Fenomena Pasar Dadakan di GOR Satria Purwokerto (Pasar Minggon)

Fenomena Pasar Dadakan di GOR Satria Purwokerto (Pasar Minggon) – Minggu pagi Gedung Olahraga (GOR) Satria Purwokerto Jln. Prof. Dr. Soeharso dipenuhi ratusan orang, tujuanya pun beragam ada yang berolahraga, ada yang hanya sekedar jalan-jalan melihat sekitar, juga ada yang hanya ingin berfoto bersama teman-temanya. Tidak hanya masyarakat sekitar di sekitar GOR saja yang berbondong-bondong datang, masyarakat yang jauh dari jangkauan GOR juga banyak, seperti dari daerah Sokaraja, Baturaden bahkan Purwojati. Ini menjadi bukti bahwa GOR di minggu pagi sudah menjadi magnet baru bagi masyarakat di wilayah Banyumas.

Baca Juga: Blogger Purwokerto Terus Menulis

Aktifitas masyarkat Banyumas di minggu pagi sudah bergeser kalau dulu sebagai pusat aktifitas adalah alun-alun namun sekarang masyarakat lebih suka menuju ke GOR, ini bisa dilihat alun-alun di minggu pagi cenderung sepi, tak banyak pengunjung yang datang, apalagi para pedagang. Semenjak Pemerintah Daerah (Pemda) Banyumas melarang para pedagang untuk berjualan di area alun-alun, aktifitas perdagangan menjadi sepi, paling hanya 2-3 para pedagang, itu pun dilakukan dengan penuh kekawatiran, kontras dengan suasana minggu pagi di GOR Satria Purwokerto. Bahkan kegiatan jalan sehat yang dilakukan perusahaan, perbangkan atau sekolah pun. sekarang banyak dilakukan disini, tidak hanya itu konser musik dari band-band ibu kota juga dilakukan disini

Fenomena Pasar Dadakan di Gor Satria Purwokerto
Seorang Pedagang di GOR Satria Purwokerto Sedang Menjajahkan Barang Daganganya

Yang menarik bagi saya adalah di depan pintu masuk GOR, disepanjang jalan depan GOR disulap menjadi semacam pasar dadakan, jalan sengaja ditutup untuk memberi kesempatan bagi para pedagang untuk berjualan, ini menjadi fenomena baru di Purwokerto dimana ada geliat perekonomian baru meski itu hanya ada di setiap hari minggu pagi saja. Setidaknya ada sisi alternatif pendapatan masyarakat. Dan hasilnya pun cukup besar pedagang pakaian misalnya setiap minggu bisa menghasilkan laba bersih 1 juta hingga 2 juta tergantung dari sepi tidaknya pengunjung yang datang, apalagi ketika ada event tertentu di GOR seperti Jalan sehat misalnya pendapatan bisa naik hingga dua kalilipat. Wow luar biasa bukan?  (Hasil wawancara dari salah-satu pedagang pakaian)

Banyak variasi barang yang diperjualbelikan tidak hanya Pakaian atau makanan, di pelantaran jalan juga terdapat banyak macam-macam barang dagangan seperti perlengkapan masak, mainan anak, sampai dengan racun tikus pun di jual di sana. Untuk makanan ada beberapa makanan khas Banyumas yang dijual seperti Pecel, Soto Sokaraja, Lontong Sayur, Kraca (keong sawah), hingga yang sangat melekat di hati masyarakat Banyumas yaitu Mendoan.

Fenomena ini bisa menjadi destinasi wisata baru di Purwokerto, karena keberadaanya yang unik yang hanya ada disetiap akhir pekan (minggu pagi), yang namanya akhir pekan pasti selalu dinanti banyak orang, seperti halnya juga pasar dadakan yang hadir hanya sekali dalam satu minggu ini, pasti juga dinanti banyak orang. Tidak hanya oleh masyarakat dewasa para orang tua dan anak remaja pun memenuhi GOR di minggu pagi. Kalau melihat prosentase pengunjung yang hadir kebanyakan anak remaja. Mereka asyik hanya sekedar jalan sambil cuci mata melihat pakaian atau hanya sekedar foto selfi di tengah keramaian.

Baca Juga: Bangga Menjadi Blogger Banyumas Purwokerto

Melihat fenomena ini pemda seharusnya bisa menyikapi dengan bijak, karena pasar dadakan GOR dan segala aktifitasnya bisa menambah pemasukan daerah, dan tentunya harus dikelola dengan baik karena ternyata masih banyak keluhan oleh para pedagang misalnya banyak tarikan yang tak jelas, satu pedagang bisa mengeluarkan uang sampai Rp. 15.000,00 untuk biaya sewa tempat dan lain sebagainya. Kalau sistem pengelolaanya dilakukan secara baik, tidak menutup kemungkinan juga ini bisa menjadi alternatif wisata baru yang menarik wisatawan untuk berkunjung ke pasar dadakan atau ada yang menyebutnya Pasar Minggon (Minggu) yang hanya ada di hari minggu pagi dan tentunya hanya ada di Purwokerto.

Berkomentarlah dengan bijak,,No Spam !