DESAIN PEMBELAJARAN DARI BUKU : MODEL DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN Penulis : Benny A. Pribadi (Jakarta: Dian Rakyat, 2010)

DESAIN PEMBELAJARAN

DARI BUKU : MODEL DESAIN SISTEM PEMBELAJARAN

Penulis : Benny A. Pribadi (Jakarta: Dian Rakyat, 2010)

A.    Definisi Desain Sistem Pembelajaran

Desain bermakna adanya keseluruhan, struktur, kerangka, dan outline, dan urutan atau sistematika kegiatan  (Gagnon dan Collay, 2001). Sedangkan Smith dan Ragan mendefinisikan desain sebagai tindakan pengembangan atau pelaksanaan sebuah sistem.
Desain  sistem pembelajaran  menurut Briggs adalah suatu  keseluruhan proses yang dillakukan untuk menganalisis kebutuhan dan tujuan pembelajaran serta pengembangan sistem penyampaian materi pembelajaran untuk mencapai tujuan tersebut.

B.    Dasar-dasar Desain Sistem Pembelajaran

Teori-teori yang mendasari bidang desaim sistem pembelajaran adalah sebagai berikut:
1.Teori sistem, merupakan teori yang telah lama dimanfaatkan dan mampu memberikan kontribusi khusus terhadap pengembangan prosedur dan langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam melakukan desain sistem pembelajaran.
2.Teori Komunikasi, teori ini menyediakan model-model komuikasi yang dapat diadaptasikan untuk mendeskripsikan berlangsungnya sebuah proses pembelajaran.
3.Teori belajar, teori ini berisi serangkaian prinsip terorganisasi yang menjelaskan tentang bagaimana individu belajar dan memperoleh pengetahuan. Teori belajar itu diantaranya:
  • Teori belajar behavioristik, belajar adalah pemberian tanggapan atau respon terhadap stimulus yang dihadirkan. Hasil belajar dapat diamati dan diukur.
  • Teori belajar kgnitif, belajar sebagai proses mental aktif untuk memperoleh, mengingat, dan menggunakan informasi dan pengetahuan.
  • Teori belajar humanistik, menggunakan pendekatan motivasi yang menekankan pada kebebasan personal, penentuan pilihan, determinasi diri, dan pertumbuhan individu. Setiap anak adalah individu yang unik, memiliki perasaan dan gagasan  orisinal. Tugas pendidik adalah membantu individu untuk berkembangn secara sehat dan sesuai dengan bakat yang dimiliki.
4.    Teori Pembelajaran, teori ini senantiasa berfokus pada komdisi-kondisi yang membuat proses belajar dapat berlngsung secara optimal pada diri seseorang.

C.    Model Desain Sistem Pembelajaran

1.    Pengertian

Model adalah sesuatu  yang menggambarkan adanya pola pikir. Sebuah model biasanya menggambarkan keseluruhan konsep yang saling terkait .  Model juga dapat dipandang  sebagai upaya mengkonkretkan sebuah teori sekaligus juga sebuah analogi dan representasi dari variabel-variabel yang terdapat pada teori tersebut.
Model desain sistem pembelajaran menggambarkan langkah-langkah atau prosedur yang perlu ditempyh untuk menciptakan aktivitas pembelajaran yang efektif , efisien, dan menarik. Model  desain sistem pembelajaran berperan sebagai alat konseptual pengelolaan, komunikasi untuk menganalisis, merancang, menciptakan, mengevaluasi program pembelajaran, dan program pelatihan.

2.    Klasifikasi

Menurut Gustafson dan Branch mengklasifikasikan desain sistem pembelajan menjadi tiga, yaitu:
1)    Model desain sistem pembelajarn yang berorientasi pada kelas (classroon oriented model), model ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para guru dan siswa akan aktivitas pembelajaran yang efektif dan efisien. Penggunaan model berorientasi kelas ini didasarkan pada asumsi adanya sejumlah akivitas pembelajaran yang akan diselengggarakn di dalam kelas dngan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam hal ini, tugas guru adalah memilih isi/materi pelajaran yang tepat, merencanakan strategi pembelajaran, menyampaikan isi/ materi pelajaran,  dan  mengevaluasi hasil belajar.
2)    Model desain sistem pembelajarn yang berorientasi pada produk (product  oriented model). Model ini didasarkan pada asumsi adanya program pembelajaran yang dikembangankan dalam kurun waktu tertentu dan menerapkan proses analisis kebutuhan yang sangat ketat. Model ini ditandai dengan empat asusi pokok, yaitu:
  • Produk atau program pembelajaran memang sangat diperlukan.
  • Produk atau program pembelajaran baru memang perlu diproduksi
  • Produk atau program pembelajaran memerlukan proses uji coba dan revisi
  • Produk atau program pembelajaran dapat digunakan walaupun hanya dengan bimbingan fasilitator.
3)    Model desain sistem pembelajarn yang berorientasi pada sistem (system  oriented model.  Model ini dilakukan  untuk mengembangkan sistem dalam skala besar seperti keseluruhan mata pelajaran atau kurikulum.

3.    Perkembangan Model Sistem Pembelajaran

1)    Generasi Pertama, berfokus pada aktifitas pembelajaran di kelas dengan menerapkan paradigma teori belajar behavioristik. Mode sesain sistem pemeblajaran ini memasukkan komponen-komponen yang sekaligus juga merupakan langkah-langkah yang bersifat sistematis, yaitu:
  • Menyiapkan tujuan pembelajaran behavioristik
  • Menyiapka pre-tes
  • Memproduksi produk dan program pembelajaran
  • Menyiapkan  pos-tes
2)    Generasi Kedua,  ditandai dengan digunakannya pendekatan dan teori sistem untuk mengontrol dan mengelola sistem pembelajaran yang bersifat lebih kompleks dan melibatkan variabel-variabel baru yang meliputi analisis siswa, revisi, memilih bahan-bahan pembelajaran yang ada, dan menetapkan metode penyampaian materi pelajaran, sertahal-hal yang terkait dengan implementasi model.
3)    Generasi Ketiga, ditandai dengan digunakannya pendekatan dan teori sistem untuk mengontrol dan mengelola sistem pembelajaran  juga dapat diasumsikan sebagai proses yang berulang. Model ini terdiri atas beberapa fase yang meliputi fase penilaian, fase desain, fase produksi, dan fase implementasi
4)    Generasi Keempat, model ini lebih menyerap pemikiran-pemikiran yang berasal dari teori belajar kognitif.

D.    Analisis  Model Desain Sistem Pembelajaran

1.    Model Dick & Carey
Model ini dikembangkan dengan menggunakan pendekatan sistem terhadap komponen-komponen dasar dari desain sistem pembelajaran yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.
Komponen sekaligus langkah-langkah utama dari model desain sistem pembelajaran menurut Dick & Carey adalah:
  • Mengidentifikasi tujuan pembelajaran
  • Melakukan analisis instruksional
  • Menganalisis karakteristik siswa dan konteks pembelajaran
  • Merumuskan tujuan pembelajaran khusus
  • Mengembangkan  instrumen penilaian
  • Mengembangkan strategi pembelajaran
  • Mengembangkan dan memilih bahan ajar
  • Merancang dan mengembangkan evaluasi formatif
  • Melakukan revisi terhadap program pembelajaran
  • Merancang dan mengembangkan evalusai sumatif
2.    Model Assure
Model ini lebih difokuskan pada perencanaan pembelajaran untuk digunakan dalam situasi pembelajaran di dalam kelas supaya aktual. Model ini terlihat llebih sederhana dibanding model yang lain. Model ini didasari oleh pandangan Robert M. Gagne, yang berpendapat bahwa desain pembelajaran yang efektif harus dimulai dari upaya yang dapat memicu dan memotivasi seseorang untuk belajar. Langkah ini perlu diikuti  dengan proses pembelajaran yang sistematik, penilaian hasil belajar, dan  pemberian umpan balik tentang pencapaian hasil belajar secara kontinyu.
Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam model desain sistem pembelajaran ASSURE, meliputi beberapa aktifitas, yaitu:
  • Melakukan analisis karakteristik siswa
  • Menerapkan tujuan pembelajaran
  • Memilih media, metode pembelajaran, dan bahan ajar
  • Memanfaatkan bahan ajar
  • Melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran
  • Mengevaluasi dan merevisi program
3.    Model Jerold E. Kemp, dkk
Model desain sistem pembelajaran menurut Kemp, berbentuk lingkaran. Menurut mereka, model bentuk lingkaran menunjukkan adanya proses kontinyu dalam menerapkan desain sistem pembelajaran. 
Model desain sistem ini terdiri atas komponen-komponen sabagai berikut:
  • Menidentifikasi masalah dan menerapkan tujuan
  • Menentukan dan menganalisis karakteristik siswa
  • Mengidentifikasi materi dan menganalisis komponen-komponen tugas belajar yang terkait dengan pencapaian tujuan pembelajaran
  • Menetapkan tujuan pembelajaran khusus bagi siswa
  • Membuat sistematika penyampaian materi pelajaran secara sistematik dan logis
  • Merancang strategi pembelajaran
  • Menetapkan metode untuk menyampaikan materi pelajaran
  • Mengembangkan  instrumen evaluasi
  • Memilih sumber-sumber yang dapat mendukung aktifitas pembelajaran
4.    Model Smith dan Ragan
Model ini terdiri atas beberapa langkah dan prosedur pokok sebagai berikut:
  • Analisis lingkungan belajar
  • Analisis karakteistik siswa
  • Analisis Tugas pembelajaran
  • Menulis butir tes
  • Menentukan  strategi pembelajaran
  • Memproduksi program pembelajaran
  • Melaksakan evalusi formatif
  • Merevisi program pembelajaran
5.    Model ADDIE
Model ini dilaksanakan melalui lima fase sesuai dengan namanya, yaitu: Analysis, Desain, Development, Implementation, dan Evaluation.  Tahap-tahap pelaksanaan model ini adalah sebagai berikut:
  • Analisis kebutuhan untuk menentukan masalah dan solusi yang tepat dan menentukan kompetensi siswa
  • Menentukan kompetensi khusus, metode, bahan ajar, dan strategu pembelajaran
  • Memproduksi progran dan bahan ajar yang aka digunakan dalam program pembelajaran
  • Melaksanakan program pembelajaran dengan menerapkan desain atau spesifikasi progaram pembelajaran
  • Melakukan evaluasi program dan evaluasi hasil belajar
About Tohir 831 Articles

Kalo satu lidi bisa patah dengan mudah, tapi seratus lidi yang bersatu akan sangat susah.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*