Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair Dan Padat

Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair Dan Padat – Pada postingan kali ini akan dibahas mengenai pupuk organik. Ada beberapa jenis pupuk organik, yang akan dikemukakan disini yaitu Pembuatan Pupuk Organik Cair dan Pupuk Organik Padat. Apapun bahanya, pada intinya pembuatan pupuk organik mempunyai prinsip yang sama. Yang dimaksud bahan adalah media yang akan kita gunakan atau jadikan sebagai Pupuk Organik Cair atau pupuk organik padat.

Misalnya adalah, Sampah dari tumbuhan seperti daun, batang, akar dan lainya. Sampah dari kotoran hewan atau manusia, contohnya adalah kotoran sapi, kambing, ayam dan lainya. Pupuk Organik bisa juga di sebut pupuk kompos, bedanya pada cara pembuatan sangat bermanfaat untuk budidaya sayuran seperti Budidaya Cabai Merah (Lombok Abang).

Kini pupuk organik, baik pupuk POC (Pupuk Organik Cair) atau POP (Pupuk Organik Padat) semakin diminati oleh masyarakat, kenapa? karena nilai ekonomis dari pertanian organik semakin bernilai tinggi.

Anda juga dapat membaca artikel panduan kami berjudul : Panduan membuat pupuk kompos. Pada artikel tersebut akan dijelaskan dengan lengkap terkait pupuk kompos dan bagaimana membuatnya.

Pertanian organik akan menghasilkan produk organik yang lebih sehat dan lebih ramah terhadap tubuh manusia. Sebab itulah pemanfaatan pupuk organik, baik pupuk organik cair dan pupuk organik padat semakin diminati oleh masyarakat.

Baca Juga : Bertani Padi Organik

Baik, langsung saja kita masuk pada pembahasan mengenai PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR / PADAT.

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR DAN PADAT

1. Pembuatan pupuk organik cair

Ada dua pengertian dasar terkait pupuk organik cair, pupuk organik cair terdiri dari dua jenis, yaitu : pupuk cair  yang didapat dari melarutkan pupuk organik padat. Artinya pupuk organik yang awalnya padat kemudian dilarutkan dengan air sehingga menjadi cair. sementara jenis yang kedua adalah pupuk organik cair yang memang dibuat cair  dari awal pembuatanya.

Apa perbedaannya?, bedanya adalah dari bahan dan pemakaianya. Pupuk organik cair yang dimaksudkan disini adalah pupuk organik cair yang memang sengaja dibuat cair dari awal, pemakaianya bukan di timbun/disiramkan di dekat perakaran, melainkan disemprotkan ke daun dengan dosis terukur.

Seperti yang sudah dikatakan di atas, pada dasarnya pembuatan pupuk organik mempunyai prinsip yang sama, yaitu memanfaatkan bahan-bahan dari alam yang mudah terurai seperti tumbuhan, hewan (bangkai / kotorannya ) serta  bahan-bahan yang lain yang sering orang biologi sebut sebagai bahan organik. Prinsip sederhananya adalah dengan mempercepat proses penguraian / dekomposisi bahan-bahan yang mudah terurai menjadi bahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Proses penguraian / Dekomposisi atau Pembusukan akan mengubah senyawa-senyawa organik kompleks menjadi senyawa-senyawa organik sederhana, sehingga dapat di manfaatkan oleh tanaman. Tidak usah berpanjang lebar, langsung saja yang pertama. Saya mengambil contoh dari urin kambing, namun pembaca dapat menggunakan bahan lain seperti urin, sapi, kerbau atau urin kita sendiri.

Pupuk organik cair dari urin kambing

Bahan dan alat
1 drum plastik urin dengan kapasitas 150 liter.
  1. Tetes Tebu/Molasses 1 liter. Berfungsi sebagai sumber nutrisi mikroorganisme pengurai.
  2. Empon-empon (Temulawak, Temuireng, Kunyit, Laos dll) 5kg
  3. EM4 atau merk dagang lain yang banyak di pasaran sebagai starter fermenter. EM4 merupakan cairan yang berisi mikroorganisme yang fungsinya sebagai pemercepat proses penguraian. Dapat diganti dengan kotoran kambing / sapi yang di encerkan  dan di diamkan kurang lebih 1 bulan.
Cara pembuatan
  1. Cairan EM4 dan Molases dilarutkan dalam air jernih sebanyak 10 liter kemudian dituangkan ke dalam drum urine. Empon-empon dihancurkan dan dimasukan ke dalam drum.
  2.  Setelah tercampur antara urine dan bahan lain, kemudian urine diaduk sampai rata selama 15 menit, lalu drum plastic ditutup rapat
  3. Lakukan pengadukan setiap hari selama 15 menit dan kemudian drum ditutup rapat kembali selama tujuh hari.
  4. Setelah tujuh hari urine dipompa / di aerasi dengan menggunakan pompa yang biasa dipakai pada aquarium. Aerasi ini berfungsi untuk mengurangi gas amoniak yang dihasilkan agar tidak meracuni tanaman. Aerasi selama satu hari sudah cukup. Setelah itu pupuk bisa langsung digunakan.

Cara penggunaan bio urine

Semprotkan pada bagian perakaran. Usahakan penyemprotan dilakukan ketika hari sedang tidak hujan, agar pupuk bio cair dapat meresap dan dimanfaatkan dengan sempurna oleh tanaman.

Perbandingan Bio cair Urine + Air 1:2 untuk tanaman padi pemberian setiap 15 hari sampai dengan umur 60 hari. Untuk Rumput Gajah penggunaan dilakukan setelah dipotong/panen.

2. Pembuatan pupuk organik padat

Banyak sekali jenis pupuk organik padat, dari kotoran hewan, tanaman dan bahan-bahan organik yang lain. Pada artikel ini kami akan mengulas seputar pupuk organik padat dari kotoran kambing.

Pupuk organik padat dari kotoran kambing

Bahan
  1. 1 ton kotoran kambing
  2. 200 kg kapur pertanian (Dolomit)
  3. 200 kg abu/sekam/bekas gergajian
  4. 4 Botol EM4  (dekomposer)
Alat :
  1. Cangkul
  2. Terpal
  3. Ember

Sebelum kita membuat Campuran bahan tersebut diatas kotoran Kambing harus kita hancurkan terlebih dahulu dengan memakai alat(mesin) atau manual atau dicampur dengan Urea(1%) Setelah Inthil kambing ini hancur dan
tidak utuh lagi kita ikuti tahapan berikut:

 

CARA MEMBUAT PUPUK ORGANIK CAIR DAN PADAT

Tahapan pembuatan pupuk organik padat (POP)  kotoran kambing

  1. Siapkan tempat atau hamparan yang ternaungi dan jika hujan tempat tersebut tidak tergenang air.
  2. Lakukan proses pencampuran bahan, agar mudah dan merata bisa dilakukan dengan cara membuat lapisan-lapisan.
  3. Pembuatan lapisan dengan cara menghamparkan kotoran kambing dan  setebal kurang lebih 20-30 cm dan taburkan dolomit, abu dan decomposer secukupnya. Kemudian, siapkan EM4 dari dosis yang ditetapkan yang dilarutkan dalam air kemudian disiramkanpada lapisan tersebut hingga kadar air mencapai 40%. Atau bisa diukur dengan cara diremas dengan tangan air tidak meneteskan atau  bahan organik tidak pecah saat genggaman tangan dibuka.
  4. Buat lapisan berikutnya hingga semua bahan habis, kemudian lapisan tersebut dicangkul dari salah satu sisi searah hingga menimbulkan timbunan baru.
  5. Lakukan lagi kearah kebalikannya, kemudian ditimbun atau dibuat gunungan sebesar lebar terpal penutup.
  6. Timbunan ditutup rapat dengan terpal dan bagian pinggir terpal diberi beban sehingga jika ada angin terpal tidak terbuka.
  7. Diamkan selama 1 minggu, setelah satu minggu terpal dibuka dan timbunan diaduk untuk tujuan pemberian airasi pada proses pengomposan. Proses pengomposan yang berhasil akan timbul panas dan dapat dirasakan saat pembongkaran gundukan.
  8. Perkirakan setelah 3 minggu Kompos sudah bisa dibongkar dan diangin anginkan supaya menghilangkan bau amoniak dan sudah dapat dipakai.

Cara aplikasi pada tanaman :

Aplikasi pupuk organik untuk tanaman musiman dapat dilakukan bersamaan saat pengolahan lahan, Pemupukan pada tanaman tahunan, sebaiknya dibenam pada bagian ujung perakaran, dan setiap tanaman umumnya memiliki ujung perakaran berada tepat dibawah daun paling ujung dari tanaman tersebut. Semakin banyak pupuk organik diberikan semakin meningkat kesuburan tanah.

Baca Artikel tentang     Pupuk organik untuk sayuran 

Demikian Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair Dan Padat Semoga bermaanfaat bagi petani dan peternak.

3 thoughts on “Cara Pembuatan Pupuk Organik Cair Dan Padat

  1. Pingback: Cara Pemupukan dan Panen Buah Stroberi - Chyrun.com

  2. Pingback: Teknik Budidaya Tanaman Stroberi Lengkap Dari A-Z - Chyrun.com

  3. Pingback: Mari Mengenal Tanah Dan Pupuk Buatan - Chyrun.com

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !