Untuk Seseorang yang Telah Meninggalkanku Menikah…

Untuk seseorang yang telah meninggalkanku menikah…

Kudengar dengan rengeng-rengeng namun cukup telak rasa sakitnya untuk kurasa, bahwa pernikahanmu telah berlangsung. Dengan adat jawa yang diawali dengan Siraman lalu diakhiri dengan salaman dengan para tamu diatas pelaminan. Terasa sungguh mengasyikan dan membahagiakan (bagi suamimu, bukan aku).

menikah

menikah

Maka dari itu aku mengucapkan selamat! Selamat karena kau telah benar-benar meremukan perasaan hatiku. Aku kira sunatku waktu kecil dulu adalah  sakit dan siksa terakhirku, tapi bahkan rasa sakitmu sakit yang kau beri melebihinya.

Untuk seseorang yang telah meninggalkanku menikah…

Jika aku harus memilih mana orang yang paling tak amanah di dunia. Aku tak akan menunjuk Presiden Habibie yang dalam masa pemerintahannya Timor Timur lepas. Takan pula kusebut Luis Figo, kapten tim sekaligus pujaan supporter Barcelona, yang menyeberang ke klub rival abadi, Real Madrid. Tanpa sungkan tanpa ragu, apalagi gemeter, akan kutunjuk orang yang paling tak amanah di dunia adalah KAMU!

Kau itu kan tahu sendiri, aku sudah menitipkan cintaku padamu sejak bertahun-tahun yang lalu. Memasrahkannya seperti aku pasrahkan diriku pada mantra sunatku dulu. Tapi apa? Ternyata kau tak seamanah mba-mba penjaga tempat penitipan barang di supermarket kotaku. Harapanku adalah kau menerima cintaku, merawatnya , lalu memeluknya erat-erat sepanjang malam. Malah kau mengabaikannya, menghancurkannya, lalu kau buang begitu saja.

Untuk seseorang yang telah meninggalkanku menikah…

Untuk alasan apa bukan namaku yang tertulis bersanding di surat undangan pernikahanmu itu? Alasan kepintaran? Kau tahu sendiri IPK-mu jauh dibawah nilaiku, (meski faktanya kamu yang lulus duluan). Kau juga tak secantik dan hidungmu juga tak se-mbangir Raline Shah. Kau tak secantik itu. Kau tak terlalu cantik untukku. Tapi mungkin aku yang terlalu buruk.

Untuk seseorang yang telah meninggalkanku menikah…

Akhirnya sekesal dan se-mededeg apapun hatiku, aku tak bisa menyalahkanmu. Kau tak bisa kusalahkan karena kau memang tak punya salah. Aku yang salah memilih orang untuk kutitipi amanah. Aku yang menggali cintaku terlalu dalam hingga aku sulit sekali keluar dari timbunan kenangan wajah dan dirimu. Terlalu jelas mengukir wajahmu hingga sulit sekali kuhapus dari hatiku. Membuatnya mengoreng dan tak pernah mengering. Keropos.

Untuk seseorang yang meninggalkanku menikah…

Aku tahu tulisanku ini yang hanya 400an kata, atau bahkan jika kutulis menjadi novelpun, tak akan bisa mengulang kembali waktu. Aku tahu juga dengan membaca tulisanku ini kau tak akan merasa iba, lalu meninggalkan suamimu untuk menemuiku dan memelukku, jangan, sekali lagi jangan. Itu hanya akan semakin membuatmu kurang ajar. Yang sudah terjadi ya sudah, kau sudah menentukan pilihan untuk kau jalani dalam kehidupanmu. Aku ikhlas (karena memang ikhlas adalah satu-satunya pilihan).

Oh iya maaf aku tak datang ke pesta pernikahanmu (karna memang kau tak mengundangku), dan sekali lagi selamat karna kau tlah berhasil membuatku sakit.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !