Cara Menguji Kualitas Kemurnian Benih

Cara Menguji Kemurnian Benih – Teknologi benih adalah ilmu pengetahuan mengenai cara-cara untuk dapat memperbaiki sifat-sifat genetik dan fisik dari benih. Benih yang diperbaiki dengan teknologi benih diharapkan akan menghasilkan benih yang bermutu.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada teknologi benih seperti, pengembangan varietas, penilaian, dan pelepasan varietas, produksi benih, pengolahan, penyimpanan, pengujian serta sertifikasi benih.

Benih merupakan biji pada tanaman yang digunakan untuk keperluan pengembangan usaha tanidan memiliki fungsi agronomis atau merupakan komponen agronomi. Benih yang berumutu merupakan benih yang telah dinyatakan sebagai benih berkualitas tinggi. Benih yang baik dan berumutu akan sangat menunjang dalam peningkatan produk baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Metode pengujian benih untuk menentukan nilai pertanaman di lapangan. Komponen-komponen mutu benih yang menunjukkan korelasi dengan nilai pertanaman benih di lapangan harus dievaluasi dalam pengujian. Pengujian benih mengacu pada ISTA dan beberapa penyesuaian telah diambil untuk mempertimbangkan kebutuhan khusus (ukuran, struktur, pola perkecambahan). Pengujian benih mencakup pengujian mutu fisik fisiologi benih.

Kemurnian Benih

Jenis-jenis benih

Petunjuk tersebut menjelaskan bagaimana mempersiapkan contoh yang mewakili lot benih untuk keperluan pengujian, dan bagaimana melakukan pengujian, salah satunya adalah analisis kemurnian.

Kemurnian benih adalah persentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat dalam suatu contoh benih. Tujuan utama dari uji kemurnian benih adalah untuk menentukan komposisi berdasarkan berat dari contoh benih yang akan diuji atau dengan kata lain komposisi dari kelompok benih dan untuk mengidentifikasi dari berbagai spesies benih dan partikel-pertikel lain yang terdapat dalam suatu benih.

Analisis kemurnian benih berisi contoh uji yang dipisahkan menjadi 4 komponen yaitu benih murni, benih spesies lain, benih gulma, dan bahan lain atau kotoran.

Benih murni adalah bagian dari sampel yang dikerjakan dan mewakili spesies tanaman yang sedang diuji, serta pada kondisi yang sebenarnya termasuk persentase masing-masing spesies tanaman yang ada pada konsentrasi kurang dari lima persen.

Biji gulma menunjukkan persentase keberadaan dari biji-biji tanaman yang disebut gulma. Kadang-kadang susunan ini bersifat subjektif, sehingga tumbuhan yang dianggap sebagai tanaman budidaya pada suatu negara tetapi dianggap gulma di tempat lain.

Benda lain atau kotoran didefinisikan sebagai bagian dari suatu sampel yang bukan benih, biasanya tersusun atas patahan batang, batu-batu kecil, tetapi dapat juga pecahan benih, biji-biji masak maupun biji-biji gulma yang bukan termasuk dalam kriteria sebagai benih yang dimaksud. Kriteria untuk perbedaan tersebut akan ditentukan dalam aturan untuk pengujian.

Langkah awal yang dilakukan ialah pengambilan contoh dan kemudian dilakukan penimbangan untuk mengetahui berat awal benih sebelum dilakukan pengujian kemurnian.

Tahap selanjutnya adalah analisis kemurnian, setiap benih diidentifikasi satu persatu secara visual bedasarkan penampakan morfologi. Semua benih tanaman lain dan kotoran benih dipisahkan. Setelah dilakukan analisis kemudian dilakukan penimbangan pada setiap komponen tersebut.

Faktor kehilangan yang diperbolehkan ≤ 5%, jika terdapat kehilangan berat > 5% dari berat contoh kerja awal. Hal tersebut akan menyebabkan analisis diulang dengan menggunakan contoh kerja baru. Jika faktor kehilangan ≤ 5% maka analisis kemurnian tersebut diteruskan dengan menghitung presentase ketiga komponen tersebut.

Misalnya data yang di peroleh adalah sebagai berikut :

Kemurniah Benih

Pada pengujian kemurnian benih contoh di atas, padi menunjukkan bahwa presentase benih murninya 68,04%, presentase benih varietas lain adalah 20,61% dan presentase kotoran benih adalah 11,34%.

Berdasarkan SNI kelas benih sebar : Syarat mutu di laboratorium adalah benih murni dengan batas minimum 98%; kotoran benih 2% dan biji benih tanaman lain 0%.

Pengujian kemurnian benih adalah pengujian yang dilakukan dengan memisahkan tiga komponen benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih yang selanjutnya dihitung persentase dari ketiga komponen benih tersebut.

Kemurnian benih penting untuk diketahui karena bermanfaat dalam menentukan benih tersebut termasuk dalam benih bermutu atau tidak. Kemurnian benih juga dijadikan syarat dalam sertifikasi benih dengan standar yang telah ditentuan. Oleh karena itu, kemurnian benih penting diketahui dan dilakukan untuk mendapatkan  benih yang unggul dan siap digunakan untuk budidaya pertanian.

Kemurnian benih penting untuk diketahui, karena memiliki manfaat, Berikut beberapa manfaat dari mengetahui kemurniah benih.

  1. Menjaga kualitas benih terutama varietas unggul.
  2. Mengetahui persentase kemurnian benih dari suatu varietas.
  3. Untuk mengetahui komponen jenis benih yang ada dalam kelompoknya.
  4. Untuk mengetahui identitas dari berbagai spesies benih dan partikel lainnya yang ada dalam kelompoknya.
  5. Untuk melindungi komponen benih.

Sertifikasi Benih

Sertifikasi benih adalah suatu sistem atau mekanisme pengujian benih berkala untuk mengarahkan, mengendalikan, dan mengorganisasi perbanyakan produksi benih. Sertifikasi benih merupakan sistem bersanksi resmi untuk perbanyakan dan produksi benih yang terkontrol.

Tujuannya adalah untuk memelihara dan menyediakan benih serta bahan perbanyakan tanaman bermutu tinggi dari varietas berdaya hasil tinggi bagi masyarakat sehingga dapat ditanam dan didistribusikan dengan identitas genetik yan dijamin.

Selain itu, tujuan sertifikasi benih adalah untuk memberikan jaminan bagi pembeli benih (petani atau pengangkar benih) tentang beberapa aspek mutu yang peting, serta tidak dapat ditentukan dengan segera dengan hanya memeriksa benihnya saja.

Hubungan antara sertifikasi dan kemurnian benih dapat disimpulkan bahwa keduanya memiliki korelasi yang erat, dengan tujuan memperoleh benih dari varietas unggul dan memelihara kemurnian benih serta menyediakan bagi petani untuk budidaya tanaman.

Syarat dari sertifikasi benih salah satunya adalah kemurnian benih. Hal tersebut karena berhasil atau tidaknya benih tumbuh dengan baik dilihat dari kemurnian benihnya, yang mana benih bersertifikat sudah dijamin mutunya dengan adanya kemurnian benih.

Tujuan dari sertifikasi benih yang berhubungan dengan kemurnian benih

  1. Menjaga kemurnian genetik dari varietas yang dihasilkan oleh pemulia atau menjaga kemurnian dan kebenaran dari varietas.
  2. Mendapatkan benih bermutu dari varietas unggul yang sesuai standar mutu yang berlaku dan dicantumkan pada label.
  3. Benih bermutu didapatkan dengan standar mutu yang berlaku, baik mutu di lapangan maupun di laboratorium.
  4. Benih bermutu didapatkan secara berkesinambungan pada produsen penangkar benih maupun pedagang benih yang dibutuhkan konsumen.

Dalam melakukan tugas nya, kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh BPSP (badan pengawas sertifikat benih) dalam program sertifiasi benih diantaranya :

  1. Mengadakan pemeriksaan lapangan.
  2. Mengadakan pengawasan panen dan pengolahan benih.
  3. Mengadakan pemeriksaan alat panen dan alat pengolah benih.
  4. Mengadakan pengambilan contoh benih.
  5. Menetapkan lulus atau tidak lulus suatu benih dalam rangka sertifikasi.
  6. Mengadakan pengawasan pemasangan label dan segel sertifikasi untuk penyempurnaan sistim sertifikasi benih.
  7. Melaksanakan pengadaan label sertifikasi.
  8. Melaksanakan pengembangan metoda sertifikasi.
  9. Melaksanakan pengembangan sertifikasi.
  10. Melaksanakan pencatatan dan penyimpanan data yang berhubungan dengan kegiatan tersebut.

Metode pelaksanan kemurnian benih atau pembersihan benih dapat dilakukan dengan cara :

1. Secara Tradisional

Pemurnian atau pembersihan yang dilakukan secara tradisional dapat dikatakan pembersihan yang dilakukan sederhana. Alat bantu yang digunakan adalah tampah dan pembersihan dapat dilakukan dengan sebagai berikut :

  • Membersihkan benda ringan, dengan melakukan gerak angkat tampah berkali-kali dibantu dengan tiupan-tiupan. Cara demikian benda atau kotoran yang ringan-ringan dapat diterbangkan keluar dari tampah.
  • Membersihkan benda atau kotoran serta benih yang tidak dikehendaki dan agak berat, tampah atau alat tampi digoyang-goyang atau kotoran yang agak berat menjadi terkumpul dibagian tengah tampah, sehingga mudah melakukan pembuangan.

2. Pembersihan dengan Mesin

Pembersihan benih dari segala kotoran, benih lain serta biji-biji gulma dan hama dengan memanfaatkan peralatan (mesin). Kegiatan-kegiatan utamanya meliputi : reconditoning dibagi menjadi tiga yaitu : scalping (tertuju pada materila-material kasar), hulling (tertuju pada bagian-bagian yang melengket), dan shelling (tertuju pada pengelupasan kotoran yang ada di permukaan benih atau kulit). Ketiganya merupakan prasyarat aktivitas dalam usaha untuk memperoleh benih-benih murni. Cara ini digunakan berdasarkan ISTA karena lebih efektif digunakan.

Metode pengujian kemurnian benih pada praktikum adalah dengan perhitungan benih murni, benih varietas lain, benih gulma dan kotoran benih. Sebelum dilakukan perhitungan benih yang akan diuji ditimbang berat awalnya. Selanjutmya dilakukan pemisahan komponen-komponen benih. Pemisaan dilakukan pada meja pemurnian. Setelah dipisahkan antara 3 komponen yaitu benih murni, benih varietas lain dan kotoran benih, selanjutnya dihitung persentasinya.

Persentase menghitung berat murni

%BM     = (Berat BM)/(Berat awal) x 100%

Persentase menghitung benih varietas lain atau spesies lain

%SL        = (Berat SL)/(Berat awal) x 100%

Persentase menghitung kotoran benih

%KB       = (Berat KB)/(Berat awal) x 100%

Praktikum pengujian kemurnian benih menghitung berat komponen dan persentase benih murni, varietas lain dan kotoran benih. Hasil berat komponen BM (benih murni) adalah 13,2 gram, VL (Varietas Lain) adalah 4 gram dan KB (Kotoran Benih) adalah 2,2 gram.

Hasil perhitungan yang dari kemurnian benih padi misalnmya adalah benih murni sebesar 68,04%, benih varietas lain 20,61 %, dan kotoran benih adalah 11,34 %. Maka dapat disimpulkan bahwa benih yang diuji tidak memenuhi Badan Standarisasi Nasional karena standar kemurnian padinya kurang dari 98%. Hal tersebut yang menyebabkan rendah mungkin karena masih menggunakan cara yang tradisional, sehingga hasil yang diperoleh masih rendah.

Kmurnian benih yang paling baik antara 99,7%-99% yang hanya dapat dicapai secara ilmiah dengan alat modern.Analisa kemurnian benih biasanya dilakukan secara duplo maka beda antara hasil ulangan pertama dan kedua tidak boleh lebih tinggi atau lebih rendah dari 5%.

Baca juga : Bertani Padi Organik

Bacaan lain :

Coppeland, I. D. 1976. Principles of Seed Science and Technology. Burgess Publ. Co. Minnesota.

ISTA  2007. International Rule for Seed Testing Edition 2007. Swizerland: International Seed Testing Association.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !