Contoh Analisis Finansial Budidaya Buncis

Analisis Finansial Budidaya Buncis – Penerimaan usaha tani adalah perkalian antara produksi dengan harga jual, biaya usahatani adalah semuan pengeluaran yang dipergunakan dalam suatu usahatani dan pendapatan usahatani adalah selisih antara penerimaan dan pengeluaran.

Struktur Biaya Usaha tani

Biaya usaha tani diklasifikasikan menjadi dua yaitu biaya tetap (fixed  cost) dan biaya variabel (variable cost). Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya relatif tetap dan terus dikeluarkan walaupun produksi yang dikeluarkan banyak atau sedikit. Sedangkan biaya tidak tetap adalah biaya yang besar kecilnya tergantung dari produksi yang diperoleh.

Biaya tetap dihitung dengan rumus:

Rumus Struktur Biaya Usaha tani

Keterangan:

FC : biaya tetap (fixed cost)

Xi: jumlah fisik dari input yang membentuk biaya tetap.

Pxi : harga input

n  : macam-macam input.

Rumus tersebut juga dapat digunakan untuk menghitung biaya variabel (VC). Total biaya (TC) adalah jumlah dari biaya tetap ditambahkan dengan VC, maka

TC = FC+ VC

Keterangan:

TC : biaya total (total cost)

FC : biaya tetap (fixed cost)

VC : biaya variabel (variable cost)

Struktur Penerimaan Usaha Tani

Penerimaan usaha tani adalah perkalian antara produksi yang diperoleh dengan harga jual. Penerimaan dihitung dengan rumus:

TR= Y.Py

Keterangan:

TR: penerimaan total

Y : produksi yang diperoleh dalam suatu usaha tani

Py : harga Y

Pendapatan Usaha Tani

Pendapatan usaha tani adalah selisih antara penerimaan dan semua biaya. Jadi:

Pd = TR – TC

Keterangan:

Pd : pendapatan usahatani

TR : penerimaan total

TC : biaya total

Break Even Point (BEP)

Break even point (BEP)  merupakan suatu nilai dimana hasil penjualan produksi sama dengan biaya produksi sehingga pengeluaran sama dengan pendapatan.

Titik impas atau titik balik modal atau BEP merupakan suatu keadaan di mana tingkat produksi atau besar pendapatan sama dengan besarnya pengeluaran yang dilakukan oleh suatu usaha tani,  sehingga pada keadaan tersebut usaha tani tidak mengalami kerugian atau keuntungan. Analisa BEP meliputi BEP dalam penerimaan (Rp), dan BEP kuantitas produksi (unit), menggunakan rumus sebagai berikut:

Rumus Break event poin (BEP)

Return Cost Ratio (R/C)

R/C adalah singkatan Return Cost Ratio atau dikenal sebagai perbandingan antara penerimaan dengan biaya, secara matematik dapat ditulis sebagai berikut (Soekartawi, 2002).

R/C=TR/TC

Keterangan:

TR : penerimaan total (total revenue)

TC : biaya total (total cost)

Kriteria Pengujian:

R/C Ratio >1, maka usaha tani secara ekonomis menguntungkan

R/C Ratio =1, maka penerimaan hanya cukup untuk menutupi biaya produksi

R/C Ratio <1, maka tingkat usaha tani secara ekonomis tidak menguntungkan.

Baca juga : Analisis finansial budidaya kentang

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !