Dari Harlah ke 445 Hingga Investasi di Purwokerto

Dari Harlah ke 445 hingga Investasi di Purwokerto – Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya perayaan hari jadi kabupaten Banyumas pada tahun ini relatif sepi, bahkan sangat sepi, tidak banyak warga masyarakat yang terlibat di dalam perayaan tahunan ini, atau mungkin juga karena pada tahun ini tanggal jadi kabupaten diubah sementara masih banyak warga masyarakat yang belum tahu.

Terlepas dari apapun itu bahwa hari jadi kabupaten seharusnya menjadi wadah suka-cita warga Banyumas, namun rasanya tahun ini hanya elit-elit dari jajaran pemerintahan daerah saja yang memperingati, seakan kembali ke zaman penjajah bahwa perayaan hari jadi hanya untuk kaum bangsawan. Haha

Pada hari jadi ke 445 ini merupakan hari jadi pertama yang di tetapkan pada tanggal 22 Februari 2016, meski penuh dengan perdebatan pemkab kabupaten menetapakan tanggal tersebut menjadi tanggal kelahiran kabupaten Banyumas versi 2016. Hehe, mengapa saya menulisnya versi karena tidak menutup kemungkinan tahun-tahun berikutnya akan berubah lagi.

Nama Bayumas sendiri kalah popular dari Purwokerto, kebanyakan orang dari luar lebih akrab dengan kota Purwokerto dan mengangap Banyumas, Purwokerto merupakan dua kabupaten yang berbeda, nama Banyumas sendiri semakin tenggelam dengan kurang meratanya, pembangunan dan investasi yang ada di daerah tersebut, kalah jauh dengan infrastruktur dan investasi yang ada di dalam kota Purwokerto.

Tugu Pembangunan Sebagai Salah-satu Simbol Kota Purwokerto

Tugu Pembangunan Sebagai Salah-satu Simbol Kota Purwokerto

Memang sebagai ibu kota kabupaten, Purwokerto lebih diminati oleh para pengembang dan investor, Purwokerto seakan ibarat wanita sexy, yang menarik bagi para laki-laki. Sebut saja disini ada Beberapa Universitas, mall, tempat wisata, dan tentunya ada tempat lokalisasi yang terkenal, tanpa saya sebutkan sudah tahu dong, apa jangan-jangan anda juga pelanggannya. Hehe.

Ada pengamat yang mengatakan bahwa salah-satu ciri kota besar terdapat lokalisasi, maka jika ukuranya memang benar seperti itu, kita cukup berbangga dong, nah lohh,, Purwokerto sudah menjadi kota besar broh. Huhhu, menurut sumber yang bisa dipercaya dari lokalisasi itu terdapat perputaran uang yang tidak sedikit, malah konon ceritanya pendapatan daerah terbesar justru dari lokalisasi itu, tapi ini konon loh yah?

Bayangkan saja jika kemarin yang sempat ramai-ramai itu (FPI) jadi dibentuk disini dan menutup lokalisasi ini, wah jika berita di atas benar pemda kita bakal kalang kabut mengatur keuangannya. Huhu

Okeh lupakan soal lokalisasi tadi broh, nanti malah yang jomblo-jomblo jadi tambah pusing, kali ini kita bahas soal investasi di Purwokerto, mau dimulai dari mana ini saya malah bingung, gimana tidak bingung dari mulai jajanan pasar sampai makanan yang berkategori mahal laris manis bro disini, hampir disetiap pinggiran jalan kita bisa menjumpai makanan, kalau makanan berat pusatnya ada di jalan daerah GOR, tinggal pilih bagi kalian yang doyan makan, dari mulai angkringan sampai dengan makanan berkelas ada broh.

Belum lagi ngomongin investasi properti broh, disini sudah bejibun perumahan beserta perlengkapan rumahnya, hampir disetiap daerah di Purwokerto sekarang banyak sawahnya, eh maksud saya sawah yang dijadikan perumahan, banyak, banyak silahkan sebutkan sendiri.

Oh iya satu lagi broh mall, busyet kalau kalian pernah berkunjung disalah satu mall di Purwokerto, hampir tidak ada sepinya apalagi dalam jam-jam sepulang kantor, haduh itu mall berasa kaya di Arab, orang-orang pada mau lempar jumroh, tidak hanya masyarakat Purwokerto yang belanja disini banyak masyrakat dari daerah luar juga membeli disini, pokoknya dalam investasi di daerah Barlingmascakeb, Purwokerto merupakan tujuan investasi pertama, maka berinvestasilah di Purwokerto. Cieh Promosi.

Bahkan kalangan pengusaha baru-baru ini ikut mendukung dan mendorong Purwokerto sebagai magnet ekonomi baru di Jateng setelah Semarang dan Solo. Untuk mencapai tujuan itu maka dibutuhkan investor dari luar dan kerjasama pengusaha lokal, tidak ketinggalan industri rumahan (UKM) broh, ikut berperan serta membangun kota Satria ini.

Semoga Bermanfaat.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !