Cara Mengukur Laju Digesti Pada Ikan

Cara Mengukur Laju Digesti Pada Ikan – Pakan yang dikonsumsi oleh ikan akan mengalami proses digesti di dalam sistem pencernaan sebelum nutrisi pakan dapat dimanfaatkan untuk keperluan biologis ikan. Proses digesti di dalam sistem pencernaan akan melibatkan peran enzim-enzim pencernaan. Hasil proses digesti pakan yang berupa asam amino, asam  lemak dan monosakarida selajutnya akan diabsorpsi oleh epitel intestin lalu diedarkan ke seluruh tubuh oleh sistem sirkulasi.

Laju digesti pakan pada umumnya berkolerasi dengan laju metabolisme ikan. Pada kondisi temperatur air yang optimal bagi ikan maka laju metabolisme ikan meningkat. Laju metabolisme ikan yang meningkatnya harus diimbangi dengan pasokan pakan yang di peroleh dari lingkungannya. Pada umumnya ikan bersifat poikiloterm, maka apabila temperatur air meningkat nafsu makan ikan juga akan mengalami peningkatan, sedangkan apabila terjadi penurunan temperatur air, maka nafsu makan ikan juga menurun.
Proses digesti pakan yang diperoleh ikan akan dimulai dari lambung, pada ikan yang mempunyai lambung, dan dilanjutkan pada intestin yang akan berakhir hingga anus, yang merupakan lubang pembuangan bahan sisa. Proses digesti yang terjadi di dalam lambung, laju digestinya dapat di ukur dari laju pengosongan lambung. Laju digesti atau laju pengosongan lambung selain dipengaruhi oleh temperatur air juga dipengaruhi oleh pakan yang dikonsumsi. Perbedaan kualitas pakan akan perbedaan komponen penyusun, penyusun pakan, dan perbedaan ini akan berakibat pada perbedaan laju dan kemampuan digesti pakan.

Alat Dan Bahan Yang Digunakan

Materi yang digunakan dalam praktikum ini adalah (Lele atau Patin), pakan ikan (berbentuk pelet), akuarium kaca berukuran 30 x 50 x 30 cm sebanyak 4 buah, alat bedah, timbangan analitik, thermometer dan hiter.
Cara Mengukur Laju Digesti Pada Ikan

Cara Mengukur

  1. Siapkan tiga buah akuarium dan isi akuarium dengan air setinggi 25 cm, kemudian diberi aerasi pada akuarium yang akan dipakai.
  2. Tebarkan ikan dengan ukuran yang seragam pada akuarium yang telah disediakan dengan kepadatan 4-5 ekor per akuarium.
  3. Beri pellet pada ikan sebanyak 2,5 % dari berat total tubuh dan biarkan ikan mengkonsumsi pakan untuk waktu 15-20 menit.
  4. Ambil semua ikan pada salah satu akuarium dan lakukan pembedahan untuk mengambil lambung ikan, setelah lambung diambil lakukan penimbangan untuk mengetahui bobot lambung. Bobot lambung yang diperoleh dinyatakan sebagai bobot lambung dalam keadaan ringan atau nol jam setelah makan.
  5. 30 menit setelah pemberian pakan ambil semua pada salah satu akuarium yang lain dan lakukan juga pembedahan pada bagian ventral untuk dapat mengambil lambung ikan serta melakukan penimbangan untuk mengetahui bobot lambung.
  6. Bobot lambung yang diperoleh selanjutnya dinyatakan dengan persentase bobot lambung pada waktu 30 menit setelah makan terhadap bobot lambung pada waktu kenyang.
  7. Lakukan lagi langkah ke 5 dan ke 6 untuk waktu pengambilan 60 menit pada akuarium yang lain.
  8. Plotkan dalam bentuk grafik hubungan antara lama pengamatan dengan persentase bobot lambung.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !