Contoh makalah Pengembangan Evaluasi Pembelajaran IPS di SD/MI

MAKALAH
Pengembangan Evaluasi Pembelajaran IPS Di SD/MI
PENDAHULUAN
Dalam dunia pendidikan ada banyak kegiatan yang sudah semestinya dilaksanakan oleh guru sebagai pendidik dan siswa sebagai pembelajar. Salah satu diantara sekian banyak tugas yang harus dilaksanakan oleh guru yakni evaluasi.
Evaluasi merupakan proses dalam dunia pendidikan yang dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana tujuan instruksional telah dicapai yang bisa dilaksanakan sebelum maupun sesudah KBM dan dapat berupa data kuantitatif maupun kualitatif. Khususnya dalam mata pelajaran  
Untuk mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan evaluasi dalam dunia pendidikan, khususnya dalam makalah ini akan dibahas beberapa hal yakni pengertian evaluasi, tujuan evaluasi, prinsip-prinsip evaluasi, dasar-dasar evaluasi dan alat-alat evaluasi.
PEMBAHASAN

A. Pengertian Evaluasi  Pendidikan
Evaluasi berasal dari kata evaluation ( Bahasa Inggris ). Evaluasi berarti suatu upaya untuk menentukan nilai atau jumlah. Menurut pendapat Suchman (1961, dalam Anderson 1975) evaluasi adalah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan.   Kemudian menurut Stufflebeam (1971, dalam Femandes 1984) mengatakan bahwa evaluasi merupakan proses pengambaran, pencarian dan pemberian informasi yang sangat bermanfaat bagi pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif keputusan. 
Sedangkan menurut Blomm et. al (1971) Evaluasi adalam pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalah kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam pribadi siswa.  Ada pula yang mengartikan bahwa evaluasi adalah membandingkan sesuatu dengan suatu ukuran yang bersifat kuantitatif dan mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik dan buruk yang bersifat kualitatif.
Dari beberapa penegertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa evaluasi dalam pendidikan yakni proses yang dilaksanakan seorang pendidik kepada anak didiknya baik penilaian secara kualitatif maupun secara kuantitatif untuk mengetahui sejauh mana tujuan dari proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan telah tercapai.
B. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan
Evaluasi harus mempunyai dasar yang kuat dan tujuan yang jelas, dasar yang dimaksud adalah prinsip ilmiah yang melandasi penyusunan dan pelaksanaan evaluasi, yaitu :
1. Filsafat
Masalah-masalah yang merupakan dasar dalam  pendekatan sistem dalam evaluasi adalah :
a) Apakah evaluasi itu?
b) Bagaimana evaluasi perlu diberikan?
c) Bagaimana cara memberikannya? dan sebagainya.
2. Psikologi
Evaluasi dilaksanakan dengan mempertimbangkan :
a) Tingkat kesukaran bahan dengan tingkat perkembangan siswa
b) Tingkat kemampuan yang dimiliki siswa yang bersangkutan
c) Teori-teori yang dianut dalam pendidikan/pengajaran.
3. Komunikasi
Evaluasi dilaksanakan secara langsung atau tidak langsung kepada siswa.
4. Kurikulum
Isi evaluasi harus sesuai dengan materi yang diajarkan seperti yang tercantum dalam kurikulum, yang telah ada dan dilaksanakan.
5. Manajemen
Evaluasi perlu diorganisasikan pelaksanaannya, apakah secara individual atau kelompok dan bagaimana penglolaannya.
6. Sosiologi – anthropologi
Evaluasi harus sesuai dan berguna dalam masyarakat/kebudayaan untuk mencapai suatu kemajuan.
7. Evaluasi – measurement
Dalam evaluasi sering menggunakan prosedur, jenis dan ambil keputusan yang bertanggung jawab.
C. Fungsi  Evaluasi Pendidikan
Bagi pendidik, secara didaktik evaluasi pendidikan itu setidak-tidaknya memiliki lima macam fungsi, yaitu :
  1. Memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai peserta didiknya.
  2. Memberikan informasi yang sangat berguna, guna mengetahui posisi masing-masing peserta didik ditengah-tengah kelompoknya.
  3. Memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik.
  4. Memberikan pedoman untuk mencari dan menentukan jalan keluar bagi peserta didik yang memang memerlukannya.
  5. Memberikan petunjuk tentang sudah sejauh manakah program pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai.

Loading...
D. Prinsip-prinsip Evaluasi
Ada beberapa prinsip dari proses evaluasi yang perlu diketahui,  antara lain :
1. Keterpaduan
Evaluasi merupakan komponen dalam KBM selain tujuan intruksional, materi serta metode pengajaran. Semua komponen tersebut merupakan komponen tersebut merupakan komponen yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain.
2. Keterlibatan Siswa
Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan proses KBM, guru perlu melakukan evaluasi pada siswanya, dengan demikian evaluasi dapat dilaksanakan apabila ada peran aktif dari siswa tidak hanya dari guru.
3. Koherensi
Koherensi dalam pelaksanaan evaluasi harus berkaitan dengan materi yang telah disampaikan serta selaras dengan ranah kemampuan yang hendak diukur.
4. Pedagogis
Selain untuk mengetahui sejauh mana pencapaian belajar siswa, evaluasi juga dapat dijadikan sebagai upaya perbaikan sikap, perilaku dari segi  pedagogis. Evaluasi dan hasilnya juga dapat dijadikan sebagai alat motivasi siswa dalam belajar.
5. Akuntabilitas
Keberhasilan KBM perlu disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan pendidikan sebagai laporan pertanggungjawaban (Accountabillity).
E. Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Materi IPS di SD/MI
Dewasa ini, pelaksaan evaluasi IPS telah mengalami perkembangan. Penekanan secara khusus diarahkan pada apa yang disebut sebagai keterampilan dasar (basic skills) , yang meliputi keterampilan membaca bermakna, menulis, dan keterampilan matematis. Keterampilan dasar ini merupakan minimum competency testing in social studies (kompetensi minimal dalam pengujian IPS). Perhatian dan penekanan lebih jauh, apa yang dinamakan evaluasi hasil karya siswa. Dalam evaluasi jenis ini, sangat ditekankan adalah aspek informalitas, prosedural dalam pengevaluasian. Dengan kata lain, evaluasi dalam IPS harus menerapkan prinsip keseimbangan antara formal tes dan non-formal tes dengan alat avaluasi tes dan non-tes.
1. Tes
Alat-alat evaluasi tes dapat berupa :
a) Tes Lisan
Tes lisan adalah bentuk pertanyaan lisan yang umumnya ditunjukkan pada kelompok, namun bisa juga pada individu dan dilakukan pada saat pembelajaran dikelas berlangsung atau juga bisa juga diawal pembelajaran untuk materi pembelajaran yang lalu atau di akhir pembelajaran untuk materi pembelajaran dihari itu.
Dalam pelaksanaan tes lisan alat yang dipersiapkan meliputi :
1) Pedoman pertanyaan, berisi pokok-pokok pertanyaan evaluasi yang akan diajukan
2) Lembar penilaian, berupa format yang akan digunakan untuk mencetak skor hasil penilaian keberhasilan menjawab setiap soal yang diajukan
b) Tes Perbuatan
Tes perbuatan atau tes unjuk kerja adalah tes yang dilaksanakan dengan jawaban menggunakan perbuatan atau tindakan.
Alat yang digunakan dalam tes perbuatan adalah :
1) Daftar tugas yang harus diselesaikan
2) Bahan serta alat yang diperlukan
3) Lembar pengamatan untuk mengamati kegiatan siswa menyelesaikan tugas
c) Tes tertulis
Tes tertulis adalah tes yang dilakukan tertulis baik pertanyaan maupun jawabannya.
Alat yang digunakan dalam tes tertulis adalah :
1) Lembar soal
2) Lembar jawaban
3) Pedoman penskoran
2. Non tes
Teknik non tes umumnya menggunakan alat-alat seperti :
a) Observasi
Observasi adalah suatu pengamatan langsung terhadap siswa dengan memperhatikan tingkah lakunya. Dalam observasi guru tidak perlu mengadakan komunikasi langsung dengan siswa.
Alat yang digunakan dalam observasi adalah :
1) Check-List, adalah sejumlah butir yang digunakan untuk melakukan penilaian dengan membubuhkan cek sesuai dengan keadaan yang dinilai.
No Aspek yang diamati Amatan Keterangan
Ya Tidak
1. Bertanya
2. Menjawab
3. menyanggah
4. …..
5. …..
2) Skala penilaian, adalah butir-butir yang dinilai dibuatkan rentangan nilai pada skala. Setiap gejala yang muncul berdasarkan pada butir itu dibuat penilaian.
No Aspek yang dinilai Skala nilai
1 2 3 4 5
1.
2.
Dst.
Jumlah
Rata- rata terbobot
b) Wawancara/interview
Teknik wawancara dilakukan dengan mengadakan tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung seperti menggunakan media.
Alat yang diguanakan adalah pedoman wawancara yang mengacu pada tujuan yang ditetapkan.
c) Angket
Angket adalah  wawancara yang dilakukan secara tertulis. Prinsip penggunaan dan penyusunan alat sama dengan wawancara.
d) Rangkuman pengalaman (Experience Summaries)
Pada dasarnya rangkuman pengalaman ini dikonstruksi atas kerja sama guru dengan kelas. Digunakan untuk mengevaluasi pengalaman tunggal yang terjadi setelah melakukan kegiatan kelas. Contoh setelah melakukan widyawisata untuk IPS, dapat juga para siswa mengunjungi Lab IPS Terpadu di situs Ratu Boko Yogyakarta.
F. Contoh Pengembangan Evaluasi Pembelajaran Materi IPS di SD/MI
1. Soal tes bentuk bentuk uraian
Tes uraian bertujuan untuk mengukur kemampuan menguraikan apa yang terdapat dalam pikiran tentang suatu masalah yang diajukan.
Contoh instrumennya : Apa saja penyebab terjadinya banjir?
2. Soal tes bentuk obyektif
Tes objektif banyak ragamnya, yaitu
a) Bentuk pernyataan benar-salah
Contoh instrumen :
Apabila jumlah kelahiran lebih besar dari jumlah kematian, maka jumlah penduduk akan berkurang ( B-S)
b) Bentuk pilihan jamak (multiple choice)
Perbandingan anatara ukuran di peta dengan ukuran sebenarnya di muka disebut…
a. Legenda c. Atlas
b. Skala d. Peta
c) Bentuk melengkapi kalimat atau isian atau jawaban singkat.
Contoh instrumen:
Prasarana transportasi tempat pesawat udara mendarat dan tinggal landas adalah…
d) Bentuk menjodohkan (matching)
Contoh instrumen :
Jodohkanlah nama propinsi dengan ibukotanya
1. Jawa Timur a. Bandar Lampung
2. Sulawesi Utara b. Surabaya
3. Lampung c. Manado
4. Nusa Tenggara Timur d.Pontianak
5. Kalimantan Barat e. Kupang
e) Portofolio
Portofolio adalah penilaian dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan atau tugas- tugas seseorang (siswa).
Apa beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menilai portofolio, yaitu :
1. Karya siswa yang dikumpulkan dan dinilai harus benar- benar karya siswa bukan hasil jiplakan atau bantuan dari orang lain.
2. Menentukan contoh karya yang harus dikumpulkan, kemudian menyimpan contoh karya siswa tersebut.
3. Menentukan kriteria untuk menilai portofolio
4. Siswa menilai hasil portofolionya secara terus menerus
5. Penilaian tidak hanya melibatkan guru dengan siswa, melainkan bisa juga melibatkan orangtua
G. Langkah – langkah pembuatan Tes
1) Tes buatan guru
a. Analisis kurkulum
b. Analisis materi
c. Buat kisi – kisi
d. Penyusunan item
e. Perakitan
2) Langkah sulanjutnya untuk pembakuan
a. Coba atau kalibrasi
b. Analisis : taraf sukar, pembeda, validitas, reabilitas
c. Refisi
d. Merakit
e. Penyusunan pedoman penilaian
3. Langkah teknis penyusunan item pertanyaan pilihan ganda
a. Proposisi
b. Penulisan option jawaban setara
c. Penulisan kunci dan alasan
d. Penulisan pedoman penilaian dan petunjuk pengisian
PENUTUP
A. Analisis
Evaluasi merupakan suatu yang penting dalam proses belajar mengajar, pasalnya evaluasi bertujuan untuk mengukur sejauh mana tingkat keberhasilan dari tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Khusus dalam mata pelajaran IPS, evaluasi perlu dilakukan secara kontinu, utuh dan menyeluruh baik evaluasi proses maupun hasil. Alat evaluasi dapat berupa tes dan nontes yang bertujuan untuk mengukur keterampilan – keterampilan dasar dalam pengujian IPS yang meliputi keterampilan membaca bermakna, menulis dan keterampilan matematis.
B. Kesimpulan
Evaluasi dalam pendidikan dapat diartikan sebagai proses yang dilaksanakan seorang pendidik kepada anak didiknya baik penilaian secara kualitatif maupun secara kuantitatif untuk mengetahui sejauh mana tujuan dari proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan telah tercapai. Sedangkan yang termasuk dalam dasar ilmiah adanya dasar dalam evaluasi pendidikan antara lain filsafat, psikologi, komunikasi, kurikulum, manajamen, sosiologi-antropologi.
Evaluasi mempunyai beberapa prinsip yaitu keterpaduan, keterlibatan siswa, koherensi, pedagogis dan akuntabilitas. Sedangkan untuk bentuk evaluasi berupa  tes dan nontes. Alat evaluasi tes terdiri dari tes lisan, tes perbuatan, tes tertulis. Untuk alat evaluasi nontes dapat berupa observasi, check-list, wawancara/interview, angket, rangkuman pengalaman (experience summaries)
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi dan Cepi Safruddin Abdul Jabar. 2008. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Dasar – Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2008. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Daryanto. 1997. Evaluasi Pendidikan. Solo : Rineka Cipta.
Slameto. 1988. Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT Bina Aksara.
Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Sumiati dan Asra. 2009. Metode Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima
Thoha, Chabib. 1999. Teknik Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
Solihatin, Etin dan Raharjo. 2007. Cooperative Learning: Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.