Lalat Buah Termasuk 8 Hama Paling dibenci Petani

Lalat Buah Termasuk 8 Hama Tanaman Paling dibenci Petani – Oke, pada kesempatan ini chyrun akan mengulas seputar pertanian yah,,mengenal berbagai hama yang menyerang tanaman, antara lain : lalat buah ( Bactrocera sp ), nimfa kepik hijau ( Nezara viridula ), kepik hitam ( Anoplocnemis sp ), kepik hijau dewasa ( Nezara viridula ), hama penggerek batang tebu ( Chilo sacchariphagus ), hama sundep ( Tryporyza innotata ), penggerek buah tomat ( Helicorpeva asmigera ),dan  penggerek batang jagung ( Ostrinia furnacalis ).

Artikel ini akan di bagi menjadi 8 artikel bersambung, setiap artikel akan menjelaskan masing masing hama yang di maksudkan tersebut.

Lalat buah ( Bactrocera sp )

Hama lalat buah ( Bactrocera sp ) memiliki bagian tubuh yang meliputi kepala, punggung, abdomen, dan tungkai.  Bactrocera sp merupakan jenis hama yang memilki tipe mulut penusuk yang menyerang tanaman buah – buahan dan memiliki metamorfosis sempurna serta kami mengamati dari sumber herbarium kering.

Penanggulanagn lalat buah

Klasifikasi lalat buah

Kingdom              :Animalia

 Phylum                : Arthropoda

 Kelas                    : Insecta

 Ordo                     : Diptera

 Famili                   : Tephritidae

 Genus                  : Batrocera

 Spesies                : Batrocera spp.

Morfologi Lalat Buah

Lalat buah berukuran 1-6 mm, berkepala besar, berleher sangat kecil. Warnanya sangat bervariasi, kuning cerah, oranye, hitam, cokelat, atau kombinasinya dan bersayap datar. Pada tepi ujung sayap ada bercak-bercak coklat kekuningan. Pada abdomennya terdapat pita-pita hitam, sedangkan pada thoraxnya terdapat bercak-bercak kekuningan. Disebut Tephtridae-berarti bor-karena terdapat ovipositor pada lalat betina. Bagian tubuh itu berguna memasukkan telur ke dalam buah. Ovipositornya terdiri dari tiga ruas dengan bahan seperti tanduk yang keras.

Daur Hidup Lalat Buah

Dengan ovipositornya, lalat buah betina menusuk kulit buah atau sayur untuk meletakkan telurnya. Jumlah telur sekitar 50-100 butir. Setelah 2-5 hari, telur akan menetas dan menjadi larva. Larva tersebut akan membuat terowongan di dalam buah dan memakan dagingnya selama lebih kurang 4-7 hari. Larva yang telah dewasa meninggalkan buah dan jatuh di atas tanah, kemudian membuat terowongan sedalam 2-5 cm dan berubah menjadi pupa. Lama masa pupa 3-5 hari. Lalat dewasa keluar dari dalam pupa, dan kurang dari satu menit langsung bisa terbang. Total daur hidupnya antara 23-34 hari, tergantung cuaca.

Gejala Serangan Lalat Buah

Lalat betina menusuk buah atau sayur mengunakan ovipositornya untuk meletakkan telurnya dalam lapisan epidermis. Setelah telur menetas, larva akan menggerek buah dan menyebabkan buah membusuk di bagian dalam. Bila diamati, pada buah yang terserang akan tampak lubang kecil kehitaman bekas tusukan. Buah menjadi rusak, lembek, busuk dan akhirnya rontok.

Akibat Serangan Lalat Buah

Buah menjadi busuk lunak dan menghitam. Luka akibat tusukan menimbulkan infeksi sekunder berupa busuk buah, baik yang disebabkan oleh cendawan maupun bakteri. Buah yang terkena tusukan lalat buah ini akan rontok.

Pengendalian Serangan Lalat Buah

Cara Pengendalian lalat buah dengan Kultur Teknis tanaman

  1. Menggunakan varietas tahan seperti varietas hot pepper 002 dan Tuban
  2. Pencacahan (pembongkaran) tanah sekitar tanaman agar kepompong yang berada di dalam tanah terkena sinar matahari, terganggu hidupnya dan akhirnya mati,
  3. Sanitasi kebun bertujuan untuk memutus daur hidup lalat buah, sehingga perkembangan lalat buah dapat ditekan. Buah yang jatuh dikumpulkan kemudian dimusnahkan dan dibakar atau dikubur.

Cara Pengendalian lalat buah dengan Fisik/Mekanis

  • Penggunaan perangkap yang terbuat dari plastik/botol air mineral yang sudah dipasang atraktan seperti Metil Eugenol (ME) atau minyak Melaleuca brachteata (MMB) dan minyak selasih dengan dosis 1 ml/perangkap dan dapat dicampur dengan pestisida dan diteteskan pada kapas ( + 16 buah/ha). Perangkap dipasang pada cabang pohon setinggi 2 – 3 m dari permukaan tanah atau pada ketinggian tajuk terendah dari tanaman di mana perangkap dipasang Setiap 2 minggu atraktan diganti.
  • Tumpang sari dapat menekan populasi B. dorsalis dan pengaturan jarak tanam yang tidak terlalu rapat.
  • Pengasapan, caranya dengan cara membakar serasah/jerami untuk mengusir lalat buah yang datang ke pertanaman. Pengasapan efektif dilakukan selama 3 hari dan jika dilakukan selama 13 jam terus menerus dapat membunuh lalat buah.

Cara Pengendalian lalat buah secara Biologi

Pemanfaatan musuh alami parasitoid famili Braconidae (Biosteres sp., Opius sp.), Aceratoneuromyia indica, predator famili Formicidae (semut), Orius insidiosus, Solenopsis geminate, Arachnidae (laba – laba), Staphylinidae (kumbang), Dermaptera (cocopet), Chrysoperta carnea, dan patogen serangga Bacillus thuringiensis.

Pengendalian dengan Peraturan

Pengendalian dengan peraturan yang dimaksud adalah dengan membuat sebuah payung hukum oleh pemerintah dengan mengeluarkan peraturan terkait penanggulangan hama lalat buah. Sehingga hama lalat buah dapat di tanggulangi secara serentak.

Pengendalian dengan Kimiawi

Tentu dengan menggunakan herbisisda atau obat-obat kimoia yang lain. namun cara ini kalau bisa diminimalisir, karena selain akan merusak lingkingan juga akan mengganggu kualitas kesehatan produk pertanian itu sendiri.

Baca : Hama Nimfa Kepik Hijau

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !