Contoh makalah METODE PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS

METODE PENDEKATAN PEMBELAJARAN IPS
PENDAHULUAN
Melihat kondisi saat ini tentang Pembelajaran IPS di Sekolah dan Madrasah, pembelajaran IPS dimaknai hanya sebagai tranfer ilmu pengetahuan dan belum menjadi bagian dari upaya internalisasi sikap, nilai, dan norma dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pembelajaran IPS pada umumnya dianggap mata pelajaran yang mudah dan kurang penting dibandingkan mata pelajaran lainnya, seperti matematika dan IPA. Anggapan ini semakin dipupuk oleh kebijakan yaitu IPS tidak dimasukan dalam Ujian Nasional. Bukan berarti IPS perlu dimasukan dalam mata ujian nasional, namun kebijakan Ujian Nasional tersebut berdampak negatif terhadap kurangnya perhatian siswa, guru, dan masyarakat terhadap mata pelajaran IPS.
Selama ini mata pelajaran IPS banyak diajarkan dengan metode ceramah, dan satu arah. Guru terbiasa menggunakan metode ceramah dan kurang memanfaatkan metode yang lebih interaktif. Akibatnya siswa kurang tertarik terhadap pelajaran IPS. Hal ini dikarenakan guru kurang memahami teori dari metode pendekatan pembelajaran IPS.
Oleh karena itu, kelompok kami akan membahas tentang metode pendekatan pembelajaran IPS.
PEMBAHASAN

A. Pengertian Metode Mengajar
Kata metode berasal dari bahasa latin yaitu “methodo” yang berarti “jalan”. Sedangkan secara istilah metode adalah suatu cara atau jalan yang ditempuh yang sesuai dan serasi untuk menyajikan suatu hal sehingga akan tercapai suatu tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien sesuai yang diharapkan.
Winarno Surachmad (1976:76), menyatakan bahwa metode adalah cara yang didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai tujuan.
Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa, metode adalah cara yang dianggap efisien yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan suatu mata pelajaran tertentu kepada siswa, agar tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya dalam proses kegiatan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif.
B. Kriteria Menentukan Metode Pembelajaran
Menurut Husein Akhmad, dkk (1981:58), seorang guru IPS dalam memilih metode hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinnya.
Faktor tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pengajar (guru)
Seorang guru dalam memilih metode hendaknya mempertimbangkan pengetahuan yang dikuasai, pengalaman mengajar, dan personalitas yang dimiliki. Personalitas yang cocok dengan siswa akan mendorong kegiatan belajar, karena terbinanya sarana komunikasi yang efektif.
2. Siswa
Cara-cara yang dipilih guru hendaknya memperhitungkan lingkungan siswa dari mana dia berasal, tingkat intelektual dan latar belakang siswa, pengalaman praktik siswa serta lingkungan dan budaya siswa.
3. Tujuan yang akan dicapai
Tujuan yang akan dicapai merupakan pedoman bagi guru dalam memilih bahan yang akan disajikan dan memikirkan metode apa yang paling efektif.
4. Materi/bahan
Materi itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda, karenanya menuntut cara mengajar yang serasi dengan materi tersebut. Metode untuk materi yang bersifat abstrak akan berbeda dengan metode untuk materi yang bersifat konkrit.
5. Waktu
Masalah waktu harus diperhatikan dalam memilih metode antara lain : waktu untuk persiapan, waktu yang tersedia untuk mengajar, waktu yang menunjukan saat mengajar apakah mengajar pagi hari, siang hari atau sore hari.
6. Fasilitas yang tersedia
Fasilitas yang tersedia akan menunjukan seberasa jauh orang dapat leluasa dalam memilih metode pembelajaran. Setelah guru memilih metode yang tepat bagi suatu materi tertentu, hendaknya metode tersebut dijadikan sebagai alat untuk menyajikan bahan pelajaran dan sekaligus sebagai alat bantu siswa untuk mempermudah proses belajar mengajar.
C. Macam-macam metode pendekatan pembelajaran IPS
1. Metode Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray)
Metode Dua Tinggal Dua Tamu merupakan salah satu teknis pembelajaran cooperative learning. Metode ini memberi kesempatan pada kelompok untuk membagikan hasil dan informasi dengan kelompok lain.
Metode ini dapat diterapkan pada materi perkembangan teknologi (produksi, komunikasi, dan transportasi.
Langkah-langkahnya adalah :
a) Siswa bekerja sama dalam kelompok berempat seperti biasa.
b) Setelah selesai, dua orang dalam masing-masing kelompok akan meninggalkan kelompoknya dan masing-masing bertamu ke dua kelompok yang lain.
c) Dua orang yang tinggal dalam kelompokbertugas membagikan hasil kerja dan informasi mereka kepada tamu mereka.
d) Tamu mohon diri dan kembali ke kelompok mereka sendiri dan melaporkan temuan mereka dari kelompok lain.
e) Kelompok mencocokan dan membahas hasil-hasil kerja mereka.
2. Metode Karyawisata
Metode karyawisata dapat dilaksanakan dengan mengadakan perjalanan dan kunjungan yang hanya beberapa jam saja ketempat atau daerah yang tidak begitu jauh dari sekolah.
Metode ini dapat diterapkan pada materi tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan.
Langkah-langkah metode karyawisata :
a) Tahap persiapan, meliputipersiapan materi atau topik karyawisata, persiapan teoritis, perlengkapan, dan aspek-aspek lain yang menunjang pelaksanaan karyawisata.
b) Tahap pelaksanaan karyawisata dilapangan
c) Tindak lanjutan pelaksanaan karyawisata (setelah kembali ketempat).
3. Metode Role Playing (bermain peran)
Metode Role Playing adalah salah satu bentuk permainan pendidikan yang dipakai untuk menjelaskan peranan, sikap tingkah laku, nilai dengan tujuan menghayati perasaan, sudut pandang, dan cara berfikir orang lain.
Metode ini dapat diterapkan pada materi Kedudukan dan peranan anggota dalam keluarga dan lingkungan tetangga.
Langkah-langkah role playing :
a) Pemanasan (pengatur serta pembahasan cerita dari guru)
b) Memilih siswa yang akan berperan
c) Menyiapkan penonton yang akan mengobservasi
d) Mengatur panggung atau ruang
e) Permainan
f) Diskusi dan evaluasi
4. Metode Simulasi
Istilah simulasi berasal dari kata “simulate” yang berarti pura-pura dan “simulation” yang berarti tiruan atau perbuatan yang hanya pura-pura. Sebagai metode mengajar, simulasi diartikan sebagai suatu usaha untuk memperoleh pemahaman akan hakikat dari suatu konsep prinsip atau suatu ketrampilan tertentu melalui proses kegiatan atau latihan dalam situasi tiruan.
Metode ini dapat diterapkan pada materi kegiatan jual beli.
5. Card Sort
Metode card sort merupakan kegiatan kolabiratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik, klasifikasi, fakta, tentang objek atau mereview informasi. Gerakan fisik yang dominan dalam strategi ini dapat membantu mendinamiskan kelas yang jenuh atau bosan.
Metode ini dapat diterapkan pada materi jenis-jenis pekerjaan.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
a) Guru menyiapkan card sort yang bertuliskan jenis-jenis pekerjaan
b) Guru memberikan apersepsi tentang melimpahnya sumberdaya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.bisa saja guru menerangkan sekilas tentang kekayaan sumber daya alam Indonesia.
c) Selanjutnya kelas dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing kelompok diberi nama :
1) Kelompok pantai
2) Kelompok dataran rendah
3) Kelompok pegunungan
4) Kelompok perkotaan
5) Kelompok tepian sungai
d) Guru menyampaikan cara permainannya yaitu kartu secara acak akan dibagikan kepada masing-masing kelompok. Masing-masing kelompok, sesuai dengan nama kelompoknya harus mengambil kartu yang jenis pekerjaan yang ada didaerahnya. Jika tidak terpilih, kartu harus diserahkan kepada kelompok lain. Permainan ini akan lebih baik jika masing-masing anggota kelompok dilarang berbicara apalagi meminta kelompok dari kelompok lainnya.
Selain itu, masing-masing siswa hanya diperkenankan memegang kartu dalam jumlah tertentu.
e) Kemudian dievaluasi bersama dengan guru, apakah setiap siswa dalam kelompok benar mengambil jenis pekerjaan yang sesuai.
6. Inquiri
Gulo (2002) menyatakan bahwa inquiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analisis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan pembelajaran inquiri adalah (1) keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar, (2) keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran,dan (3) mengembangkan sikap percaya diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inquiri.
Metode ini dapat diterapkan pada materimengenal permasalahan sosial.
7. Peta pemikiran
Peta pemikiran adalah salah satu teknik menggambarkan lintasan gagasan yang ada pada otak secara keseluruhan dalam satu halaman dengan menggunakan citra visual dan perangkat grafisnya.
Metode ini dapat diterapkan pada materi mengenal permasalahan sosial.
Contoh cara memetakan pikiran yang diaplikasikan untuk pemetaan masalah penelitian diawali dengan menancapkan suatu topik masalah, lalu mulai menjalar ke berbagai sudut dengan cara membuat garis dan simbol-simbol visual yang mengingatkan kita pada pengalaman di masa lalu. Dari pusat titik ikat, menyebar menjadi empat cabang, setiap cabang terdapat ranting-ranting dan seterusnya. Pada teknik menelusur dan menemukan terkesan sangat kaku dengan garis-garis tanpa ilustrasi, maka pada teknik ini simbol-simbol visual lebih kreatif.
KESIMPULAN
Metode adalah cara yang dianggap efisien yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan suatu mata pelajaran tertentu kepada siswa, agar tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya dalam proses kegiatan pembelajaran dapat tercapai dengan efektif.
Menurut Husein Akhmad, dkk (1981:58), seorang guru IPS dalam memilih metode hendaknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinnya.
a. Pengajar (guru)
b. Siswa
c. Tujuan yang akan dicapai
d. Materi/bahan
e. Waktu
f. Fasilitas yang tersedia
Macam-macam metode pendekatan pembelajaran IPS antara lain adalah sebagai berikut :
1. Contextual Teaching and Learning (CTL)
2. Metode Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray)
3. Metode Karyawisata
4. Metode Role Playing (bermain peran)
5. Metode Simulasi
6. Card Sort
7. Inquiri
8. Peta pemikiran
DAFTAR PUSTAKA
SM, Ismail. Strategi Pembelajaran Agama Islam Berbasis PAIKEM. Semarang : RaSAIL Media Group
Universitas Muhammadiyah Purwokerto. 2012.  Modul PLPG Guru SD. Purwokerto
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Standar Proses Pendidikan. Jakarta : Kencana Prenada Media
Yani, Ahmad. 2009. Pembelajaran IPS. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departemen Agama Republik Indonesia
Bahri Djamarah, Syaiful. 2012. Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta : Rineka Cipta

Tinggalkan komentar