Contoh proposal skripsi tentang “PEMBINAAN DISIPLIN KERJA GURU DI MI MIFTAHUL FATIHIN PANGEBATAN KECAMATAN BANTARKAWUNG KABUPATEN BREBES”

PEMBINAAN DISIPLIN KERJA GURU DI MI MIFTAHUL FATIHIN PANGEBATAN KECAMATAN BANTARKAWUNG KABUPATEN BREBES.
Contoh proposal skripsi tentang "PEMBINAAN DISIPLIN KERJA GURU DI MI MIFTAHUL FATIHIN PANGEBATAN KECAMATAN BANTARKAWUNG KABUPATEN BREBES"
Contoh proposal skripsi tentang “PEMBINAAN DISIPLIN KERJA GURU DI MI MIFTAHUL FATIHIN PANGEBATAN KECAMATAN BANTARKAWUNG KABUPATEN BREBES”

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Wajah dunia dari hari ke hari kian berubah. Perubahan itu benar-benar kasat mata disekitar kita. Wajah peradaban pun terus berubah, sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yng mengalimi kecepatan dan percepatan luar biasa. Aneka perubahan itu memberi tekanan pada perilaku manusia dengan aneka kebutuhan dan tuntutannya. Pada satu sisi merupakan suatu tantangan bagi kehidupan masa depan, namun pada sisi yang lain juga merupakan harapan dan sekaligus ancaman bagi seluruh bangsa yang tidak siapa menghadapinya. Era sekarang dan era di depan kita menuntut manusia memiliki daya adaptabilitas dan bermutu tinggi untuk dapat eksis dan kompetitif.
Menghadapi tantangan masa depan yang sedemikian berat dan semakin ketat antara negara-negara di dunia, bangsa indonesia harus mempersiapkan sumber dayanya yaitu sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keberadaan pendidikan menjadi salah satu faktor penting untuk dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena pendikan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar dan mutlak diperlukan dalam kehidupan manusia. Memang terdapat banyak faktor dan bentuk kegiatan yang bisa mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Namun apapun, faktor dan bentuk kegiatannya dapat dipastikan terdapat di dalamnya upaya pendidikan (Sunhaji,2008:2).
Dalam UU RI No 20 Tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensidirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan ibarat sebuah rahim yang didalamnya terdapat gen-gen dengan komposisi yang rapi dan dengan segala benih-benih kapabilitas yang ada. Ia juga merupakan sebuah iklim yang memenuhi syarat untuk memelihara dan  menumbuh kembangkan segala potensi dan kapabilitas yang diperlukan oleh masyarakat yang terpendam pada setiap individu. Pendidikan dan pembelajaran yang bermutu merupakan instrumen utama peningkatan kualitas suatu bangsa. Tentu tidak ada bangsa yang menjadi hebat, kecuali berhasil membangun manusianya secara berkualitas. Tidak ada bangsa membangun manusianya secara berkualitas, kecuali memilikisitem dan praktik pendidikan yang bermutu. Berkaitan dengan hal tersebut, bangsa indonesia membutuhkan adanya seorang pendidik yang mempunyai kemampuan, semangat dan disiplin kerja yang tinggi serta mempunyai rasa pengabdian kepada cita-cita perjuangan bangsa dan negara yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, pelaku utama dalam mendidik, mengajar dan melatih peserta didik. Pendidik atau guru merupakan komponen pendidikan dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan. Alasannya, tanpa seorang guru sebagai tenaga pelaksana dan salah satu faktor penentu keberhasilan pendidikan, tidak mungkin tujuan pendidikan dapat diwujudkan secara optimal. Meskipun, lembaga pendidikan memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, namun tanpa dukungan seorang guru, maka kegiatan pendidikan tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, guru sebagai sumber daya manusia merupakan kekayaan (aset) yang harus selalu dibina kedisiplinannya dan harus mendapatkan perhatian sentral, pertama dan utama.
Dalam manajemen pendidikan, pembinaan dilakukan dengan maksud agar kegiatan atau program yang sedang dilaksanakan selalu sesuai dengan rencana dan tidak menyimpang dari rencana yang sudah ditetntukan. Sedangkan kedisiplinan menurut kamus bahasa indonesia berasal dari kata disiplin yang berarti latihan batin dan watak dengan maksud supaya segala perbuatannya selalu menaati tata tertib (WJS Poerwadarminto, 1993:245). Oleh karena itu, kedisiplinan seorang guru menjadi tuntutan yang sangat penting untuk dimiliki dalam upaya menunjang dan meningkatkan  kinerja dan di sisi lain akan memberikan teladan bagi peserta didik.
Dari uraian di atas tercerminlah gambaran betapa pentingnya unsur disiplin, terutama disiplin kerja yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. Dalam hal ini, Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan dan top leader dalam institusi pendidikan diharapkan dapat menanamkan, memajukan dan meningkatkan disiplin kerja kepada seluruh bawahannya (Wahjosumidjo, 2012:123). Dan Kepala Sekolah yang paling berperan penting sebagai motor penggerak bagi guru dan bertanggung jawab atas kelancaran dan keberhasilan di sekolah mempunyai kewenangan untuk mengelola dan memotivasi disiplin kerja para gurunya melalui pembinaan disiplin kerja guru.
Dalam rangka membina disiplin para dewan guru sebaiknya kepala sekolah, melakukan dan melaksanakannya secara terus-menerus supaya kedisiplinan guru tidak merosot dan dapat dipelihara bahkan lebih ditingkatkan lagi. Karena kurangnya disiplin dapat menimbulkan hal-hal yang kurang baik dalam melaksanakan suatu pekerjaan, semangat kerja menurun, hasil kerja kurang memenuhi standar serta tidak peduli terhadap pekerjaan yang diembannya sehingga akan menghambat pelaksanaan pembelajaran yang pada akhirnya menjadi penghambat tercapainya tujuan pendidikan.
Dengan demikian menjadi tugas dan kewajiban seorang kepala sekolah untuk membina disiplin kerja guru di sekolah. Dengan adanya pembinaan disiplin kerja, maka paling tidak guru akan sadar dan bersedia mengerjakan tugasnya dengan baik, mematuhi peraturan-peraturan yang berlaku yang tertulis maupun tidak dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya dan pada akhirnya akan memberikan kontribusi yang optimal bagi sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan.
Berdasarkan observasi pendahuluan yang penulis lakukan di MI Miftahul Fatihin Pangebatan dan sekaligus melakukan wawancara dengan kepala sekolah dan guru-guru tanggal 2 Desember 2012 mendapat informasi bahwa lembaga pendidikan tersebut telah melaksanakan pembinaan disiplin kerja yang dilakukan oleh kepala sekolah. Selain itu MI Miftahul Fatihin Pangebatan sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Penulis berkesimpulan bahwa di MI Miftahul Fatihin Pangebatan ini sudah ada pembinaan disiplin kerja guru oleh kepala sekolah.
Dari uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang kedisiplinan. Dengan judul “Pembinaan Disiplin Kerja Guru Di MI Miftahul Fatihin Pangebatan”.
B. Penegasan Istilah
Untuk menghindari berbagai penafsiran yang kurang tepat dan untuk menghindari kesalahan pahaman oleh pembaca terhadap skripsi ini, maka perlu penulis jelaskan terlebih dahulu beberapa istilah tertera dalam judul skripsi ini, sehingga memperoleh gambaran yang jelas:
Pembinaan Disiplin Kerja
Menurut Daryanto (1997:67), Pembinaan adalah suatu proses, pembuatan, cara membina, pembaharuan, penyempurnaan, usaha, tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara berdayaguna untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Adapun kedisiplinan menurut Hasibuan (1997:212), Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang untuk mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial berlaku.
Sementara menurut E.Mulyasa (2002:108) Disiplin adalah suatu keadaan tata tertib dimana orang-orang yang tergabung dalam suatu sistem tunduk pada peraturan-peraturan yang ada dengan senang hati. Dan menurut Mangkunegara (2004:129) mengemukakan disiplin kerja sebagai suatu sikap menghormati, menghargai patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak menerima sanksi-sanksi apabila melanggar tugas dan wewenag yang diberikan kepadanya.
Dengan demikian pembinaan disiplin kerja yang penulis maksud dalam penelitian ini adalah suatu kegiatan untuk dapat mematuhi, menghormati, peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak tertulis dan siap menerima sanksi-sanksi apabila melanggar tugas dan wewenang yang diberikan kepadanya, mengembangkan sikap ketaatan dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan peraturan-peraturan dan norma-norma yang berlaku dilingkungan kerjanya demi memperoleh hasil yang lebih baik.
Guru (Pendidik)
Guru adalah pendidik profesional dengan tujuan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU Sisdiknas NO 20 Tahun 2003). Sedangkan menurut Ondi Saondi & Aris Suherman (2010:2) Guru adalah Figur manusia sumber yang menempati posisi dan memegang peran penting dalam pendidikan.
Guru yang penulis maksud dalam skripsi ini adalah seluruh dewan guru yang ada di MI Miftahul Fatihin Pangebatan.
MI Miftahul Fatihin
Adapun yang dimaksud dengan MI Miftahul Fatihin adalah lembaga pendidikan tingkat dasar di bawah naungan Departemen Agama yang berada di wilayah Pangebatan Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes.
Berdasarkan pengertian-pengertian diatas, maka yang penulis maksud dengan judul “Pembinaan Disiplin Kerja Guru di MI Miftahul Fatihin” adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui kegiatan dan pelaksanaan pembinaan disiplin kerja terhadap guru yang dilakukan oleh kepala sekolah MI Miftahul Fatihin Pangebatan.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis uraikan di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
“Bagaimana Pembinaan Disiplin Kerja Guru MI Miftahul Fatihin Pangebatan?”
D. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan Penelitian
  1. Untuk mengetahui bagaimana pembinaan disiplin kerja guru yang dilakukan oleh kepala sekolah MI Miftahul Fatihin Pangebatan.
  2. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembinaan disiplin kerja guru MI Miftahul Fatihin Pangebatan.

Kegunaan Penelitian
  1. Sebagai tambahan wawasan pengetahuan yang berharga bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
  2. Menambah khasanah keilmuan tentang pembinaan kedisiplinan.
  3. Menambah bahan pustaka bagi STAIN Purwokerto.

Loading...
E. Telaah Pustaka
Ada beberap buku atau referensi yang berkaitan dengan tema yang penulis angkat mengenai Pembinaan Disiplin Kerja Guru. Dalam bukunya Ali Imron (1995:191) yang berjudul “Pembinaan Guru di Indonesia “ buku ini membahas tentang pembinaan disiplin kerja guru pada bab VII mengenai konsep disiplin, disiplin kerja guru di indonesia dan pembinaan terhadap disiplin kerja guru yang dapat dilakukan dengan menerapkan langkah-langkah pengawasan.
Hasibuan (1997:212) dalam bukunya “Manajemen Sumber Daya Manusia” menyebutkan bahwa pentingnya kedisiplinan dalam suatu organisasi perusahaan, dalam rangka mewujudkan tujuannya.
Menurut Gaustad (1992) yang dikutip oleh Dedi Supriyadi dalam bukunya yang berjudul “Mengangkat Citra dan Martabat Guru” (1999:347-348) menyatakan bahwa kepala sekolah terbukti menunjukkan peranan dalam menegakkan disiplin disekolah, melalui kemampuannya dalam mengelola sekolah, memberikan teladan kepada siswa maupun guru serta melakukan teknik-teknik” Socil reward” kepada siswa dan guru.
Sehubungan dengan hal tersebut diatas ada beberapa skripsi yang berkaitan dengan tema penulis angkat antara lain : Dalam skripsinya Syamsul Ma’arif (2007) KI dengan judul: “Manajemen Pembinaan Profesional Guru di Kecamatan Klorong Kabupaten Kebumen” penelitian menekankan pada proses manajemen dan meningkatkan profesionalisme guru, baik itu peran guru, dan tugas sebagai seorang guru.
Selain itu dalam skripsinya Latif Hidayat (2009) dengan judul “Hubungan Gaya kepemimpinan Kepala sekolah dengan Kedisiplinan Guru SD Negeri di Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas” skripsi ini membahas tentang hubungannya gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan disiplin guru-guru SD Negeri Kecamatan Sokaraja.
Namun demikian, dari semua referensi atau buku yang sudah penulis baca tidak satupun yang sama persis dengan tema yang penulis angkat. Sehingga dari sinilah penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan tema “Pembinaan Disiplin Kerja Guru di MI Miftahul Fatihin Pangebatan”.
F. Metode Penelitian 
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah penelitian lapangan (Field Research) yang dalam pengumpulan datanya dilakukan secara langsung dari lokasi penelitian.
Lokasi Penelitian
Penulis melakukan penelitian ini di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Fatihin Pangebatan-Bantarkawung dengan pertimbangan sebagai berikut:
  1. Di MI Miftahul Fatihin Pangebatan telah dilaksanakan pembinaan disiplin kerja yang dilakukan oleh kepala sekolah.
  2. Selain itu MI Miftahul Fatihin Pangebatan sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
  3. Di MI Miftahul Fatihin Pangebatan belum pernah diadakan penelitian yang sejenis dengan penelitian yang penulis lakukan.

Subjek Penelitian 
Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah dengan dan Guru. Kepala Sekolah sebagai subjek penelitian disini agar penulis dapat mengetahui: Bagaimanakah Pembinaan Disiplin Kerja Guru di MI Miftahul Fatihin Pangebatan. 
Begitu juga dengan Guru sebagai subjek penelitian maksudnya melalui guru lah penulis dapat mengkroscek tanggapan mereka terhadap pelaksanaan pembinaan disiplin kerja guru di MI Miftahul Fatihin Pangebatan.
G. Metode Pengumpulan Data
Interview (Wawancara)
Wawancara adalah Metode pengumpulan data dengan jalan tanya jawab yang dikerjakan secara sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian (Sutrisno Hadi,2002:136).
Metode ini penulis gunakan untuk mencari data yang berhubungan dengan pelaksanaan pembinaan disiplin kerja guru MI Miftahul Fatihin  Pangebatan dan sebagai informan Kepala Sekolah dan Guru-guru MI Miftahul Fatihin Pangebatan.
Adapun wawancara yang digunakan penulis gunakan adalah wawancara bebas terpimpin, dimana penulis ini melakukan wawancara dengan pertanyaan yang sebelumnya sudah dipersiapkan terlebih dahulu sehingga data yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang diinginkan namun tidak menutup kemungkinan adanya pertanyaan lain yang masih berhubungan dengan penelitian ini, sehingga data yang diperoleh lebih lengkap.
Kuesioner
Yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi daftar pernyataan tertulis yang diajukan kepada responden yaitu seluruh dewan Guru MI Miftahul Fatihin Pangebatan.
Metode Kuesioner ini penulis gunakan untuk mengkroscek dan mengetahui tanggapan guru terhadap pelaksanaan pembinaan disiplin kerja yang dilakukan oleh kepala sekolah MI Miftahul Fatihin Pangebatan.
Adapun bentuk kuesioner yang diajukan adalah kuesioner tipe pillihan, dimana pernyataan dibuat sedemikian rupa sehingga responden dibatasi dengan memberi jawaban terhadap beberapa alternatif atau hanya satu jawaban saja (Sutrisno Hadi,2004:181).
Ada beberapa langkah yang diperlukan dalam metode ini antara lain pertama membuat pernyataan yang tertulis, kemudian disebarkan kepada responden, setelah itu jawaban-jawaban dikelompokkan menurut kapasitasnya, kemudian kita analisis dan berikutnya ditarik suatu kesimpulan.
Dokumentasi
Yaitu mencari data-data mengenai hal-hal atau vaiabel yang berupa catatan, transkrip, notulen, surat kabar, majalah, agenda,dan sebagainya(Suharsini Arikunto,1998:236).
Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data-data yang bersifat dokumenter atau catatan yang telah ada yang bisa digunakan untuk mendukung keterangan, penjelasan dan informasi yang berkaitan dengan penelitian ini, seperti:Sejarah berdirinya, struktur organisasi, keadaan guru, siswa dan karyawan, srana dan prasarana dan pendukung lainnya.
Observasi
Metode Observasi adalah teknik pengumpulan data yang melalui suatu pengamatan disertai pencatatan terhadap keadaan atau perilaku objek sasaran(Abdurrahman Fathoni,2006:104).
Pada metode ini, penulis gunakan untuk mendapatkan gambaran umum MI Miftahul Fatihin Pangebatan disamping itu penulis mengamati langsung pelaksanaan pembinaan disiplin kerja yang dilakukan oleh kepala sekolah MI Miftahul Fatihin Pangebatan.
H. Metode Analisis Data
Analisi data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengkoordinasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.(Sugoyono,2010:335).
Dalam menganalisa data yang diperoleh dari penelitian, penulis menggunakan analisis data deskriptif yaitu metode yang digunakan terhadap sesuatu data yang dikumpulkan kemudian disusun, dijelaskan dan kemudian di analisa (Winarno Surakhmad,1994:140).
Kemudian untuk menganalisis hasil yang diperoleh dalam penelitian tersebut, penulis menggunakan dua metode analisis data yaitu analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif adalah analisis yang dilakukan untuk data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar. Sedangkan analisis kuantitatif adalah analisis yang didasarkan pada data yang berupa angka atau data kualitatif yang diangkakan (Sugiyono,2001:17).
I. Analisis data kualitatif
Analisis data kualitatif ini digunakan untuk menganalisa data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisi data kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah  pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis belum memuaskan, maka penulis akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu, sampai diperoleh data yang dianggap kredibel. Miless and Huberman (1984), mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, meliputi (a) ada reduction (Reduksi data) yaitu: merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal yang penting, dicari tema dan polanya den membuang yang tidak perlu, (b) data display (penyajian data) yaitu:memudahkan memahami apa yang terjadi merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami, (c) Conclusion drawing/verification yaitu Penarikan kesimpulan (Sugiyono,2010:337).
Analisis tersebut digunakan penulis untuk menganalisis data kualitatif yang terkait dengan penelitian yang penulis lakukan.
J. Metode analisis kuantitatif
Metode kuantitatif adalah analisis yang berjudul angka hasil perhitungan atau pengukuran (Suharsimi Arikunto,1998:245).
Adapun rumus yang digunakan adalah.
P=F/N x100%
P:Angka prosentase
F:Frekuensi
N: Jumlah responden yang menjawab
100:Bilangan konstan
K. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan skripsi ini terdiri dari lima bab dengan uraian sebagai berikut: Bab I berisi, Pendahuluan yang meliputi Latar belakang masalah, penegasan istilah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, telaah pustaka, metode penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II berisi, Landasan teori yang terdiri dari A. Pembinaan kedisiplinan kerja yang meliputi:Pengertian Pembinaan Disiplin Kerja, Faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan disiplin kerja, pola pembinaan disiplin kerja, bentuk-bentuk disiplin kerja, tujuan pembinaan kedisiplinan kerja,B. Disiplin Guru yang meliputi:Disiplin waktu, disiplin kerja.
Bab III, berisi tentang sejarah berdirinya, letak geografis, struktur Organisasi sekolah, Visi dan Misi dan peraturan sekolah, Keadaan kepala sekolah, keadaan guru, karyawan dan siswa, sarana dan prasarana MI Miftahul Fatihin Pangebatan.
Bab IV, berisi tentang penyajian dan analisis data. Sedangkan
Bab V, meliputi kesimpulan, saran-saran dan kata penutup
Pada bagian akhir penelitian ini meliputi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
RENCANA KERANGKA SKRIPSI

HALAMAN JUDUL 
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN
HALAMAN NOTA PENGESAHAN 
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR 
DAFTAR ISI
HALAMAN TABEL
HALAMAN LAMPIRAN
BAB I PENDAHULUAN
Latar belakang masalah 
Penegasan istilah
Rumusan masalah
Tujuan dan manfaat penelitian
Telaah pustaka
Metode penelitian 
Sistematika penulisan
BAB II LANDASAN TEORI
Pembinaan disiplin kerja
Pengertian pembinaan disiplin kerja
Faktor-faktor yang mempengaruhi pembinaan disiplin kerja
Pola pembinaan disiplin kerja
Bentuk-bentuk disiplin kerja
Tujuan pembinaan disiplin kerja
Disiplin Guru
Disiplin kerja
Disiplin waktu
Pembinaan disiplin kerja guru
BAB III GAMBARAN UMUM MI MIFTAHUL FATIHIN PANGEBATAN
Sejarah berdirinya
Letak geografis
Struktur organisasi
Visi dan misi dan peraturan sekolah
Keadaan kepala sekolah
Keadaan guru, karyawan dan siswa
Sarana dan prasarana MI Miftahul Fatihin Pangebatan
BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
Penyajian data
Analisis data
BAB V PENUTUP
Kesimpulan
Saran-saran
Kata penutup
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
DAFTAR PUSTAKA
Abdurrahman Fathoni. 2006. Metodelogi Penelitian dan tekhnik penyusunan skripsi. Jakarta:Rineka Cipta.
Daryanto. 1997. Kamus Bahasa Indonesia Lengkap EYD dan Pengetahuan. Surabaya:Appolo.
Dedi Supriyadi. 1999. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Yogyakarta: Adi Citra.
E. Mulyasa. 2002. “Manajemen Pendidikan Berbasis Konsep dan Strategi Implementasi”. Bandung:Remaja Rosdakarya.
Malayu S.P Hasibuan.1997. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta:PT Toko Gunung Agung.
Sugiyono.2001. Metode Penelitian Bisnis. Bandung:Alfabeta.
Sunhaji.2008.Manajemen Madrasah.Yogyakarta:Grafindo Litera Media.

Tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.