Contoh Proposal Skripsi Kualitatif PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPA

PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING 
PADA PEMBELAJARAN IPA DI MI MA’ARIF NU 01 CILONGOK 
TAHUN PELAJARAN 2013/2014

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan sangat penting bagi manusia dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan. Sifatnya mutlak bagi setiap orang, baik dalam lingkup keluarga maupun bangsa dan negara. Perkembangan suatu negara banyak ditentukan oleh perkembangan pendidikan bangsa itu.
Tujuan Pendidikan Nasional berdasarkan UU nomor 20 tahun 2003 pasal 3 yaitu:

Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dalam hal ini pemerintah mengharapkan dengan adanya pendidikan, masyarakat atau peserta didik dapat mempersiapkan dirinya untuk menjadi manusia yang memiliki ahlak mulia, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, serta dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab baik secara pribadi maupun dalam hidup bermasyarakat. Sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah dijelaskan, siswa dituntut untuk dapat berinteraksi dengan lingkungannya, khususnya lingkungan sekolah atau lingkungan belajar dengan bimbingan dan panduan dari para guru melalui proses pembelajaran.

Pembelajaran pada dasarnya merupakan upaya untuk mengarahkan anak didik ke dalam proses belajar sehingga mereka dapat memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan. Pembelajaran hendaknya memperhatikan kondisi individu anak karena merekalah yang akan belajar.

Anak didik merupakan individu yang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain. Oleh karena itu pembelajaran hendaknya memperhatikan perbedaan-perbedaan individual anak tersebut, sehingga pembelajaran benar-benar dapat merobah kondisi anak dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak paham menjadi paham serta dari yang berperilaku kurang baik menjadi baik. Kondisi riil anak seperti ini, selama ini kurang mendapat perhatian di kalangan pendidik. Hal ini terlihat dari perhatian sebagian guru/pendidik yang cenderung memperhatikan kelas secara keseluruhan, tidak perorangan atau kelompok anak, sehingga perbedaan individual kurang mendapat perhatian. Gejala yang lain terlihat pada kenyataan banyaknya guru yang menggunakan metode pengajaran yang cenderung sama setiap kali pertemuan di kelas berlangsung.

Pembelajaran yang kurang memperhatikan perbedaan individual anak dan didasarkan pada keinginan guru, akan sulit untuk dapat mengantarkan anak didik ke arah pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi seperti inilah yang pada umumnya terjadi pada pembelajaran konvensional. Konsekuensi dari pendekatan pembelajaran seperti ini adalah terjadinya kesenjangan yang nyata antara anak yang cerdas dan anak yang kurang cerdas dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Kondisi seperti ini mengakibatkan tidak diperolehnya ketuntasan dalam belajar, sehingga sistem belajar tuntas terabaikan. Hal ini membuktikan terjadinya kegagalan dalam proses pembelajaran di sekolah.

Menurut J. R. David yang dikutip oleh Wina Sanjaya, Strategi pembelajaran adalah perencanaan yang berisi tentang rangkaian  kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Ada dua hal yang patut kita cermati dari pengertian di atas. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan  berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Ini berarti  penyusunan suatu strategi  baru sampai pada proses penyusunan rencana kerja belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Artinya, arah dari semua keputusan penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan.

Dengan demikian, penyusunan langkah-langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, sebelum menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan adalah rohnya dalam implementasi suatu strategi.

Ada empat strategi dasar dalam pembalajaran, yaitu mengidentifikasi apa yang diharapkan, memilih sistem pendekatan, memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknis pembelajaran, menetapkan norma-norma dan batas minimal keberhasilan.

Pembelajaran tidak bisa dilakukan tanpa persiapan dan hanya mengandalkan kemampuan yang hanya dimiliki oleh guru saja, terutama pada pembelajaran IPA. dalam hal ini seorang guru harus mempunyai pengalaman yang cukup dan kreativitas yang tinggi dalam pembelajaran IPA, salah satunya adalah persiapan perencanaan dan pemilihan strategi yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik.

Proses pembelajaran IPA di sekolah menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Hal ini disebabkan karena IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan. Penerapan IPA perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Di tingkat SD/MI diharapkan pembelajaran IPA ada penekanan pembelajaran Salingtemas (sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan membuat suatu karya melalui penerapan konsep IPA dan kompetensi bekerja ilmiah secara bijaksana.

Para ahli pendidikan dan pembelajaran IPA menyatakan bahwa pembelajaran IPA seyogianya melibatkan siswa dalam berbagai ranah, yaitu ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif. Hal ini dikuatkan dalam kurikulum IPA yang menganjurkan bahwa pembelajaran IPA di sekolah melibatkan siswa dalam penyelidikan yang berorientasi inkuiri, dengan interaksi antara siswa dengan guru dan siswa lainnya. Melalui kegiatan penyelidikan, siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan pengetahuan ilmiah yang ditemukannya pada berbagai sumber, siswa menerapkan materi IPA untuk mengajukan pertanyaan, siswa menggunakan pengetahuannya dalam pemecahan  masalah, perencanaan, membuat keputusan, diskusi kelompok, dan siswa memperoleh asesmen yang konsisten dengan suatu pendekatan aktif untuk belajar.

Active learning atau belajar aktif merupakan sebuah kesatuan sumber kumpulan strategi-strategi pembelajaran yang komprehensif. Belajar aktif meliputi berbagai cara untuk membuat peserta didik aktif sejak awal melalui aktifitas-aktifitas yang membangun kerja kelompok dan dalam waktu singkat membuat mereka berfikir tentang materi pelajaran. Juga terdapat teknik-teknik memimpin belajar bagi seluruh kelas, bagi kelompok kecil, merangsang diskusi dan debat, pertanyaan, bahkan membuat peserta didik dapat saling mengajar satu sama lain.   Dengan demikian, pembelajaran IPA di sekolah yang berpusat pada siswa  dan menekankan pentingnya belajar aktif berarti mengubah persepsi tentang guru yang selalu memberikan informasi dan menjadi sumber pengetahuan bagi siswa.

Berdasarkan dari hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis dengan Bapak Nislam, S.Pd.I. selaku kepala MI Ma’arif NU 01 Cilongok pada hari Senin, 06 Januari 2014 bahwa MI Ma’arif NU 01 Cilongok memiliki prestasi yang bagus, yaitu pada tahun 2012 MI Ma’arif NU 01 Cilongok menjuarai peringkat pertama mata pelajaran Ujian Nasional (UN) untuk MI seKKM wilayah utara Banyumas.

Setelah penulis melakukan observasi langsung pada tanggal 09 Januari 2014 terhadap pembelajaran IPA pada kelas V di MI Ma’arif NU 01 Cilongok, ternyata Ibu Farikhah Farida, S. Ag. selaku guru mata pelajaran IPA di MI Ma’arif NU 01 Cilongok menggunakan strategi active learning. Dengan strategi tersebut semua siswa menjadi aktif sehingga penulis tidak dapat mengidentifikasi mana siswa yang cerdas dan mana siswa yang kurang cerdas. Menurut Ibu Farikhah Farida, S.Ag. yang penulis wawancarai setelah pembelajaran selesai pembelajaran IPA dititikberatkan pada aktivitas siswa. Dengan cara ini diharapkan pemahaman dan pengetahuan siswa menjadi lebih baik. Dan dapat membuat semua siswa aktif dalam pembelajaran sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik. Sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditentukan akan tercapai.

Jadi tugas seorang guru untuk menyiapkan strategi yang tepat dalam pembelajaran dianggap sebagai suatu hal yang penting untuk mencapai tujuan daripada kegiatan belajar mengajar ini dengan disesuaikan karakter atau gaya belajar siswa, materi yang disampaikan serta sarana prasarana sebagai pendukung lancarnya pembelajaran IPA.
Berdasarkan hal tersebut di atas, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang penerapan strategi active learning pada pembelajaran IPA di MI Ma’arif NU 01 Cilongok Tahun Pelajaran 2013/2014.

B. Definisi Operasional
Kesalahpahaman sering sekali terhadap judul rencana penelitian, sehingga dapat melahirkan problematika dalam penelitian dan berimbas pada kurangnya validitas serta akurasi dari sebuah penelitian. Oleh karena itu, untuk menghindari terjadinya hal tersebut, maka dijelaskan beberapa istilah dalam judul ini, yaitu:

1. Strategi Active Learning
Strategi diartikan sebagai daya upaya guru agar hasil pembelajaran  yang telah dirumuskannya dapat dicapai secara berdaya guna dan berhasil guna.

Active learning atau belajar aktif merupakan sebuah kesatuan sumber kumpulan strategi-strategi pembelajaran yang komprehensif. Belajar aktif meliputi berbagai cara untuk membuat peserta didik aktif sejak awal melalui aktifitas-aktifitas yang membangun kerja kelompok dan dalam waktu singkat membuat mereka berfikir tentang materi pelajaran. Juga terdapat teknik-teknik memimpin belajar bagi seluruh kelas, bagi kelompok kecil, merangsang diskusi dan debat, pertanyaan, bahkan membuat peserta didik dapat saling mengajar satu sama lain.

Strategi active learning yang dimaksud oleh penulis adalah upaya digunakan oleh guru IPA di MI Ma’arif NU 01 Cilongok dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran terutama dalam pembelajaran IPA di MI Ma’arif NU 01 Cilongok.

2. Pembelajaran IPA
Pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Wahyana, IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematik, dan dalam penggunaanya menggunakan cara umum terbatas pada gejala-gejala alam. Perkembangan tidak hanya ditandai oleh adanya kumpulan fakta, tetapi oleh adanya metode ilmiah dan sikap ilmiah.

Pembelajaran IPA yang dimaksud oleh penulis yaitu proses belajar mengajar mata pelajaran IPA yang dilakukan oleh guru IPA di  MI Ma’arif NU 01 Cilongok agar dapat mencapai tujuan pembelajaran.
3. MI Ma’arif NU 01 Cilongok
MI Ma’arif NU 01 Cilongok merupakan sebuah lembaga pendidikan setaraf SD bercirikan Islam, bernaung di bawah lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang terletak di Jalan H. Toyyib RT 05 RW V Desa Cilongok Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas.
Jadi, maksud judul penelitian yang peneliti angkat yakni penerapan strategi active learning pada pembelajaran IPA di MI Ma’arif NU 01 Cilongok Tahun Pelajaran 2013/2014 adalah upaya guru di MI Ma’arif NU 01 Cilongok dalam menyajikan materi pelajaran IPA dengan strategi active learning yang diberikan kepada siswa agar mereka dapat dengan mudah menyerap, memahami dan menguasai materi pelajaran IPA yang disampaikan oleh gurunya tanpa merasa jenuh atau kesulitan.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalahnya adalah “Bagaimana penerapan strategi active learning pada pembelajaran IPA di MI Ma’arif NU 01 Cilongok Tahun Pelajaran 2013/2014?”

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penulisan yang peneliti lakukan adalah :
  1. Untuk mengetahui penerapan strategi active learning di Madrasah Ibtidaiyyah Ma’arif NU 01 Cilongok Tahun Pelajaran 2013/2014.
  2. Untuk mendeskripsikan penerapan strategi active learning yang dapat digunakan di Madrasah Ibtidaiyyah Ma’arif NU 01 Cilongok Tahun Pelajaran 2013/2014.
  3. Untuk menemukan faktor penghambat dan pendukung penerapan strategi active learning yang dapat digunakan di Madrasah Ibtidaiyyah Ma’arif NU 01 Cilongok Tahun Pelajaran 2013/2014.

2. Manfaat Penelitian
Penulis berharap dari hasil penelitian ini bermanfaat diantaranya adalah :
  1. Memberikan gambaran yang jelas tentang penerapan strategi active learning yang digunakan di Madrasah Ibtidaiyyah Ma’arif NU 01 Cilongok Tahun Pelajaran 2013/2014.
  2. Mengkaji secara kritis tentang penerapan strategi active learning yang digunakan di Madrasah Ibtidaiyyah Ma’arif NU 01 Cilongok Tahun Pelajaran 2013/2014.
  3. Menambah wawasan pengetahuan, terutama dalam penggunaan strategi active learning.
  4. Sebagai sumbang kasih bagi khasanah ilmu pengetahuan di STAIN Purwokerto dalam bidang pendidikan khususnya Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah.

E. Tinjauan Pustaka
Telaah pustaka merupakan suatu uraian yang sitematis tentang keterangan-keterangan yang dikumpulkan dari pustaka yang dikumpulkan dari pustaka yang ada hubungannya dengan penelitian yang mendukung terhadap arti pentingnya landasan penelitian. Dalam penelitian ini penulis meneliti hal-hal yang berhubungan dengan pembelajaran IPA di MI.

Dalam bukunya Wina Sanjaya (2006) yang berjudul  Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan bahwa dalam penggunaan strategi pembelajaran, guru harus memperhatikan dan berpedoman pada prinsip-prinsip umum dari penggunaan strategi tersebut sehingga guru memperoleh hasil pembelajaran yang maksimal sesuai dengan yang telah ditargetkan.

Penelitian-penelitian mengenai pembelajaran IPA di MI pernah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya, yakni penelitian yang telah dilakukan oleh Saudari Esti Martiwiningsih (082335008) tahun 2013dengan judul Implementasi Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran IPA di MI Darwata Karangjati 02 Sampang Cilacap Tahun pelajaran 2012/2013. Dimana pembahasan skripsi tersebut menjelaskan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)  yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran IPA.

Penelitian yang dilakukan oleh Saudari Rizki Mei Anjar Sari (082335024) tahun 2013 yang berjudul Media Pembelajran IPA di Kelas V MI Darul Hikmah Bantarsoka Kecamatan Purwokerto Barat Tahun Pelajaran 2012/2013. Dalam skripsinya mendeskripsikan jenis-jenis media pembelajaran IPA di kelas VB MI Darul Hikmah dan menjelaskan bagaimana penggunaannya.

Perbedaan yang penulis lakukan pada penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu pada skripsi yang ditulis Saudari Esti Martiwiningsih menjelaskan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)  yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran IPA. Dan penelitian yang dilakukan oleh Saudari Rizki Mei Anjar Sari yakni menjelaskan media pembelajaran IPA di MI Darul Hikmah. Sedangkan yang penulis teliti adalah strategi pembelajaran IPA yang menitik beratkan pada strategi active learning pada pembelajaran IPA di MI Ma’arif NU 01 Cilongok Tahun Pelajaran 2013/2014.

Adapun persamaan yang dilakukan antara penelitian penulis dengan penelitian Saudari Esti Martiwiningsih dan Saudari Rizki Mei Anjar Sari yakni sama-sama mengangkat tentang pembelajaran IPA di MI.

F. Metode Penelitian

1. Jenis Penelitian
Sesuai dengan fokus penelitian yang diangkat, maka penulis dalam penelitian skripsi ini menggunakan penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu suatu penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yakni keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian dilakukan.

Skripsi ini kemudian mendiskripsikan mengenai active learning di Madrasah Ibtidaiyyah Ma’arif NU 01 Cilongok Kabupaten Banyumas.

2. Lokasi  Penelitian
Penelitian dilakukan di MI Ma’arif NU 01 Cilongok Kabupaten Banyumas mengenai straregi active learning dengan pertimbangan sebagai berikut:
  1. MI Ma’arif NU 01 Cilongok telah menggunakan strategi pembelajaran active learning untuk mengoptimalkan proses penyampaian materi IPA.
  2. MI Ma’arif NU 01 Cilongok belum pernah dijadikan lokasi penelitian dengan objek yang diteliti oleh penulis.

3. Objek dan Subjek Penelitian

a.Objek Penelitian
Objek Penelitian dalam penyusunan skripsi ini adalah strategi pembelajaran bahasa Arab pada tingkat pemula yang ada di MI Darul  Hikmah Bantarsoka Kabupaten Banyumas.

b. Subjek Penelitian
Subjek  penelitian  adalah benda, hal atau orang tempat data untuk variable penelitian melekat dan yang dipermasalahkan.  Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah :

1) Kepala Madrasah sebagai sumber informasi data secara umum dan menyeluruh mengenai gambaran umum MI Ma’arif NU 01 Cilongok Kabupaten Banyumas.

2) Guru IPA sebagai pelaksana dalam proses pembelajaran, sehingga mengetahui secara keseluruhan tentang pembelajaran. dari keterangan guru tersebut penulis mendapat informasi data-data mengenai penerapan strategi active learning dalam pembelajaran IPA.

3) Siswa MI Ma’arif NU 01 Cilongok sebagai sasaran informasi mengenai proses pembelajaran yang dilakukan guru dikelas.

4. Teknik pengumpulan data

a. Observasi
Observasi adalah pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan dengan sistematis atas fenomena yang diteliti baik langsung maupun tidak langsung.

Teknik ini digunakan penulis untuk memperoleh gambaran tentang penerapan strategi active learning dengan cara mengamati secara langsung jalannya proses pembelajaran IPA di MI Ma’arif NU 01 Cilongok. Metode ini juga digunakan untuk mengamati secara langsung seluruh aktivitas yang dilakukan oleh guru IPA serta data-data yang mendukung penelitian ini.

b. Wawancara
Menurut Denzin dalam Goetz dan Le Compte yang dikutip oleh Wiriaatmandja (2010: 117), Wawancara merupakan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara verbal kepada orang-orang yang dianggap dapat memberikan informasi/penjelasan hal-hal yang dipandang perlu.

Metode ini penulis gunakan sebagai metode pengumpulan data dengan jalan wawancara, baik dengan kepala sekolah, guru IPA maupun siswa MI Ma’arif NU 01 Cilongok untuk mendapatkan data-data yang selengkap-lengkapnya tentang hal yang diteliti, yaitu hal-hal yang berhubungan dan relevan dengan strategi active learning yang digunakan dalam pembelajaran IPA.

c. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.
Metode ini penulis gunakan untuk mengumpulkan data yang bersifat dokumenter atau mencatat suatu laporan yang sudah tersedia.
5. Metode Analisis Data
Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan kejadian atau fenomena. Dalam penelitian ini diperoleh data kualitatif dan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif yaitu dengan mengguakan pola berfikir metode induktif.

Metode induktif adalah berfikir dengan berangkat dari fakta-fakta khusus, peristiwa-peristiwa yang konkret itu digeneralisasikan yang mempunyai sifat umum.  Metode ini penulis gunakan untuk mengambil kesimpulan dari berbagai informasi atau keterangan dan dokumentasi sehingga diperoleh kesimpulan secara jelas untuk dijadikan sebagai bahan skripsi.

G. Sistematika Penulisan
Untuk memudahkan dalam memahami isi skripsi ini maka, penulis membuat sistematika penulisan skripsi menjadi tiga bagian yaitu: bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir. Adapun uraiannya sebagai berikut:

Bagian awal dari skripsi ini berisi halaman judul, halaman pernyataan, halaman keaslian, halaman pengesahan, halaman nota pembimbing, halaman motto, halaman persembahan, kata pengantar dan daftar isi. Bagian isi skripsi ini diuraikan dalam 5 bab, sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan terdiri dari latar belakang masalah, definisi operasional, rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, telaah pustaka, metode penelitian  dan sistematika penulisan skripsi.

Bab II  Berisikan landasan, terdiri dari: Pertama adalah strategi pembelajaran, yang terdiri dari pengertian strategi pembelajaran, klasifikasi strategi pembelajaran, prinsip-prinsip strategi pembelajaran, dan pertimbangan pemilihan strategi pembelajaran. Kedua adalah mata pelajaran IPA yang terdiri dari pengertian mata pelajaran IPA, Tujuan mata pelajaran IPA, Materi pelajaran IPA. Ketiga adalah strategi active learning pada pembelajaran IPA terdiri dari pengertian strategi active learning pada pembelajaran IPA dan makna strategi active learning pada pembelajaran IPA.

Bab III Berisi tentang metode penelitian yang terdiri dari jenis penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.

Bab IV Penyajian data dan analisis data, terdiri dari tiga sub bab. Sub bab yang pertama berisi tentang gambaran umum Madrasah Ibtidaiyyah Ma’arif NU 01 Cilongok Banyumas yang terdiri dari sejarah berdirinya, letak geografis, visi dan misi, struktur organisasi, keadaan guru, keadaan siswa, keadaan sarana dan prasarana, kurikulum, dan tujuan pendidikan. Sub bab kedua berisi tentang penyajian data. Dan sub bab ketiga berisi analisis data.

Bab V penutup terdiri dari kesimpulan, saran-saran dan kata penutup.
Bagian akhir dari skripsi ini berisi daftar pustaka, lampiran-lampiran dan daftar riwayat hidup. 
KERANGKA SKRIPSI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN
HALAMAN NOTA DINAS PEMBIMBING
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Definisi Operasional
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
E. Tinjauan Pustaka
F. Sistematika Penulisan
BAB II LANDASAN TEORI TENTANG STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
A. Strategi Pembelajaran
1. Pengertian Strategi Pembelajaran
2. Klasifikasi Strategi Pembelajaran
3. Prinsip-prinsip Strategi Pembelajaran
4. Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran
B. Mata Pelajaran IPA
1. Pengertian mata pelajaran IPA
2. Tujuan Mata Pelajaran IPA
3. Materi Pelajaran IPA
C. Strategi Active Learning pada Pembelajaran IPA terdiri dari dan
1. Pengertian Strategi Active Learning pada Pembelajaran IPA
2. Makna Strategi Active Learning pada Pembelajaran IPA
BAB  III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
B. Sumber Data
C. Teknik Pengumpulan Data
D. Teknik Analisis Data
BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA
A. Gambaran Umum MI Ma’arif NU 01 Cilongok -Banyumas
1. Sejarah Berdirinya
2. Letak Geografis
3. Visi dan Misi
4. Struktur Organisasi
5. Keadaan Guru
6. Keadaan Siswa
7. Keadaan Sarana dan Prasarana
8. Kurikulum
9. Tujuan Pendidikan
B. Penyajian Data
C. Analisis Data
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran-saran
C. Kata penutup
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta, 2012.
Djojosoediro,Wasih “HAKIKAT IPA DAN PEMBELAJARAN IPA SD”, pdf. Hal 10, diakses pada 15 Januari 2014 jam 14.30
Hadi, Sutrisno. Metodologi Research. Yogyakarta: Andi Offset, 2004.
Hamalik, Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2008.
http://edu-articles.com/strategi-pembelajaran-active-learning/Drs. Hartono, M.Pd, diakses pada 15 Januari 2014 pukul 14.27.
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakata: Kencana, 2006.
Semiawan, R Conny. Penerapan Pembelajaran Pada Anak. Jakarta: Indeks, 2008.
Silberman, Melvin M.,  dkk.  Active learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif (Terjm), Yogyakarta: Pustaka Insan Madani, 2009.
Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2010
Sunhaji. Strategi Pembelajaran. Yogyakarta: Grafindo Literia Media, 2009.
Trianto. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.
Wiriaatmadja. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009
Esti Martiwiningsih. judul Implementasi Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran IPA di MI Darwata Karangjati 02 Sampang Cilacap Tahun pelajaran 2012/2013, 2013
Rizki Mei Anjar Sari. Media Pembelajran IPA di Kelas V MI Darul Hikmah Bantarsoka Kecamatan Purwokerto Barat Tahun Pelajaran 2012/2013, 2013
Loading...
About Tohir 849 Articles
Kalo satu lidi bisa patah dengan mudah, tapi seratus lidi yang bersatu akan sangat susah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*