Cara Mengukur Bobot dan Persentase Karkas Daging Itik / Ayam

Ini adalah artikel panduan sederhana Cara mengukur Bobot dan Persentase Karkas Daging Itik / Ayam

Jika bicara usaha ternak ayam, pasti sudah biasa,

..maka mari kita bicara itik/ bebek, meskipun panduan mengukur bobot dan persentase karkas daging juga bisa diterapkan pada unggas ayam.

Ternak itik merupakan ternak unggas penghasil telur dan daging yang cukup potensial disamping ayam. Itik lebih tahan penyakit dibandingkan ayam, sehingga pemeliharaannya mudah, tidak banyak mengandung resiko serta dapat dipelihara dengan atau tanpa air.

Daging itik merupakan salah satu komoditi unggulan karena mengandung berbagai zat gizi yang tinggi serta memiliki cita rasa yang unik. Kandungan gizi yang terdapat pada daging itik cukup tinggi antara lain kandungan protein 21,4 %, lemak 8,2 %, abu 1,2 % dan nilai energi 15.900 kkal/kg.

Produksi daging ternak unggas lokal secara langsung dapat dilihat dari bobot, persentase karkas dan banyaknya proporsi bagian karkas yang bernilai tinggi. Karkas merupakan bagian tubuh unggas bersama kulit setelah dipotong dan  dibuang bulu, lemak abdomen, organ dalam, kaki, kepala, leher dan darah, kecuali paru – paru dan ginjal.

Faktor yang mempengaruhi bobot karkas pada dasarnya adalah faktor genetis dan lingkungan.

Cara mengukur Bobot dan Persentase Karkas Daging

Faktor lingkungan dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu fisiologi dan kandungan zat makanan dalam pakan. Non karkas merupakan bagian-bagian seperti kepala, leher serta organ dalam lainnya.

Ini berlaku untuk itik atau ayam,,namun saya akan menggunakan istilah itik.

Pengambilan data dilakukan pada itik umur 24 minggu.

Yang perlu diperhatikan dalam mengukur Bobot dan Persentase Karkas Daging ;

Karkas diperoleh dari pemotongan ternak itik dikurangi kepala, kaki, bulu, dan organ dalam kecuali giblet (jantung, hati dan gizard).

Cara mendapatkan karkas daging ayam :

Penyembelihan (slaughtering) : memotong arteri karotis, vena jugularis, oesophagus, dan trachea. Pada saat penyembelihan, darah harus keluar sebanyak mungkin.

Perendaman (scalding) : perendaman dilakukan dalam air panas pada suhu 65 sampai 80OC selama 5 sampai 30 detik.

Pencabutan bulu (defeathering) : pencabutan bulu menggunakan mesin pencabut bulu (plucking mnachine).

Pengeluaran jerohan (eviscerating) : dimulai dari pemisahan tembolok dan trachea serta kelenjar minyak bagian ekor kemudian pembukaan rongga badan dengan membuat irisan dari kloaka ke arah tulang dada. Kloaka dan visera atau jerohan dikeluarkan kemudian dilakukan pemisahan organ-organ yaitu hati, empedu dan jantung. Isi empedal harus dikeluarkan, demikian pula empedal dipisahkan dari bawah columna vertebralis. Kepala, leher dan kaki juga dipisah.

Bobot Karkas diperoleh dari bobot hidup dikurangi dengan bobot kepala, kaki, bulu dan organ dalam kecuali giblet (jantung, hati dan gizard).

Cara Penghitungan Bobot dan Persentase Karkas

Persentase Karkas diperoleh dengan cara membagi bobot karkas dengan bobot hidup dikalikan 100%, rumus :

Persentase Karkas = (Bobot Karkas)/(Bobot Hidup) x 100%

Bobot dan Persentase Non Karkas

Non karkas yang digunakan yaitu kepala, kaki, bulu, dan viscera.

Cara mendapat bagian Non Karkas ayam

  1. Kepala : Dipotong pada tulang atlas pertama.
  2. Kaki : Dipotong pada bagian persendian kaki (flock joint).
  3. Bulu : Pencabutan bulu menggunakan mesin pencabut bulu (plucking mnachine).

d.Viscera :Dipotong pada bagian ventrikularis sampai kloaka (usus tanpa kotoran).

Menghitung Bobot dan Persentase Non Karkas

Persentase Non Karkas diperoleh dengan cara membagi bobot bagian non karkas dengan bobot hidup dikalikan 100%, rumus :

Persentase Non Karkas = (Bobot Bagian Non Karkas)/(Bobot Hidup) x 100%

Tingkat kebutuhan gizi penduduk di Indonesia semakin meningkat, baik protein, vitamin, maupun mineral. Peningkatan pemenuhan kebutuhan protein hewani asal ternak untuk masyarakat  perlu  diupayakan  dengan cara peningkatan  produksi ternak itik. Keberadaan itik sebagai sumber daging sangat penting  dalam  memenuhi  kebutuhan  protein hewani  asal  ternak.

Baca juga : Jenis bebek pedaging unggulan

Demikian artikel tentang Cara mengukur Bobot dan Persentase Karkas Daging, semoga bermanfaat

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !