang lebih besar bernama Indonesia. Contoh tersebut mengajarkan kita bahwa ketika pikiran anda tidak terfokus pada suatu maslah, dia akan bertarung dengan dirinya sendiri dan mengembangbiakan kekhawatiran. Tetapi jika anda mempunyai tujuan luar yang jelas, anda akan berusaha meraihnya dan kecamuk internalpun akan mereda.

Cara Mengompakkan Kelompok
mengompakkan kelompok

Pikiran, seperti sama halnya Kelompok, akan bertarung melawan dirinya sendiri jika tak ada yang menyedot perhataian dan menyibukannya. Setelah ada ancaman luar, dia kan mencari cara bagaimana mengatasi ancaman tersebut, dia akan memikirkan dan melakukan langkah-langkah yang jelas. Secara psikologis, pikiran orang akan lebih tenang ketika dia mendapatkan pekerjaan daripada tidak ada pekerjaan. Ketika ada pekerjaan, dia akan tahu apa yang dia lakukan. Sebaliknya jika orang tidak ada pekerjaan, dia bahka tidak tahu apa yang akan mereka kerjakan, dan itu akan menimbulkan rasa berontak yang luar biasa.

Kesimpulannya adalah untuk mengompakkan suatu kelompok, ciptakanlah ancaman dari luar. Atau jika itu terlalu ekstrim, maka hadapkanlah kelompok anda dengan kelompok lain dalam kompetisi atau persaingan. Musuh bersama dapat menyatukan individu/kelompok dengan sangat cepat, lebih cepat daripada teknik penyatuan apapun. Selain itu, pastikan bahwa kelompok anda harus mengidentifikasi diri dengan citra dan semangat kerjasama, bukan kompetisi. Citra kerjasama selalu berorientasi musuh dari luar dan menafikan permasalahn internal. Sedangkan citra kompetisi lebih kepada individu akan menonjolkan dirinya sendiri dalam kelompok, siapa yang merasa lebih pintar, lebih bisa dan lebih berkompeten dan sebagainya yang akan menciptakan pertarungan dalam diri.

-RianNova-

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !