Contoh Makalah STRATEGI PEMBELAJARAN PADA MATERI MENGENAL LINGKUNGAN HIDUP, JENIS-JENIS PEKERJAAN, DAN KEGIATAN JUAL BELI

STRATEGI PEMBELAJARAN PADA MATERI 
MENGENAL LINGKUNGAN HIDUP, JENIS-JENIS PEKERJAAN, 
DAN KEGIATAN JUAL BELI
PENDAHULUAN
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebagai bagian integral dari kurikulum pembelajaran di persekolahan, selayaknya disampaikan secara menarik dan penuh makna dengan memadukan seluruh komponen pembelajaran secara efektif. Selain itu, IPS sebagai disiplin ilmu yang memiliki sensitifitas tinggi terhadap dinamika perkembangan masyarakat. Dalam praktek pembelajarannya harus senantiasa memperhatikan konteks yang berkembang. Pendekatan-pendekatan pembelajaran efektif yang diramu dari teori pendidikan modern menjadi salah satu instrumen penting untuk diperhatikan agar pembelajaran tetap menarik bagi peserta didik serta senantiasa relefan dengan konteks yang berkembang.
Termasuk dalam pembelajaran materi tentang mengenal lingkungan hidup, jenis-jenis pekerjaan dan kegiatan jual beli yang disarankan agar menggunakan pendekatan tematik dan belajar kontekstual.
A. STRATEGI PEMBELAJARAN PADA MATERI TENTANG LINGKUNGAN ALAM DAN LINGKUNGAN BUATAN
Para ahli banyak menyarankan agar materi pelajaran tentang lingkungan hidup sebaiknya diajarkan secara bertahap dan melingkar. Dengan prinsip belajar bertahap dan diharapkan secara langsung anak berinteraksi dengan lingkungannya maka guru IPS memiliki kewajiban untuk menghadirkan lingkungan dari lingkungan terdekat dan sederhana ke arah lingkungan yang terjauh dan lebih kompleks.
Substansi materi tentang lingkungan hidup secara formatif dibedakan atas dua bagian utama, yaitu :
1. Lingkungan biotik, yaitu segala makhluk hidup, mulai mikroorganisme sampai dengan tumbuhan dan hewan, termasuk di dalamnya manusia. Lingkungan biotik sering pula dinamakan lingkungan organik.
2. Lingkungan abiotik, yaitu segala kondisi yang terdapat disekitar makhluk hidup yang bukan organisme hidup, seperti batuan, tanah, mineral, dan udara. Lingkungan abiotik sering pula dinamakan lingkungan anorganik.
Berdasarkan lingkungan ekologinya, lingkungan hidup juga dibedakan atas tiga kelompok, yaitu :
1. Lingkungan Alam
2. Lingkungan Sosial
3. Lingkungan Budaya
Ketampakan lingkungan alam meliputi pegunungan, sungai, danau, pantai dan laut, sedangkan ketampakan lingkungan buatan meliputi waduk, lahan pertanian, tambak, perkebunan, pemukiman.
Di dalam lingkungan hidup terdapat keterkaitan antar komponen lingkungan hidup. Jalinan keterkaitan antar komponen dalam suatu sistem kehidupan dikenal dengan istilah ekosistem. Di dalam ekosistem unsur-unsur hayati (organisme) dan unsur-unsur non hayati (zat-zat tak hidup) menjalin hubungan timbal balik atau berinteraksi.
Konsep ini bisa ditampilkan secara rumit atau sebaliknya menjadi sederhana. Untuk siswa Madrasah Ibtidaiyah hendaknya disampaikan secara sederhana. Untuk usia anak SD/MI tingkat bawah, cukup kiranya disampaikan tentang pengelompokkan unsur makhluk hidup dan secara sederhana dapat ditunjukkan bahwa antar komponennya saling keterkaitan satu dengan yang lain.
Anak usia SD, sudah mengenal konsep bahwa ada makhluk hidup dan benda mati. Anak dapat mengamati ciri-ciri makhluk hidup dari apa yang dilihatnya seperti dapat bernafas, tumbuh, dan berkembang biak. Untuk menyampaikan materi ini, guru dapat membawa binatang peliharaan ke dalam kelas (ayam, kelinci, itik, dan lain-lain), batu, potongan kayu, air, pot bunga, dan berbagai benda yang ada di lingkungan hidup. Secara bertahap, anak akan mampu menunjukkan bahwa binatang peliharaan dan bunga dikelompokkan sebagai makhluk hidup, sedangkan batu, kayu, atau air dikelompokkan sebagai benda mati.
Setelah siswa mampu mengelompokkan berdasarkan benda nyata, untuk anak usia SD/MI tingkat rendah dapat diajak untuk menggambar dan atau menempel gambar-gambar benda-benda yang ada dilingkungan siswa. Sambil menggambar, anak dapat diminta untuk memilih mana gambar makhluk hidup dan mana gambar yang benda mati.
Pada tingkat yang lebih tinggi, materi tentang lingkungan hidup dapat diperluas. Konsep ekosistem sederhana sudah dapat disampaikan dan guru dapat memulai dari rantai makanan sederhana dan dilanjutkan dengan konsep interaksi dan selanjutnya konsep saling ketergantungan.
Penyampaian materi tentang lingkungan alam dan lingkungan buatan sebaiknya dilakukan di luar kelas. Menurut Sumaatmadja (1980;109) sekurang-kurangnya ada dua metode yang digunakan di luar kelas yaitu tugas belajar (resistensi) dan metode karya wisata.
1. Metode Tugas, yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik. Tugas dalam pembelajaran IPS bukan merupakan pemberian beban dari guru kepada anak tetapi harus didasarkan atas kegairahan anak untuk memenuhi tugas tersebut, agar tidak terjadi kecurangan atau penipuan yang dilakukan oleh anak didik dalam memenuhi tugas tersebut.
Bentuk tugas yang dapat diberikan dapat diberikan untuk tugas individual yang lebih menekankan pada pembinaan kognitif, afektif dan psikomotor secara individual; dan tugas kelompok yang ditunjukkan untuk memupuk kemampuan saling menghargai, bergotong royong, toleransi kelompok, bekerjasama, dan kepatuhan terhadap ketentuan bekerja kelompok..
2. Metode Karyawisata, yaitu suatu kunjungan ke objek tertentu di luar sekolah, yang ada di bawah bimbingan guru IPS.karyawisata dapat saja mengunjungi ke lokasi di dekat sekolah seperti mengunjungi sungai, danau, pabrik, ternak, pasar, mall, kantor instansi, dan lain-lain.
Pemberian tugas dalam pembelajaran IPS harus dibarengi dengan lembar kerja siswa yang bertujuan. Untuk membuat LKS yang terencana disarankan membuat peta konsep terlebih dahulu. Dalam teknik menulis LKS, peta pikiran dapat memetakan jaringan pikiran sehingga melahirkan gagasan baru daripada menggunakan teknik outlining (membuat outline).
LKS dapat dipersiapkan untuk memberi arahan bagi siswa dalam mengamati cara kerja lingkungan hidup. Dengan tugas dan karyawisata, siawa diajak untuk melakukan pengamatan proses alam. Sejumlah proses alam yang perlu diamati antara lain rantai makanan, aliran energi, dan siklus biogeokimia.
B. STRATEGI PEMBELAJARAN PADA MATERI JENIS-JENIS PEKERJAAN
Anak usia MI sudah tahu kalau orang tuanya bekerja, tetapi mengapa setiap orang tua memiliki pekerjaan yang berbeda-beda, mungkin belum diketahui oleh setiap siswa.
Mata pencaharian penduduk dalam ruang lingkup pertanian umunnya terkait oleh tempat pekerjaannya dan berhubungan langsung tanah dan lahan. Keberhasilan mereka tergantung pada keadaan lingkungannya.
Diantara jenis mata pencarian pertanian :
a) Berburu dan meramu
b) Perladangan berpindah-pindah
c) Pertanian sawah
d) Perkebunan
e) Peternakan
f) Perikanan
g) Industri
h) Pertambangan
i) Perdagangan
j) Jasa
Banyak pekerjaan yang dapat dilakukan oleh setiap orang, tetapi ada juga pekerjaan yang dilarang oleh agama dan aturan hukum pemerintah yaitu pekerjaan yang mengambil barang orang lain, merampok, menipu, menjual barang-barang yang haram atau dilarang pemerintah, dan meminta-minta.
Untuk menyampaikan materi tentang jenis pekerjaan dapat dilakukan dngan metode permainan, yaitu:
1. Geru menyiapkan poster dan sejumlah kartu (5cm x 10cm) yang bertliskan jenis-jenis pekerjaan. Jenis-jenis pekerjaan yang ditulis harus spesifik misalnya petani sayuran,petani padi, petani jagung, nelayan tambak, dan lain-lain. Setiap kartu apat berwarna-warni dan sediakan masing-masing jenis pekerjaan ada 5 buah atau lebih (misalnya katru nelayan tambak, jumlahnya 5 buah dan begitu pula dengan lainnya).
2. Guru memberi apersepsi tentang melimpahnya sumberdaya alam untuk memenuhi hidup sehari-hari. Biasa saja menerangkan sekilas tentang kekayaan sumberdaya alam indonesia, misalnya berbagai jenis tanaman, kayu, ikan,ternak, dan lain-lain.selain itu juga ditambahkan pula bahwa indonesia kaya akan barang tambang, marmer, fosfat, mangan, obsidian,timah,nikel, emas, dan lain-lain.
3. Selanjutnya kelas dibagi 5 kelompok, nama kelompoknya adalah:
a) Kelompok masyarakat daerah pantai
b) Kelompok masyarakat daerah dataran rendah
c) Kelompok masyarakat daerah pegunungan
d) Kelompok masyarakat daerahperkotaan
e) Kelompok masyarakat daerahtepian singai
4. Guru menyampaikan cara-cara permainannya yaitu kartu secara acak akan dibagikan kepada masing-masing kelompok. Masing-masing kelompok, sesuai dengan nama kelompoknya harus mengambil kartu yang berisi jenis pekerjaan yang ada di daerahnya. Jika tidak terpilih,kartu harus di serahkan ke kelompok lain. Permainan ini akan lebih bagus jika masing-masing anggota kelompok dilarang saling berbicara apalagi meminta kartu dari kelompok lain.
Bagi yang berbicara akan mendapat hukuman yang ditentukan oleh guru. Selain itu masing-masing siswa memegang kartu dalam jumlah tertentu (maksudnya jangan ada yang memonopoli kartu). Bagi kelompok yang berlebihan kartu akan memperoleh sanksi kecuali yang ditaruh di depan kelompok sebagai kartu pilihan kelompok.
Kegiatan umumnya siswa duduk berdasarkan kelompoknya. Guru menyampaikan kartu kesetiap kelompok. Siswa sudah tidak diperkenankan bicara. Masing-masing kelompok memilih kartu yang sesuai dan menyerahkankartulainnya kepada kelompok lainnya. Guru hendaknya memperhitungkan agar kartu yang disediakan cukup untuk melakukan permainan tersebut.
contoh:
Jenis pekerjaan yang ditulis pada kartu 20x 5 =100 buah
Jumlah siswa 35 orang
Jumlah kelompok = 5 kelompok (@ 7anak)
Kartu yang diharapkan diambil kelompok = 10 buah
Jumlah kartu yang ada dalam permainan 20 buah, jika lebih secepatnya harus diserahkan kelompok lain. Jka tidak akan dapat sanksi
Kelompok yang merasa kekuranyan kartu dapat mengangkat tangannya tanpa bicara
Kartu yang disepakati dipilih kelompok hanya 10 buah dan ditaruh di depan kelompok , jika lebih, anggota kelompok dapat mengambilnya tetapi tetap tidak boleh bicara atau memberi isyarat.
Nilai yang harus di sampaikan dalam materi tentang jenis-jenis pekerjaan adalah tentang etos kerja yaitu tidak bermalas-malasan, memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan produktif. Selain itu perlu juga ditumbuhkan sikap mental pembangunan yang perlu di pupuk dalam masyarakat indonesia yaitu menghargai mutu dari hasil karya kita, artinya ciptakan setiap tindakan dan hasil karya yang terbaik dan tidak buang-buang waktu saja.
Setelah itu dipupuk sejak awal untuk berperilaku sbagai wirausahawan. Untuk menjadi wirausahawan yang berhasil, seseorang harus memiliki kualifikasi dan ciri-ciri yang bisa dipupuk sejak dini yaitu:
a) bekerja keras yang harus dibarengi perhitungan usaha dan kecerdikan.
b) Ketekunan.
c) fokus
d) memiliki tujuan yang jelas dalam tindakan.
C. STRATEGI PEMBELAJARAN PADA MATERI KEGIATAN JUAL BELI
Munculnya kegiatan jual beli berawal dari usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dan atau memiliki keinginan terhadap sesuatu. Acuan dari kebutuhan ini adalah seberapa sering dan seberapa penting tingkat kebutuhan manusia tersebut diperlukan manusia:
1) Kebutuhan Primer
Kebutuhan primer adalah kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, merupakan kebutuhan agar manusia tetap survive. Kebutuhan primer merupakan kebutuhan yan pertama yang harus dipenuhi manusia.
2) Kebutuhan Sekunder
Manusia tidak hanya memerlukan kebutuhan primer saja, tetapi juga memerlukan kebutuhan yang lainnya. Kebutuhan sekunder diperlukan untuk menjaga kenyamanan hidupnya.
3) Kebutuhan Tersier
Dari namanya tersier berasal dari bahasa latin yang berarti ketiga. Merupakan kebutuhan ketiga setelah kebutuhan primer dan sekunder. Adakalanya kebutuhan tersier ini bagi sebagian orang merupakan kebutuhan sekunder bagi sebagian yang lainnya. Misalnya TV berwarna bagi orang di desa terpencil merupakan kebutuhan sekunder bagi orang kota. Barang-barang mewah merupakan contoh dari kebutuhan tersier ini, misalnya villa, berlian, mobil, dll.
Kebutuhan sosio-budaya sangat erat kaitannya dengan faktor lingkungan dan tradisi masyarakat serta dengan sifat-sifat psikologis manusia. Oleh karena itu, kebutuhan dapat dirinci dengan kebutuhan sosial dan kebutuhan psikologis. Kebutuhan sosial adalah kebutuhan dikarenakan tuntutan hidup di masyarakat tempat ia tinggal. Seorang yang memiliki kedudukan tertentu di masyarakat mengharuskan orang mempunyai atau melakukan upaya yang dipandang pantas. Sedangkan kebutuhan psikologis berhubungan dengan kebutuhan sifat rohani manusia, misalnya kebutuhan akan rasa aman, rasa dihargai, kebutuhan keamanan dan ketentraman hati, dan kebebasan mengatur hidupnya.
Ketika kebutuhan manusia ada, maka harus diikuti dengan adanya benda pemuas kebutuhan. Adanya kebutuhan dan tersedianya barang pemuas kebutuhan terdapat kaitan yang sangat erat. Barang atau benda pemuas kebutuhan adalah segala sesuatu yang menjadi sarana, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk memenuhi kebutuhan manusia. Kebutuhan manusia memiliki dua bentuk yaitu kebutuhan barang dan kebutuhan jasa. Barang merupakan pemuas kebutuhan yang berwujud, sedangkan jasa merupakan benda pemuas kebutuhan yang tak berwujud.
Alat pemuas kebutuhan tersebut diperoleh dengan cara dibeli dari seseorang melalui alat pembayaran, yang kita kenal dengan sebutan uang. Sebelum dikenal alat tukar (uang), orang memenuhi suatu kebutuhan dengan cara menukar apa yang dimilikinya dengan apa yang tidak dimilikinya dari orang lain yang kemudian dikenal barter. Sebagai tempat pertemuan antara penjual barang/jasa dengan pembelinya dikenal sebagai pasar.
Kembali kepada alat pembelian barang/jasa atau uang. Dalam sejarahnya, uang awalnya berupa logam emas, lama kelamaan muncul kesulitan dalam penyesuaian transaksi-transaksi besar, diantaranya uang logam emas tidak praktis, adanya biaya, dan dengan berkembangnya  perdagangan, logam mulia semakin banyak diperlukan padahal persediaan terbatas.
Untuk mengindari kesulitan tersebut, para pedagang mulai menitipkan sejumlah uang/emasnya kepada seseorang (pedagang, relasi atau familinya) di pasar. Orang tempat menitipkan emas atau pandai emas semula hanya dititipi emas dan sebagai bukti penitipan dikeluarkan surat atau bank notes, yaitu surat janji akan membayar kembali kepada pembawa surat itu sejumlah uang/emas seperti yang tertera tersebut. Bank notes ini mulai berkembang sesuai uang kertas, dan tempat penitipannya berkembang menjadi bank.
Semula bank notes mewakili sejumlah emas yang dititipkan pada bank dengan jumlah yang sama, atau bank notes dijamin 100% dengan emas yang dititipkan, tetapi karena sebagian besar dari emas yang dititipkan pada bank itu ternyata tidak diminta kembali secara sekaligus, maka para bankir mulai memutarkan/menyalurkan sebagian dari emas atau uang tersebut dengan memberikan pinjaman kepada pedagang yang memerlukan pinjaman (kredit). Untuk itu, mereka juga mengeluarkan bank notes sehingga jumlah bank notes yang beredar menjadi lebih besar dari jumlah emas yang disimpan di bank.
Berdasarkan pengalaman, banyak bank-bank yang tidak bijaksana, mereka mengeluarkan bank notes jauh lebih besar dari jumlah emas yang disimpan di bank-bank tersebut sehingga ketika terjadi penarikan emas secara serentak (rush), bank tidak dapat memenuhi kewajibannya sehingga kepercayaan masyarakat hilang terhadap bank. Dari pengalaman tersebut pemerintah turut campur tangan dengan mengeluarkan peraturan yang mewajibkan setiap bank mempunyai sejumlah emas/uang sebesar min 40% dalam bentuk tunai sebagai cadangan kas terhadap kewajiban-kewajibannya.
Pemerintah juga memberikan hak mengedarkan bank notes dibatasi pada beberapa bank yang telah mendapatkan kepercayaan pemerintah dan masyarakat dengan mengeluarkan charter (piagam) berhak mengedarkan uang kertas (uang kartal). Akhirnya hak mengedarkan uang kertas dipusatkan hanya pada satu bank saja, yaitu bank sirkulasi/bank sentral.
Dari sejarah bank tersebut, kita dapat mengidentifikasikan definisi bank. Menurut Prof G.M Verryn Stuart, bank adalah suatu badan yang  bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayaran sendiri, dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, maupun dengan jalan memperedarkan alat-alat penukaran uang berupa uang giral. Menurut Undang-Undang No. 10 tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk yang lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Demikianlah kegiatan ekonomi yang berlangsung saat ini. Bank sendiri mengeluarkan kartu kredit. Seperti kartu kredit yang dapat digunakan untuk berbelanja. Uang belanja dibayar oleh bank dan nasabah “tinggal” membayar utang atau kreditnya ke bank bersangkutan. Terkadang kartu kredit juga efektif untuk berbelanja barang-barang yang kemudian dijual kembali. Barang-barang yang dibeli dengan kartu kredit antara lain di supermarket-supermarket di kota-kota.
Besaran kredit yang dapat digunakan oleh si pemilik kartu berbeda-beda. Untuk pemula biasanya hanya dikasih pelaung 2 juta, tetapi jika telah lama dan pihak bank mempercayai pihak nasabah plapon pinjaman dapat dinaikkan sampai puluhan juta. Bagi pedagang kecil dan kios-kios kecil yang menjual kebutuhan rumah tangga, sangat baik jika menggunakan kartu kredit atau kerdit rekening kran. Dengan kartu kredit, orang dapat memperoleh barang-barang di toko dan nasabah membayarnya di bank yang mengeluarkan kredit.
Dalam pembelajarn IPS, selain aspek kognitif juga harus ditanamkan aspek sikap. Khususnya dalam pemanfaatan uang dan kartu kredit, siswa harus diberitahu tentang cara bijak dalam pemanfaatan uang. Untuk mendidik siswa memanfaatkan uang dalam berbelanja, siswa dapat melakukan simulasi jual beli di kelas. Simulasi dapat menggunakan barang yang sebenarnya untuk diperjualbelikan.
Nilai yang perlu ditanamkan dalam transaksi jual beli adalah kejujuran. Bagi penjual tidak berbohong kepada pembeli, tidak curang dalam timbangan, dan tidak menyembunyikan kecacatan.
الذين يأكلون اربوأ لا يقومون إلا كمايقوم الذى يتخته الشيطان من المس  ذلك بانهم قالوا إنماالبيع مثل الربوا  وأحل الله البيع وحرم الربوا  فمنخاءه, موعظة من ربه, فانتهى فله, ماسلف وأمره إلى الله  ومن عادفأولءك أصحب النار  هم فيها خالدون
Artinya:
“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS:Al Baqoroh, 275).
وأقيمواالوزن بالقسط ولاتخسرواالميزان  
Artinya:
“Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu (QS:Ar Rahman:9).
DAFTAR PUSTAKA
Sunarso dan Anis Kusuma. 2008. Ilmu Pengetahuan sosial 3. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Yani, Ahmad. 2009. Pembelajaran IPS. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Islam Departeman Agama Republik Indonesia

Tinggalkan komentar