dr. Soetomo (Pendiri organisasi pergerakan pertama di Indonesia)

dr. Soetomo (Pendiri organisasi pergerakan pertama di Indonesia) – Pahlawan nasional dr. Soetomo merupakan tokoh pendiri Budi Utomo, organisasi pergerakan yang pertama di Indonesia. Beliau lahir di Ngepah, Nganjuk, Jawa Timur pada tanggal 30 Juni 1888

Pada tahun 1903, Soetomo menempuh pendidikan kedokteran di school tot Opleding van Inlandsche Artsen (STOVIA)  atau sekolah dokter pribumi di Batavia, dan menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1911

Pada saat menjadi masih menjadi mahasiswa di STOVIA, akhir tahun 1907 Soetomo bertemu dengan dr. Wahidin Sudirohusodo, pada pertemuan itu Wahidin menyampaikan gagasannya untuk membentuk dana pelajar (studie fonds). Dana pelajar ini akan membantu membiayai pemuda pribumi yang cerdas namun tidak memiliki banyak dana untuk melanjutkan sekolah

Menurut dr. Wahidin rakyat Indonesia harus cerdas terlebih dahulu untuk bisa membebaskan diri dari penindasan kaum penjajah

dr. Soetomo via merdeka.com

dr. Soetomo via merdeka.com

Tidak banyak waktu bagi dr. Soetomo menanggapi gagasan yang diungkapkan oleh dr. Wahidin, dr. Soetomo merasa tertarik dan tertantang untuk segera merealisasikan gagasan tersebut

Dan kemudian dia menyampaikan gagasan itu kepada teman-temannya yang bersekolah di STOVIA. Selanjutnya bersama teman-temannya dia mendirikan organisasi Budi Utomo Tujuan dari Budi Utomo adalah memperoleh kemajuan yang harmonis bagi kemajuan nusa dan bangsa

Untuk melaksanakan tujuan tersebut akhihrnya disepakati bersama teman-temannya untuk ikut andil mencerdaskan masyarakat di bidang pertanian, peternakan dan perdagangan, memajukan teknik industri dan menghidupkan kebudayaan

Baca: Tokoh Gerakan Mahasiswa (Soe Hok Gie)

Setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran di STOVIA dia bekerja sebagai dokter pemerintahan di Jawa dan Sumatra, antara lain di Semarang, Tuban, Lubuk Pakan, Magetan dan Baturaja hingga pada akhirnya pekerjaan ini mengatarkan dia menemukan jodohnya

Adalah perawat belanda yang memikat hati dr. Soetomo sewaktu dia bekerja di Blora tahun 1917 dan akhirnya mereka pun menikah dengan cara yang sederhana

Pada tahun 1919 dr. Soetomo pergi ke Belanda untuk memperdalam ilmu kedokterannya, pada tahun 1923 dia berhasil meraih gelar Arts. Seluruh gelar yang hampir seluruhnya dimiliki hanya oleh orang Belanda. Selama di Belanda dia juga aktif menjadi anggota dan ketua di Perhimpunan Indonesia (PI)

Sekembalinya dari Belanda dr. Soetomo mendirikan Indonesische Studieclub tahun 1924 tujuan didirikanya organisasi ini adalah untuk mendiskusikan pelbagai masalah kehidupan social ekonomi bangsa Indonesia

Pada tahun 1925 dr. Soetomo memutuskan untuk keluar dari Budi Otomo, yang dinilainya makin berorientasi ke Jawa. Perhatiannya kemudian tercurah pada kelompok studi yang didirikanya

Pada tahun 1930 Indonesische Studieclub mengadakan reorganisai dan namanya diubah menjadi Persatuan Bangsa Indonesia (PBI). Pada tahun 1935 Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) dan Budi Utomo melebur menjadi Partai Indonesia Raya (Perindra) dan dr. Soetomo terpilih menjadi ketuanya

Soetomo yang terkenal murah hati dan tidak pernah meminta tarif kepada pasiennya ini meninggal dunia pada tanggal 30 Mei 1938 di Surabaya, rakyat Surabaya pada khususnya dan Indonesia pada umumnya merasakan kehilangan yang mendalam karena beliau terkenal sebagai sosok dokter yang dekat dengan rakyat

Beliau merupakan bapak rakyat, pendapatan dari upah mengobati pasiennya digunakan untuk kegiatan sosial yang bermanfaat bagi rakyat. Kalau tidak ada Budi Utomo mungkin tidak ada pergerakan melawan penjajah.

Semoga bermanfaat !

Baca Juga: Sastrawan dunia asli Banyumas 

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !